Blogging Marketing

Tips Menulis Artikel SEO yang Enak Dibaca Ala Bercerita

Banyak tulisan Tips Menulis Artikel SEO di luar sana,

tapi belum terbukti mereka mampu nangkring di page one google,

Begini, dalam menulis, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Selain isi tulisan, kita harus benar-benar paham apa yang kita tulis, lalu kemudian bagaimana teknik kita dalam menulis.

Penting,

Bedakan kamu menulis buku ilmiah, menulis artikel berita atau menulis artikel panduan..

Lalu,

Kamu harus tahu, dimana dan apa media kamu dalam menulis,,

Jika koran ada tekniknya,,

pun juga menulis jurnal ilmiah, ada tekniknya..

Nah, tulisan ini saya tujukan untuk menulis di blog, dimana kita akan membutuhkan teknik yang benar..

jika target sumber pembaca adalah dari mesin pencari seperti google atau bing, maka kamu membutuhkan Teknik SEO.

Apa itu SEO,

Search Engine Optimation..

Mari kita belajar hal tersebut,,

Ini adalah seri panduan tentang Menulis Artikel Blog SEO yang Nyaman Dibaca Manusia,

…meski tulisan harus SEO,

Tapi ;

Pertama-tama dalam menulis lupakan tentang SEO kawan, ini serius !  SEO jadul mengatakan dan mengkriteriakan secara tidak tertulis bahwa kita harus ;

Menulis minimal 500 kata,

Memiliki persebaran densitas kata kunci yang ditarget dalam artikel,

Kata kunci dimeta deskripsi.

Kata kunci diawal paragraf dan akhir paragraf,

Bold / penebalan huruf dalam setiap kata kunci yang kita target,

Serta, harus menggunakan header artikel h2-h…

Semua aturan tertulis tersebut tidak ‘berlaku’ lagi sekarang, atau lebih tepatnya ketinggalan jaman.

Seringkali, karena patokan SEO, sebuah artikel menjadi kaku dan tidak layak dibaca manusia.

Jangan menjadi blogger bodoh dengan “hanya” memikirkan SEO dalam menulis. Kini yang benar-benar diperhitungkan oleh google search adalah soal kualitas !

Lalu bagaimana google search menilai sebuah kualitas artikel blog?

Mari kita belajar dari tulisan online,,dan offline…

keduanya berbeda,,

Oke,

..pertama mari kita bedakan terlebih dahulu tulisan untuk konsumsi di website dan tulisan nyata, seperti buku dan majalah. Coba Anda bayangkan, Anda membaca situs berita di dekstop komputer dengan membaca koran,

..apa yang Anda lakukan? ..

karena kita bisa belajar dari aktifitas ini.

Pola pembaca koran / majalah akan “cenderung” untuk membaca dengan detail dan tanpa ada yang terlewati, sementara pembaca blog / website haya terpaku pada bagian-bagian yang menarik saja dari blog / website yang sedang mereka baca.

Bukan apa-apa, ini adalah tentang pembaca tulisan Anda dan melimpahnya tulisan lain yang sejenis dengan tulisan Anda, dengan kata lain “saingan” Anda.

Jika Anda membaca koran, maka Anda akan disuguhkan berbagai macam topik  yang berbeda dalam satu koran tersebut, dan mau tidak mau Anda harus membaca koran tersebut karena tidak ada koran lain yang menjadi langganan Anda. Misalnya saja Anda hanya berlangganan kompas.

Jadi Google menilai dari kebiasaan pola pembaca yang datang ke blog kita !

Apa yang google nilai?

Google menilai dari seberapa “lama” pembaca membaca tulisan Anda?.

Logikanya adalah, sebuah artikel berkualitas tentu akan dibaca sampai dengan selesai,..dalam proses ini, pembaca butuh waktu dan menghabiskan waktu untuk membaca artikel.

Nah inilah yang digunakan google untuk memberikan peringkat pada sebuah konten artikel kini, tentunya selain backlink.

Apakah jumlah kata dalam artikel kita harus banyak ?

Saya jawab, IYA !,

Tapi catat !,

..artikel berkualitas pasti banyak mengandung jumlah kata, karena mengulas dengan detail membutuhkan banyak kata, namun artikel dengan jumalah kata yang banyak tidak berarti berkualitas !

Anda bisa membandingakan antara 2 artikel dengan jumlah kata sama, mana yang lebih berkualitas?,

Membedakannya adalah pada seberapa durasi pembaca menghabiskan waktu pada artikel tersebut, dan berapa jumlah share ke medsos. Semakin berkualitas sebuah tulisan, maka semakin kita membutuhkan waktu untuk membaca dan semakin banyak orang yang merekomendasikan artikel tersebut.

Menulis Artikel Blog SEO yang Nyaman Dibaca Manusia
Panduanim.com

Saya selalu berlangganan blog panduanim.com untuk belajar blogging, salah satu pelajaran yang saya ingat adalah quot yang paling saya sukai adalah.

Di era SEO modern, artikel yang human-friendly berarti juga SEO-friendly

Ngomong-ngomong human-frendly, ada kaitanya dengan kebiasaan manusia yang selalu suka hal-hal menarik dan mengundang penasaran. Konsep ini bisa kita terapkan dalam strategi kita dalam menulis artikel blog SEO.

Bagaimana caranya menulis artikel yang benar ?

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa pembaca blog hanya akan membaca bagian-bagian tertentu saja yang menarik.

Pertama,

Gunakanlah judul artikel yang mengundang penasaran pembaca untuk melihat !

Anda bisa mengkobinasikan judul yang menarik dengan isi artikel yang prima, tentu ini akan menjadi duet maut ampuh dalam menjaring pembaca.

Gunakan bahasa yang human reading, pancing pembaca untuk terus dan terus membaca

Ini adalah tips yang menurut saya sulit. Saya bilang sulit, tapi bukan tidak mungkin.

Kepala setiap orang memiliki rasa ketertarikan yang berbeda-beda. Mencari strategi general dalam tulisan agar di sukai banyak orang adalah kunci dari menciptakan tulisan yang human reading.

Seperti apa human reading ini?

Mari kita generalisasikan bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mempermudah hidupnya.  Tentu dalam membacapun sama, jadi optimalkan tulisan dengan 3 strategi berikut.

Tulisan Menarik,

Mudah dibaca,

Berbobot dan bermanfaat.

Study Kasus :

Mana yang anda pilih? Blog dengan bahasa sederhana namun berisi atau blog dengan jabaran bahasa tingkat tinggi?

Saya sendiri memilih yang pertama. Lagi-lagi ini adalah tentang human reading.

Banyak yang tidak paham atau sengaja atau malah sudah biasa, blogger menulis artikel blog mereka dengan bahasa “langit”. Perlu diingat, secerdas apapun pembaca, mereka masih manusia yang suka dengan kemudahan.

..Jangan lupakan itu !

Saya jamin, 9 dari 10 orang menyukai kemudahan dalam segala aspek kehidupan mereka.

Jadi, janganlah menulis artikel dengan bahasa dewa, karena pembaca adalah manusia biasa yang masih suka dengan kemudahan.

“Buang” jauh-jauh aturan Bahasa Indonesia dalam menulis artikel blog

Jika Anda pernah belajar Bahasa Indonesia, ada istilah menulislah sesuai EYD, apa itu EYD? Ejaan Yang Disempurnakan.

Lalu gunakanlah beberapa kalimat dalam paragraf,

Jangan gunakan kata penghubung seperti (jika, atau, dalam, dan) dalam awal kalimat.

Dan lainya,

Jika Anda menulis artikel blog jangan lakukan itu !,

..saya melakukan reset kecil-kecilan pada artikel blog dengan target kata kunci “cowok cool”. Saya mendapatkan bahwa, tulisan yang tidak mematuhi EYD nangkring di no 2 google dengan kata kunci cowok cool.

Apa yang saya lakukan dengan artikel tersebut ?

Tulisan dalam artikel tersebut tidak sama sekali mengindahkan aturan EYD dan aturan bahasa baku.  Hanya ditulis dengan bahasa sendiri yang renyah dan mudah dipahami.

Jangan tanggung-tanggung dalam menulis artikel blog

Apa tujuan Anda menulis?

Jika tujuanya mencari trafik dan menjadi ranking 1 google, maka jangan tangung-tanggung !. Ini penyakit saya “dulu”. Buru-buru menulis dan buru-buru mempublish. Apa yang terjadi, karena hal tersebut tulisan-tulisan saya dangkal dan sia-sia.

Lalu harusnya seperti apa?

Menulis artikel blog SEO butuh niat, menguasai bidang, action dan promosi konten blog. Tulislah bahasan anda dengan detail dan lengkap ! bukan tulisan kejar target yang akhirnya sia-sia dan menjadi sampah di google search.

Seperti misalnya menulis bagaimana membuat email yang lengkap dan dengan pembahasan yang dalam.

Kesimpulan :

Dalam menulis artikel blog jangan lupakan sisi kemanusiaanya. Buat tulisan untuk dibaca manusia, bukan tulisan untuk dibaca robot. Jangan terpatok pada ilmu SEO lawas, karena SEO modern sudah berkembang. Selalu ingat, bahwa google akan selalu memperbaiki mensin pencarinya .

SEO Modern = Kualitas

Jadi SEO bersifat dinamis menurut saya, tidak statis. Yang berhenti belajar tentang SEO, maka akan tertinggal.

3 Comments

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !