Pendidikan

Tips Agar Bisa Masuk Gontor

Tips ini kakak tulis untuk ditujukan kepada adik-adik yang mempunyai rencana untuk mondok di Pondok Pesantren Gontor. Ini berdasarkan pengalaman saat mendaftrakan adik dan saudara kakak pada tahun 2016 kemarin. Adik diterima di Gontor 1 (Gontor Pusat), sedangkan saudara kakak diterima di Gontor 6 (Magelang). Kalian ingin masuk juga? Berikut kakak bagi tipsnya:

  1. Niat yang Bulat

Sebelum adik-adik mendaftar, pastikan kalian mempunyai tekat yang bulat. Kehidupan santri berbeda sekali dengan kehidupan di rumah. Saat di pondok, kalian dituntut untuk mandiri dan disiplin. Mencuci baju sendiri, tidur malam bangun pagi, tidak boleh jajan seenaknya, berpakaian rapi, menjaga barang dengan hati-hati, tidak bisa menonton televisi, jauh dari orang tua, adalah hal-hal yang pasti akan kalian temui.

Bagi yang sudah pernah mondok pasti sudah terbiasa dengan kondisi diatas, tapi bagi yang baru pertama kali mondok pasti akan kaget dan merasa berat. Tapi jangan kecil hati, dengan niat yang bulat pasti kalian akan sanggup melewatinya. Mungkin awal-awal akan terasa berat dan menyedihkan, tapi nanti seiring berjalannya waktu kalian akan terbiasa dengan kehidupan pondok.

Mungkin dari kalian ada yang daftar ke Gontor karena disuruh orang tua atau keluarga, tapi percayalah karena mereka menginginkan hal yang terbaik untuk kehidupan kalian.

Niatlah yang bulat, jangan setengah-setengah, sangat disayangkan kalau nanti berhenti ditengah jalan. Rugi waktu, rugi tenaga dan rugi biaya. Dengan niat yang sudah bulat dan keinginan meraih cita-cita yang tinggi, hal-hal berat diatas pasti akan terasa ringan untuk dijalani.

  1. Persiapan Matang

Persaingan untuk bisa masuk pondok pesantren itu sangat ketat. Setiap tahun pendaftar mencapai ribuan anak. Ada ratusan yang tidak berhasil lolos seleksi masuk. Jadi jika kamu ingin masuk Pondok Gontor, persiapkan dirimu jauh-jauh hari. Belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Ujian masuk Gontor ada 2 jenis, ujian lisan dan ujian tertulis. Materi ujian lisan diantaranya adalah psycotest, membaca Al-Qur’an, tajwid, dan praktik ibadah (ibadah qauliyah dan ibadah ‘amaliyah).

Pertanyaan psyco-test biasanya adalah ke Gontor apa yang kau cari, karena siapa kamu mendaftar di Gontor, serta pertanyaan-pertanyaan seputar hal pribadi kalian (seperti ngobrol biasa, jadi santai saja jangan tegang).

ke gontor apa yang kau cari
ke gontor apa yang kau cari

Ujian yang kedua adalah ujian tertulis. Yang akan diujikan dalam ujian tulis ini adalah Imla’ (dikte tulisan Arab), Bahasa Indonesia, Berhitung Soal dan Angka (Matematika dasar setara kelas 6 SD).

Menurut kakak, untuk soal Bahasa Indonesia dan Matematika cenderung mudah, karena kalian pasti sudah menjumpainya di sekolah lama kalian. Yang harus kalian belajar dan sering-sering latihan adalah materi Imla’. Materi Imla’ itu tak bisa dipelajari secara instan, perlu waktu yang lama dan guru untuk mengajari. Bagi kalian yang belum lancar menulis arab jangan pesimis, tak ada yang tak mungkin. Ingat! Man jadda wajada.

  1. Les kepada Alumni

Tentu alumni sudah hafal materi-materi apa yang akan diujikan. Jika ada saudara yang alumni Gontor, sering-seringlah belajar bersamanya. Atau jika belum ada saudara yang menjadi alumni, mintalah orang tua kalian untuk mencarikan ustadz/ustadzah alumni dari Gontor untuk membimbing kalian. Tak perlu bingung, kakak rasa setiap daerah di Indonesia sudah ada alumni Gontor/Konsulatnya. Pondok Gontor adalah salah satu pondok yang memiliki jaringan alumni terbesar di Indonesia.

  1. Ikutilah Masa Karantina

Datanglah seawal mungkin ke pondok meskipun waktu pendaftaran belum dibuka. Dengan begitu kalian akan semakin lama tinggal di asrama. Apa keuntunganya bagi calon santri tinggal di asrama? Jelas keuntunganya sangat banyak.

Pertama, kalian akan beradaptasi dengan lingkungan dan peraturan pondok (calon santri juga sudah diterapkan aturan pondok meskipun tak seketat santri pondok). Kedua, dengan tinggal di asrama kalian akan mendapatkan bimbingan belajar untuk ujian tulis. Ketiga, kalian akan mendapatkan banyak teman. Keempat, kalian bisa mengikuti kegiatan pondok, olahraga bareng, dan masih banyak lagi keuntungannya. Pokoknya dijamin seru!

Jadi sebelum pengumuman kelulusan, tinggalah di asrama yang sudah disedikan, jangan ikut orang tua di kamar tamu, jangan ikut orang tua tinggal di penginapan, jangan minta dibelikan makan orang tua. Itu penting sekali untuk melatih kemandirianmu, sebagai bekal nanti ketika kamu sudah diterima menjadi santri Gontor.

Demikian tips yang bisa kakak bagi kepada adik-adik yang akan mendaftar ke Gontor. Semoga bisa memberi manfaat. Berjuanglah mulai dari sekarang, kakak doakan semoga kalian bisa lulus menjadi santri Gontor. Amin..

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !