Artikel

Uniknya Proses Pembuatan Gula Merah

Uniknya Proses Pembuatan Gula Merah – Hemm, Gula merah. Saya menyebut sebagai gula Jawa, meskipun bukan hanya orang Jawa yang membuat gula ini. Kebetulan sekali didaerah saya mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pembuat gula merah. Maka pada kesempatan ini saya ingin berbagi keunikan tentang pembuatan gula merah. Saya tinggal di Kabupaten Banyumas, tepatnya di kecamatan Cilongok. Jika yang belum tahu, kecamatan Cilongok menjadi salah satu sentra produksi gula merah di Kabupaten Banyumas.

Berikut kandungan gizi gula merah :

Kandungan gizi gula merah/ kelapa

Apa si Uniknya Dalam Pembuatan Gula Merah ? oke, mari simak ulasan berikut ini. Akan saya lengkapi artikel ini dengan vidio pembuatan gula merah agar pembaca sekalian terhibur. Ada beberapa tahapan dalam prosesnya gan, dari persiapan, penyadapan, memasak, pengadukan dan pencetakan gula merah.

Pada artikel lain selanjutnya, semoga penulis dapat mendeskripsikan proses pembuatan gula merah secara lengkap. Untuk saat ini saya hanya ingin mengulas seputar keunikan-keunika pembuatan gula merah.

Keunikan yang pertama ( Penyadapan ) 

Bahan pembuatan gula merah di ambil dari bunga kelapa yang orang jawa bilang dengan manggar. Penyadapan dilakukan dengan memanjat pohon kelapa yang tingginya 15-25 m. Waoo, bayangkan kawan, para penyadap yang kami sebut penderes memanjat pohon kelapa tanpa pengaman sama sekali.

Berikut adalah kandungan gizi nila kelapa :

Kandungan nira kelapa

Keunikan yang kedua ( Pongkor ) 

Apa itu pongkor, pongkor adalah tempat penyimpanan nira sementara. Pongkor mempunyai fungsi menampung tetes demi tetes nira kelapa yang keluar. Pongkor akan menggantung di pohon kelapa sampai waktu yang sudah ditentukan, biasanya setengah hari. dan di akhir hari pongkor akan di ambil dan sudah berisi nira kelapa di dalamnya.

Uniknya Proses Pembuatan Gula Merah
pongkor

Keunikan yang ketiga (Arit)

Arit adalah sejenis clurit yang difungsikan sebagai pemotong manggar (bunga kelapa). Biasanya sebelum penderes/penyadap nira memulai pekerjaanya maka clurit/arit ini akan di gosok-gosok di gerenda agar tajam dan memudahkan memotong manggar kelapa. Para penderes setelah sampai ke puncak pohon lalu duduk di tandan pohon kelapa, maka mereka akan mulai memotong manggar kelapa/bunga dengan ketebalan kurang lebih 1 cm. Setelah itu barulah pongkor di pasang.

Keunikan yang keempat adalah pada saat memasak

Nah untuk keunikan yang satu ini, biasanya ada yang menamakan indel, ada yang nitis, ada juga yang biasa menyebutnya nggulani.

Teryata eh ternyata, proses pembuatan gula merah mirip pembuatan dodol yah, harus di udek dan di ulek sampai kental dan siap di cetak. Nah, untuk warna kawan, penderes tidak menggunakan pewarna. Mereka hanya menggunakan tingkat kematangan. Jika ingin berwarna kuning kemerah-merahan maka memasak tidak sampai memerah, sebaliknya jika ingin gula merah kehitaman maka masaklah gula sampai merah tua.

Pada saat percetakan (uih percetakan buku maksudnya? bukan…) digunakan cetakan yang biasanya orang-orang menyebutnya sengkang. Terbuat dari bambu ukura tergantung selera. Di potong seragam dan digunakan sebagai media pencetak gula merah. Ini adalah alat cetak tradisional yang masih sangat unik.

Uniknya Proses Pembuatan Gula Merah
sengkang

Keunikan yang kelima adalah penjualan

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, tiba saatnya gula merah dijual. Uniknya dari proses ini adalah biasanya gula merah dijual pada hari pasaran kliwon, karena pada hari selanjutnya yaitu manis/legi uangnya digunakan untuk berbelanja kebutuhan.

Hal unik selanjutnya adalah, berbeda dengan transaksi jual beli lainnya,  dalam jual beli gula merah, harga gula merah ditentukan oleh pembeli. Unik bukan?

Baca Juga : Cara penyadapan dan pengambilan nira aren