Tujuan Membaca Adalah Mencari Kebenaran, Belajarlah dari Surat Cinta Tuhan

Belajarlah dari Surat Cinta Tuhan – Teman, banyak lho di antara kita yang susah banget kalau diajak untuk membaca. Bagi sebagian kita ngeceng di mall lebih membahagiakan ketimbang membaca buku. Sehingga kita tak pernah bisa membaca peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Padahal di balik semua peristiwa ada hikmahnya lho!

Tau nggak sih, jika kita rajin membaca, kita mampu mengungkap rahasia alam semesta. Seperti yang dilakukan oleh seorang ilmuwan asal Yunani yang bernama Archimides. Pemuda yang namanya diabadikan untuk mengingat hukum berat jenis itu, menemukan teorinya tanpa sadar.

Ceritanya gini nih, Archimides pusing tujuh keliling karena dia ditantang raja untuk menghitung berapa volume mahkota sang raja. Di saat pikirannya mentok, ia mencoba untuk berendam di dalam baththub, saat ia memasukkan kakinya, tiba-tiba air dalam baththub perlahan-lahan itu tumpah. Ilmuwan itu melakukannya berulang-ulang, ketika memperhatikan air yang tumpah itu dengan seksama, tiba-tiba aja ia keluar sambil berteriak girang, “Eureka! Eureka! (Aku dapat)” tanpa ia sadari bahwa ia belum mengenakan pakaian sehelaipun.

Archimides telah berhasil memecahkan persoalan yang ditujukan oleh Raja Sicilia kepadanya. Raja itu ingin mengetahui berapa volume mahkotanya yang terbuat dari emas murni. Lingkaran mahkotanya itu penuh dengan ukiran hingga mustahil (pikirnya) untuk diukur. Begitulah, Archimides telah memecahkan persoalan itu dengan proses membaca fenomena air yang tumpah saat dia berendam di dalam baththub.

Begitu juga dengan sang penemu hukum gravitasi Sir Isaac Newton. Dia menemukan teorinya saat sedang duduk di bawah pohon apel lho! Mau tau gak ceritanya? Nah ini kisahnya. Ketika itu, Newton sedang merenung mengapa sebuah benda yang dilempar ke atas kemudian jatuh kembali ke bawah. Lagi asyik merenung, tiba-tiba sebutir buah apel jatuh di atas kepalanya dan akhirnya ia menemukan hukum gravitasi. Mengapa itu bisa terjadi? Karena ia “membaca” atau iqra tanda-tanda alam saat apel itu jatuh ke bumi.

Apa yang terjadi apabila kamu pergi ngelayat orang meninggal (ta’ziyah), tapi kostumnya kayak orang mau olahraga? Pasti gak banget deh. Salah banget kan? Tau gak sih, itu kan terjadi karena kita gak mau baca lho. Jadi kita tak mengerti mana yang benar dan mana yang salah.

Teman, salah satu tujuan membaca adalah untuk mencari kebenaran. Coba deh, andaikata kamu punya mobil keluaran Eropa, tapi ketika rusak dibetulinya menggunakan buku panduan mobil Amerika. Apa yang terjadi?

Trus, kalau kamu lagi sakit perut lalu berobatnya ke dokter kandungan. Kira-kira sembuh gak ya? Ada yang lebih gak nyambung lagi. Mau kursus komputer tapi perginya malah ke bengkel sepeda. Mmmm….. kalau semua orang di dunia seperti itu, kacau kan?

Teman, kalau semuanya pada salah kayak gitu, nggak mungkin dunia ini bisa tenteram. Nah, untuk itulah mengapa kita harus mencari sesuatu yang tepat untuk memperbaiki yang tidak baik. Tentunya, kita harus mencari yang ahli untuk memperbaiki sesuatu yang rusak. Bahkan mungkin ke sumbernya langsung, contohnya saja, kalau kita punya mobil Eropa, ya tentu saja kita harus ke bengkel mobil Eropa jika terjadi kerusakan.

Sobat, kita ini siapa dan ciptaan siapa sih? Tuhan kan? Bukankah Tuhan yang paling tau tentang ciptaanNya? Karena itu, Tuhan juga memberikan panduan hidup kepada kita berupa Al Quran (muslim). So… kalau kita (muslim) ngambil panduan yang bukan dari Allah kira-kira ancur nggak?

Sobat, bagaimana rasanya kalau kamu dapet surat cinta dari orang yang kamu sayangi? Senengkan? Pasti setiap hari kamu baca. Nah, sekarang kalau kamu dapat surat cinta dari yang sangat mencintai kamu, yang selalu memafkan kamu, sekaligus tempat kamu meminta apapun yang kamu mau, apakah kamu juga akan membacanya setiap saat dan setiap waktu? Pastinya iya… sebab kamu akan selalu berdebar-debar menanti kejutan baru darinya.

Nah, bukankah yang selalu mencintai kita, memafkan segala kesalahan kita dan tempat kita meminta segala sesuatu tersebut adalah Tuhan? Lalu, coba kita ingat sejenak apa tanggapan kita terhadap surat cintanya selama ini?

Jika dalam islam adalah Al Quran, Kristen (Injil) dan lain sebagainya.

Jika kamu seorang muslim, Sudahkah ia, Al Quran, lebih penting dari komik dan majalah? Sudah berapa lama ya teronggok di sudut lemari?

Sobat, taukah kamu, mengapa Tuhan turunkan surat cinta padamu? Karena Tuhan sayang padamu. Allah ingin kita semua merasakan kebahagiaan dan kedamaian baik di dunia dan di akhirat.

About Tohir 829 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*