Usiamu Mulai Dewasa? Siap-Siap Dengan Pertanyaan Ini

Usiamu Mulai Dewasa? Siap-Siap Dengan Pertanyaan Ini – Hmm, berbicara masalah dewasa, ada yang berkata bahwa dewasa tak ditentukan oleh usia. Kadang ada orang yang masih berusia muda tapi pikiran dan perilakunya sudah dewasa, atau sebaliknya yang usianya sudah “tua” malah kaya anak-anak.

Tapi itu jangan dijadikan patokan, harus ada standar umur dimana seseorang sudah bisa dikatakan dewasa. Ukuran tersebut tentu berbeda antara laki-laki dan perempuan. Kalau laki-laki kira-kira ya 23 tahun, kalau perempuan mulai 20 tahun. Ketika masuk usia tersebut, mereka mulai memikirkan dengan serius berbagai sisi kehiduan, baik itu karir, jodoh dan pola pikir.

usia dewasa

usia dewasa

Tentu itu menimbulkan tekanan tersendiri. Ditambah lagi akan timbul tekanan-tekanan dari luar berupa tuntutan, hak mereka atas diri kita. Mereka bertanya tentang itu, apa pertanyaannnya? Berikut pertanyaan yang sering kamu dapatkan bila sudah mulai msuk usia dewasa.

“Kapan wisuda?”
Kamu sudah masuk semester akhir dan belum ada tanda-tanda kamu akan menyelesaikan studimu. Pertanyaan ini biasanya diajukan oleh orang tua atau keluarga, atau bisa juga teman lama semasa SMA dulu.

Pertanyaan ini sangat menyiksa. Seolah mau tidak mau kita harus cepat menyelesaikan kuliah, tanpa berfikir bahwa melakukan penelitian itu sulit, melakukan percobaan itu butuh waktu, bertemu dosen itu butuh kesabaran, mencari referensi itu sulit, atau menulis itu butuh inspirasi. Mereka tak mau tahu tentang itu.

Siap-siaplah dengan pertanyaan itu, dan selesaikan tugas akhirmu secepatnya. Semakin kamu tidak menyelesaikannya, akan semakin banyak dan intens pula pertanyaan tersebut kamu dengar.

“Kerja dimana?”

“Sekarang kerja dimana?”, pertanyaan dengan jawaban serba salah, mau jujur mengatakan belum kerja malu dan gengsi, mau mengatakan kerja di ini dan itu nyatanya masih nganggur/mencari lowongan kerja/memasukan lamaran kerja.

Apalagi kalau pertanyaan ini diucapkan oleh orang tua pacar, waduh, bisa-bisa akan dipecat dari calon meanatunya nih, hehe..

“Pacarmu orang mana?”

Ini juga termasuk pertanyaan yang ngenes, khususnya bagi para jomblo. Serba salah juga. Misalnya,
“Pacar kamu anak mana?”
“Aku tidak punya pacar”
“Masa sih sudah dewasa kok belum punya pacar”
*akhirnya hati hancur

atau

“Pacar kamu anak mana”
“Oh, anak satu kampus aja”
“kok gak pernah lihat jalan bareng atau foto di medsos?”
*menusuk dihati

Bagi yang punya pasangan tentu pertanyaan ini bukan masalah, tapi bagi para jomblo tentu ini bukan pertanyaan biasa.

Yang harus kamu jawab adalah kejujuran, jika tak punya pacar ya katakana saja berikut alasannya. Jika kesulitan mencari pacar katakan saja suruh dicariin sama dia. Intinya jujur, jangan gengsi.

“Kapan nikah?”

Sebenarnya sih sudah berfikir ke arah situ. Tapi ada saja kendala untuk merealisasikannya. Tapi kendalanya banyak,
Belum punya penghasilan
Masih ingin berkarir dan studi
Belum siap secara mental
Belum ada pasangannya
Gabungan dari semua alasan diatas, hehe

“Kapan aku dilamar?”

Ini nih, pertanyaan yang harus siap diterima oleh para cowok. Setelah lama kalian berpacaran, tentu dia ingin suatu langkah serius, tahap yang bukan lagi main-main mengingat kalian sudah dewasa.

Si perempuan juga dengan budaya timur sudah mendapatkan tekanan dari lingkungan, dia ingin suatu kejelasan dan kepastian. Jika perempuan bertanya ini kepadamu, maka memang benar dia sungguh-sungguh mencintaimu. Lamarlah dia.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !