Tunjangan Sertifikasi Tak Kunjung Cair, Guru PNS Heboh. Guru Honorer Biasa Aja Tuh!

Tunjangan Sertifikasi Tak Kunjung Cair, Guru PNS Heboh. Guru Honorer Biasa Aja Tuh! – Akhir-akhir ini sering kita jumpai obrolan mengenai tunjangan sertifikasi yang tak kunjung cair, mengeluh dengan keadaan memandang tunjangan sertifikasi sebagai penghasilan yang utama.

Padahal gaji pokok guru PNS sudah dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bila ukurannya manusia normal, bila tidak akan selamanya manusia penuh dengan rasa kurang.

Tujuan tunjangan sertifikasi guru sebenarnya adalah meningkatkan mutu dan kualitas pendidik, bukan memperkaya diri, jadi uang serifikasi sebenarnya tidak boleh digunakan untuk keperluan sehari-hari namun digunakan untuk keperluan sekolah misal membeli buku atau laptop guna menunjang kegiatan belajar seorang guru.

ilustrasi ujuk rasa guru honorer

Ilustrasi ujuk rasa guru honorer

tapi ah sudahlah hak mereka yang sudah mendapat, cuma terkadang miris saja uang sertifikasi digunakan bagi sebagian guru hanya untuk memperkaya diri saja tanpa ada imbas kualitas individu mereka juga meningkat.

Bisa dibilang dengan adanya tunjangan sertifikasi ini guru PNS menjadi makmur, banyak kita jumpai guru-guru sekarang yang mempunyai mobil padahal guru zaman dulu untuk mempunyai mobil terasa mustahil. Karena gajinya memang pas-pasan hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja bisa dikatakan kurang.

Namun sayangnya guru PNS yang sudah mendapat sertifikasi seakan menjadi harapan yang utama untuk bisa mendapatkan uang, bila tunjangan tak kunjung cair mereka akan mengeluh dan tak jarang nyinyir pemerintah.

Mereka lupa untuk melihat ke bawah dengan banyak guru honorer yang belum bersertifikasi, apa mereka pernah sedikit memikirkan nasib guru honorer, tidak. Karena mereka sudah kelewat nyaman sekarang.

Bahkan hanya untuk menjaga perasaan guru honorer saja tidak bisa, mereka hanya sibuk membicarakan uang dan uang, dan kita sebagai guru honorer hanya bisa mendengarkan saja, kemewahan-kemewahan yang mereka munculkan.

Memang ada beberapa sekolah yang sudah mulai memperhatikan, bila tunjangan sertifikasi turun maka akan dipotong sekian persen untuk guru yang belum bersertifikasi, namun itupun nominalnya relatif sangat kecil dibanding pendapatan yang mereka dapat.

Sudah lah tak usahlah meributkan soal tunjangan tak kunjung cair, dulu waktu kita belum mendapatkan sertifikasi, toh kita biasa saja. Hidup kita normal dan kita masih bisa hidup layak.

Dulu nasib kita pun sama, dulu kita juga menjadi guru honorer, namun rasanya sekarang kita lupa menjadi mereka, karena kita sering meributkan kekurangan penghasilan kita, kita sering dan hampir pasti berulang disetiap waktu tunjangan yang tak kunjung cair.

Berbicara masalah kualitas, guru honorer kualitasnya tak kalah dengan guru PNS, bahkan mereka seringkali mendapatkan banyak tugas dari pada guru PNS, menjadi wali kelas dan lain sebagainya yang jelas akan menambah beban kerja mereka.

Jangan tanya penghasilan, gaji mereka sangat jauh dari layak, sangat jauh dari kita sebagai guru PNS. Masihkah kita mengeluh? Sesekali marilah lihat perjuangan saudara seprofesi namun beda nasib ini.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !