TIPS MEMILIH TANAH UNTUK MENGISI POT ATAU POLYBAG

 TIPS MEMILIH TANAH UNTUK MENGISI POT ATAU POLYBAG – Pada kesempatan kali ini wisata sains akan mencoba berbagi tips dalam memilih tanah untuk pot atau polybag.

Dalam ilmu pertanian, memilih jenis tanah adalah faktor penentu kesuksesan dalam berkebun. Ada berbagai kiat untuk menyuburkan tanah, namun tanah induk atau tanah asli merupakan faktor penentu kesuksesan bercocok tanam. Teknologi pertanian memang sudah menemukan cara-cara untuk membuat komposisi tanah untuk polibag atau pot. Namun, yang sering dianggap remeh adalah di mana sebaiknya mengambil tanah induk untuk polibag/pot. Komposisi tanah kita racik sesempurna apapun, jika kita salah memilih tanah induk maka tidak akan sempurna.

Banyak penelitian yang sudah menemukan di mana sebaiknya tanah yang paling baik kita ambil untuk dijadikan bahan dasar dalam mengisi pot atau polybag. Namun hanya orang-orang saja yang tau. Mereka adalah golongan akademisi saja.

Dalam ilmu pertanian tanah merupakan media pertumbuhan tanaman yang mengandung berbagai macam substrat sebagai pendukung dan penghambat kehidupan tanaman itu sendiri. Di dalam tanah terkandung berbagai macam zat dan organisme yang beraneka ragam.

Baca juga : Bertani Padi Organik 

Ada zat yang fungsinya mendukung pertumbuhan tanaman dan juga zat yang menghambat pertumbuhan tanaman. Begitu juga dengan organisme, ada yang bersifat parasit serta sumber penyakit ada yang menguntungkan tanaman.

DI MANA KITA SEBAIKNYA MENGAMBIL TANAH UNTUK MENGISI POLYBAG/POT?

 Menurut para peneliti pertanian, ada beberapa tempat yaitu.

# Tanah yang tidak terkena hujan dan panas atau tanah yang selalu kering.

Contohnya adalah tanah yang di atasnya bekas bangunan rumah. Tanah jenis ini sangat baik sebagai media tanaman.

Alasannya karena tanah tersebut pasti bebas dari bibit-bibit penyakit seperti organisme parasit  yang akan merugikan tanaman. Selain itu kandungan zat organik dalam tanah masih terjaga serta komposisinya masih seimbang karena tidak terkena faktor lingkungan yang ekstrim dalam waktu yang lama sebelumnya.

# Tanah yang disekitarnya ditumbuhi tanaman bambu.

Ada banyak kelebihan mengambil tanah disekitar/dibawah rumpun bambu. Biasanya tanah yang ada di bawah rumpun bambu banyak ditumbuhi cacing dan mikroorganisme pengurai karena kondisinya selalu lembab dan redup. Cacing dan mikroorganisme pengurai sangat bermanfaat bagi tanah. Tanah disekitar tanaman bambu juga terlindung dari faktor lingkungan ekstrim. Coba anda perhatikan, biasanya tanah disekitar rumpun bambu jarang sekali ada tanaman yang tumbuh. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa koloni bambu akan mengeluarkan zat anti parasit dan akar serabut bambu akan menjadikan tanah disekitarnya menjadi gembur dan subur namun tidak ditumbuhi tanaman lain karena redup oleh rumpun bambu itu sendiri.

# Tanah yang diambil dari kebun yang telah selesai ditanami kacang tanah.

Kacang tanah merupakan jenis tanaman yang mampu bersimbiosis dengan bakteri rizhobium. Bakteri ini merupakan bakteri yang mampu untuk menghasilkan zat hara. Bakteri ini menempel disekitar akar-akar tanaman kacang tanah berupa Bintil-bintil kecil dan tersebar diakar tanaman kacang. Tanah bekas ditanami tanaman kacang akan mengandung zat hara yang baik. Namun ada kekurangannya yaitu tanah ini biasanya banyak bibit-bibit penyakit. Apalagi jika tanaman kacang tanah sebelumnya terserang hama. Untuk mengatasi hal ini kita dapat melakukan sterilisasi tanah terlebih dahulu dengan cara membakar tanah sebelum dimasukan ke pot/polibag. Fungsinya untuk membunuh bibit-bibit penyakit yang terkandung dalam tanah. Hasil simbiosis antara bakteri rhizobium dan akar tanaman kacang tanah akan menyuburkan tanah yang ditumbuhi.

# Tanah didekat kandang ternak ruminansia.

Kenapa harus hewan ruminansia?. Sebelumnya saya akan jelaskan dulu hewan ruminansia. Hewan ruminansia adalah hewan yang makanan utamanya dari tanaman seperti sapi kerbau, kuda dan kambing (hewan yang memamah biak). Kotoran hewan ruminansia mengandung kadar organik yang tinggi. Penyubur tanaman paling baik adalah kotoran dari hewan ruminansia. Namun jangan salah, kotoran sapi/ kambing yang masih baru keluar dari hewan justru merupakan racun dan dapat mematikan tanaman jika langsung digunakan untuk pupuk. Hal tersebut dikarenakan kandungan amoniak masih sangat tinggi dan belum didekompodisi oleh mikroorganisme menjadi zat-zat organik. Lama waktu dekomposisi oleh mikroorganisme paling cepat 1 minggu. Kembali ke kenapa tanah disekitar kandang memiliki kualitas bagus untuk mengisi pot. Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas. Kotoran hewan yang telah mengalami dekomposisi akan mengandung zat hara yang melimpah. Tanah yang ada disekitar kandang kaya akan zat organik yang baik untuk tanaman.

Baca : Panduan Lengkap Budidaya Cabai Merah (Lombok Abang) 

Terimaksih. Semoga artikel ini dapat bermanfaat