Tokoh Katolik Indonesia (Ignatius Joseph Kasimo)

Sebagai kado Natal bagi umat Katolik tidak ada salahnya chyrun.com menulis artikel tentang salah-satu tokoh Katolik yang ada di Indonesia, tidak banyak referensi terkait tentang tokoh yang akan saya tulis ini, namun karena itu justru menjadi tantangan bagi penulis untuk jauh menggali berbagai artikel dan bacaan yang mendukung tulisan ini.

Ignatius Joseph Kasimo sebuah nama yang begitu masih asing di telinga masyarakat Indonesia dan tidak terlalu dikenal, mungkin juga bagi sebagian orang Katolik, namanya tertelan oleh tokoh-tokoh besar kemerdekaan ketika itu seperti Soekarno, Moh Hatta atau bahkan Jendral Soedirman, Ignatius Joseph Kasimo adalah anak seorang prajurit keraton Yogyakarta, lahir dari kandungan seorang ibu bernama Ronosentika dan seorang ayah yang bernama Dalikem, sejak kecil hidup di lingkungan keraton yang membuatnya begitu mengenal adat-istiadat dan tata karma Jawa yang menjadikan Kasimo begitu mencintai tanah air Indonesia.

Tokoh Katolik Indonesia (Ignatius Joseph Kasimo)
Ignatius Joseph Kasimo (Berjas Hitam)

Adat istiadat Jawa ini yang membentuk Kasimo menjadi pribadi yang baik, peka terhadap lingkungan dan tenggang dengan sesama, ayah Kasimo sendiri memang sangat memegang erat budaya Jawa, sebagai salah-satu prajurit kraton sudah tentu perilaku (Unggah-ungguh) ini selalu di pakai dalam kehidupan sehari-hari termasuk untuk mendidik anak-anaknya salah-satunya Kasimo.

Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda IJ. Kasimo aktif sebagai angota dewan  anggota Volksraad ( Dewan rakyat ) dan juga pendiri partai politik katolik Indonesia ( PPKI ) dia sangat menentang kebijakan belanda yang tidak pro kepada masyarakat kecil dan terus mengusahakan bersama pimpinan yang lain untuk  mengupayakan kemerdekaan Indonesia dibuktikan dengan sikap dan pernyataan beliau pada sidang volksraad lewat pernyataanya yang kurang lebih berisi seperti ini.

“Tuan Ketua dengan ini saya menyatakan bahwa suku-suku bangsa Indonesia yang berada dibawah kekuasaan Negeri Belanda, menurut kodratnya mempunyai hak serta kewajiban untuk membina eksistensinya sendiri sebagai bangsa, dan karenanya berhak memperjuangkan pengaturan negara sendiri sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan bangsa sesuai dengan kebutuhan nasional, yaitu sesempurna mungkin Ini berarti bahwaNegeri Belanda sebagai negara berbudaya terpanggil untuk ikut mengembangkan seluruh rakyat, dan khususnya sebagai negara penjajah, mempunyai kewajiban untuk membimbing dan merampungkan pendidikan rakyat, sehingga dengan demikian dapat dicapai kesejahteraan rakyat Indonesia, untuk kemudian dapat diberikan hak untuk mengatur dan akhirnya memerintah sendiri.”

Sebagai pejuang dan tokoh pluralisme, Kasimo tidak hanya diterima baik dikalangan Katolik belaka, namun beliau juga bisa membaur dengan kelompok mana pun asal sama-sama mempunyai visi dan misi yang sama dalam sebuah persamaan hak dan kewajiban dan juga dalam sistem kenegaraan,dibuktikan pada periode Agresi Militer Belanda ke II yang ketika itu berhasil menangkap presiden Soekarno dan para pejabat pemerintahan lainya, Kasimo dan beberapa menteri yang berhasil meloloskan diri ikut aktif bergerilya dan tetap teguh menegakan kedaulatan Indonesia secara penuh bahkan DPP KPPI ketika itu yang berpusat di Solo di pindahkan ke Yogyakarta ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintahan Indonesia yang sedang terasingkan di Yogyakarta yang sebelumnya pemerintahan Indonesia berada di Jakarta, Kasimo sesungguhnya sudah lama menjadi pahlawan di hati sebagian masyarakat Indonesia, khusus umat Katolik yang telah menjadikannya sebagai Bapak Politik Awam. Ia juga merupakan satu-satunya awam Katolik Indonesia yang mendapat penghargaan tertinggi berupa bintang Ordo Gregorious Agung dari Vatikan.

Bahkan pada tanggal 11 september 2011 kemarin Ignatius Josep Kasimo dan beberapa tokoh pejuang yang lain dinobatkan secara resmi menjadi pahlawan Republik Indonesia penghargaan yang tidak berlebih mengingat jasa-jasa beliau semasa memperjuangkan kesatuan dan kedaulatan Republik Indonesia dan sebagai menteri perdagangan pada saat itu.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !