Tips Ampuh Mengendalikan Emosi Kemarahan

Tips Ampuh Mengendalikan Emosi Kemarahan – “Amarah adalah  angin yang memadamkan cahaya lentera yang menerangi pikiran” Oleh Robert Green Ingersoll

Mengelola emosi adalah salah satu topik psikologis yang cukup rumit, perlu dipelajari secara mendalam, dan prakteknya akan lebih menantang dari teori-teori yang sudah cukup menyulitkan. Dalam artikel ini kita akan mencoba membahas secara singkat tips-tips untuk mengendalikan emosi khususnya rasa marah.

Dalam hidup ini, setiap manusia memiliki emosi dasar yang menjadi watak manusia yang ada dalam dirinya. Para peneliti masih terus memperdebatkan tentang mana yang termasuk emosi-emosi dasar yang menjadi watak manusia. Meskipun belum semuanya sepakat, namun para ahli telah mengelompokan yang termasuk emosi dasar manusia di antaranya adalah sebagai berikut ;

Tips Ampuh Mengendalikan Emosi Kemarahan

Ilustrasi

Dasar Emosi Manusia

Rasa Amarah

Rasa Kesedihan

Rasa dendam

Rasa takut

Rasa kenikmatan

Rasa malu

Rasa cinta

Kalau kita merasa bahagia, gembira, senang, terhibur, rasa terpesona, kegirangan luar biasa, merasa puas, itu bukanlah emosi dasar manusia, melainkan emosi yang diakibatkan oleh salah satu  dari emosi dasar manusia berupa rasa kenikmatan.

Dari emosi dasar ini lahirlah berbagai turunan emosi lainya atau variasi emosi lainya. Demikian juga dengan lahirnya perasaan persahabatan, rasa kepercayaan merasakan kebaikan hati, rasa hormat, ingin dekat dan  sayang adalah hasil dari adanya emosi dasar rasa cinta misalnya.

Dari emosi dasar rasa cinta ini dapat muncul emosi lainya seperti perasaan marah, rasa benci atau dendam, atau sebaliknya lahirlah perasaan bahagia, rasa kenikmatan, misalnya. Ada ratusan emosi, bersama dengan campuran, variasi, mutasi dan nuansanya. Ada beberapa teknik yang telah teruji secara klinis untuk mengendalikan emosi. Berikut, adalah beberapa tips untuk mengontrol emosi kemarahan.

Tips Mengendalikan Emosi

Melawan Pikiran Negatif

Pemicu emosi biasanya berasal dari pikiran, baik itu pikiran negatif yang muncul dari interpretasi input-input atau stimulasi dari lingkungan eksternal maupun pola-pola pemikiran yang tidak disadri. Misalnya, seseorang bisa marah atau merasa ketakutan karena merspon ancaman dari orang lain.

Contoh lainya adalah pikiran negatif yang muncul secara otomatis berdasarkan tipe kepribadian atau akibat traauma. Anda harus merubah pikiran yang eror menjadi lebih rasional dan efektif untuk mengurangi tekanan emosional. Caranya adalah dengan melatih pikiran kita dalam memandang setiap peristiwa atau kejadian dengan interpretasi atau perspektif yang lebih netral, objektif, dan positif.

Pikiran negatif sering kali berlebihan, dibesar-besarkan, bahkan bisa juga terlalu mengecilkan, memilih dengan prasangka tertentu atau tidak melihat  secara utuh/ keseluruhan, menggeneralisir, melihat yang buruk-buruk saja, dan sebagainya. Untuk mengatasi masalah ini, anda harus logis.

Mengubah Kata Negatif Menjadi Positif

Riset terbaru menggunakan scanner MRI di otak menunjukan bahwa penampakan kata-kata negatif seperti kata ‘tidak’ misalnya, membuat diri memproduksi hormon neurotranmitters yang bisa memicu stres, mengacaukan beragam fungsi komunikasi, bahkan bisa merusak akal sehat. Pemikiran yang menggunakan kalimat-kalimat negatifbiasanya membawa kekhawatiran atau penyesalan.

Jika berlama-lama dipikirkan akan semakin  membesar dan membelit diri dengan emosi negatif. Kita mesti melawan pikiran negatif dengan kata-kata dan perenungan yang positif. Bahkan, kalau perlu mengeroyoknya. Satu pikiran buruk harus dilawan dengan minimal lima kenangan manis yang pernah terjadi atau harapan indah yang mungkin terjadi dan mengulang-ulang kata yang positif seperti cinta  serta terimaksish.

Menerima Pikiran Negatif, Nertindak Positif

Pikiran dan perasaan tidak perlu dilawan atau ditindak lanjuti segera, tapi cukup diamati dan diterima. Emosi negatif adalah sesuatu yang wajar untuk didapati dan senormal emosi positif. Pikiran-pikiran yang muncul tidak perlu langsung ditanggapi atau dievaluasi secara berlebihan. Tidak usah juga dihindari atau dipendam. Amarah yang terpendam bisa meledak suatu saat atau malah menjadi penyakit batin ataupun fidik yang menggerogoti diri dari dalam.

Rasa marah juga tidak perlu diekspresikan secara agresif tapi boleh dinyatakan dengan asertif.  Biasanya seseorang marah karena merasa diperlakukan tidak adil atau harapanya dikecewakan dengan tindakan orang lain.

Pelajari dengan seksama, jadilah asertif jangan agresif, dan ambil hikmahnya.

Rahasia ‘Hulk’

Dalam film ‘The Avengers’, slah satu pahlawan super yang biasanya beraksi tanpa kontrol diceritakan sudah bisa mengendalikan kekuatan  dan mengontrol tranformasinya menjadi hulk. Ketika ditanya rahasianya adalah; dia selalu marah. Artinya adalah, kita bisa saja merasakan amarah tapi kita tidak perlu bertindak secara otomatis berdasarkan emosi dengan membabi buta.

Hulk bisa saja selalu merasa marah, tapi dia bisa mengendalikan tindakanya. Dia menerima reaksi, emosi, dan segala pemikiran dengan tetap berpijak dimasa kini (tidak larut dalam ingatan masa lalu atau kekhawatiran di masa depan yang belum terjadi) lalu bertindak dengan mengikuti arahan prinsip-prinsip yang lebih bernilai.

Memaksimalkan Ajaran Agama

Kuatkan kepercayaan serta praktekan ritual-ritual yang mengembangkan  emosi positif seperti banyak-banyak bersyukur dan berdoa, bermeditasi atau berzikir dalam agama Islam, berpuasa serta pergi ke tempat ibadah umum seperti masjid, wihara, pura atau gereja sesuai keyakinan masing-masing.

Meditasi dan berpikir Reflektif

Kuatkan kontak dengan kekinian, bernafas dalam-dalam dengan perlahan dan rasakan setiap sensasi diri dengan keterbukaan serta penerimaan. Menerima dan merasakan apapun yang ada saat ini. Jangan terikat dengan pikiran manapun dimaasa lalu, masa sekarang, dan di masa depan seperti penyesalan, amarah dan kecemasan.

Kita bisa membebaskan diri dari keterikatan itu. Bahasa spiritualnya, melepaskan segala harapan atau keinginan untuk mengendalikan hal-hal di luar kendali kita dengan ikhlas dan pasrah. Bersabar dan sadarai inti diri melebihi batasan fisik, akses ruh dalam tubuh yang merupakan sumber kerohanian kita.

Menemukan Nilai-Nilai Kehidupan

Bertindak dengan prinsip-prinsip sejati tersebut. Kita berkomitmen untuk berperilaku sesuai prinsip berdasarkan nilai yang abadi, bukan bertindak karena perasaan yang bersifat  sementara. Misalkan dengan tetap berpegang teguh pada kejujuran, integritas, siap bertanggung jawab, adil, dan seterusnya.

Sebagai contoh, amarah hanya perlu dirasakan tapi tindakan kita harus berdasarkan prinsip dan nilai yang menjadi komitmen kita. Pegangan atau tuntunan perilaku kita berasal dari prinsip dan nilai, bukan emosi sesaat sehingga kita tidak akan sesat. Inilah komitmen yang harus kita jaga selamanya.

Baca juga :

Semoga artikel berjudul Tips Ampuh Mengendalikan Emosi Kemarahan, bermanfaaat.

salam.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !