Trichoderma Dan Zat Pewarna (Dekolorisasi)

Trichoderma Dan Zat Pewarna (Dekolorisasi) – Trichoderma adalah salah satu jamur yang tersebar luas (kosmopolitan) di lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Genus Trichoderma terdiri atas beberapa jamur saprofit yang mudah dikenali karena sporanya berwarna hijau. Trichoderma merupakan jenis jamur non mikoriza yang dapat ditemukan hampir di semua macam tanah dan berbagai habitat antara lain, kayu lapuk, sisa tanaman, dan jerami. Trichoderma tumbuh sangat baik dan berlimpah di dalam tanah di sekitar perakaran tanaman. Salah satu peranan jamur ini yaitu sebagai biodekomposer karena mampu memanfaatkan bahan organik di alam terutama selulosa sebagai sumber karbon dan energi untuk kebutuhan hidupnya.

Koloni Trichoderma ketika ditumbuhkan pada medium biakan, berdiameter lebih dari 5 cm dalam waktu 9 hari. Warna koloni semula berwarna putih, selanjutnya menjadi putih kehijauan dan menjadi hijau redup terutama pada bagian yang menunjukkan banyak terdapat konidia, sedangkan warna sebalik koloni tidak berwarna. Trichoderma memiliki pola persebaran koloni radial atau membentuk lingkaran-lingkaran. Ciri spesifik jamur ini adalah (1) miselium septat, (2) konidia bercabang banyak, septat dan ujung percabangannya merupakan sterigma, membentuk konidia bulat atau oval, berwarna hijau terang dan berbentuk bola-bola.

Trichoderma merupakan salah satu jamur yang mampu hidup pada limbah cair khususnya pada pengolahan buangan dengan lumpur aktif. Trichoderma sp. merupakan salah satu jamur lokal limbah batik yang dapat mendekolorisasi dan mendetoksifikasi limbah cair yang mengandung pewarna. Jamur yang dapat hidup dalam limbah yang mengandung pewarna mampu mengakumulasi serta menurunkan efek racun limbah pewarna tersebut.

Trichoderma Dan Zat Pewarna (Dekolorisasi)

 Limbah cair warna dihasilkan akibat penggunaan zat warna sintetik dalam proses produksinya. Salah satu industri yang banyak menggunakan zat warna dan menghasilkan limbah cair warna adalah industri kerajinan batik. Proses pembuatan batik meliputi tahapan antara lain penggambaran pola dengan cetakan dilapisi lilin dan menggambar dengan canting, proses pewarna dasar, proses pewarna lanjut, dan proses pencucian kain dengan lilin. Sebagian besar limbah cair yang dihasilkan berasal dari proses pewarnaan dan pencucian.

Limbah cair industri batik memiliki sifat dan komposisi yang kompleks. Secara umum limbah cair industri batik mempunyai karakteristik berwarna, pH tinggi, kadar BOD, COD, TSS, nitrat, logam berat dan minyak tinggi dan telah melewati ambang baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Umumnya limbah pewarna hasil buangan industri kerajinan batik ini langsung dibuang di sekitar lokasi pembatikan.

Pembuangan air limbah ke lingkungan perairan tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu dapat mengakibatkan timbulnya masalah pencemaran lingkungan dan kesehatan. Toksisitas zat warna reaktif menurut kriteria Uni Eropa untuk bahan berbahaya adalah tergolong rendah, akan tetapi keberadaannya dalam air dapat menghambat penetrasi sinar matahari ke dalam air sehingga mengganggu aktivitas fotosintesis mikroalga. Dampak selanjutnya adalah pasokan oksigen dalam air menjadi berkurang dan akhirnya memicu aktivitas mikroba secara anaerobik yang menghasilkan produk berbau tak sedap. Aktivitas anaerobik yang dilakukan mikroba pada limbah pewarna menghasilkan senyawa amina aromatik yang jauh lebih toksik dan mutagenik.

Salah satu zat warna yang sering digunakan dalam industri pembatikan adalah zat warna napthol. Pewarna naphtol merupakan zat warna azo yang tidak larut dalam air. Zat warna  naphtol merupakan salah satu contoh pewarna azo yang memiliki sifat asam, reaktif dan anionik. Pewarna azo mengandung paling sedikit satu ikatan ganda N=N dan mempunyai gugus reaktif yang dapat membentuk ikatan kovalen dengan gugus -OH, -NH atau -SH pada serat. Riyanto (2012) menyatakan pewarna sintetik azo bersifat stabil sehingga sangat sulit untuk terdegradasi di alam dan berbahaya bagi lingkungan apabila dalam konsentrasi yang besar. Zat warna sintetik azo sulit didegradasi oleh beberapa jenis mikroba.

Trichoderma dilaporkan mampu tumbuh dalam limbah cair yang mengandung pewarna serta dapat mendekolorisasi pewarna tersebut. Limbah cair pewarna mengandung nutrient, materi organik, materi anorganik dan berbagai macam logam berat yang dapat dimanfaatkan oleh jamur untuk pertumbuhan. Trichoderma viride dan Trichoderma harzianum mampu tumbuh pada media yang mengandung pewarna methyl orange dan dapat mendekolorisasi pewarna tersebut. T. harzianum juga dilaporkan mempunyai kemampuan untuk mendekolorisasi pewarna Congo red dan Bromophenol blue.

Mekanisme dekolorisasi oleh jamur terjadi secara enzimatis dan non-enzimatis. Mekanisme dekolorisasi secara non-enzimatis oleh jamur terjadi melalui proses adsorpsi zat warna oleh dinding sel jamur. Komponen utama penyusun dinding sel jamur yang sering digunakan untuk proses biosorbsi adalah kitin yang merupakan turunan dari selulosa yang sangat efektif sebagai biosorben. Mekanisme dekolorisasi secara enzimatis menggunakan enzim-enzim ekstraseluler kompleks yang dihasilkan oleh jamur. Enzim yang terlibat dalam penurunan warna adalah lignin peroksidase (LiP), mangan dependen peroksidase (MnP) dan lakase (Lac) yang di sekresikan oleh hifa. Enzim ekstraseluler yang dihasilkan oleh jamur digunakan untuk memutus ikatan rangkap amin aromatik dan penjenuhan rantai karbon siklik yang terdapat pada zat warna sehingga terjadi proses dekolorisasi.

Proses biodegradasi limbah cair industri diketahui dilakukan oleh aktivitas lakase. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena lakase memiliki aktivitas katalitik terhadap berbagai jenis substrat. Aktivitas enzimatik pada lakase merupakan aktivitas oksidasi yang menghasilkan satu elektron hasil oksidasi senyawa fenol dan mereduksi oksigen menjadi air. Trichoderma mampu menghasilkan enzim ekstraseluler lakase. Trichoderma merupakan produsen lakase yang prospektif.

Category: Ilmiah Tag:

About tohir

Ingin Belajar Sampai Dunia Alien, Bahwa berhenti belajar adalah kemunduran pemikiran. Tertarik pada hal baru yang mengundang penasaran.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !