Keragaman Varietas Tanaman Kelengkeng

Keragaman Varietas dan Ketersediaan Pohon Induk Kelengkeng

Varietas Tanaman Kelengkeng

Salah satu Negara yang merintis pengembangan varietas unggul kelengkeng adalah Thailand. Pada mulanya, di Negara tersebut terdapat tujuh varietas atau kultivar kelengkeng, yaitu Si Chompu, Bico Khieo, Do, Haew, Baidum, E-dang, dan Talub-nak. Setelah melalui seleksi dan pemuliaan tanaman, Departemen Pertanian Thailand melepas (merilis) tiga varietas kelengkeng sebagai varietas unggul, yaitu Bico Khieo, Do, dan Si Chompu. Tanaman visual ketiga varietas kelengkeng tersebut sulit dibedakan, kecuali dengan mengamati warna daging buahnya.

Buah kelengkeng varietas Bico Khieo berbentuk bulat, kulit berwarna hijau kecokelatan, daging buah berwarna putih, dan berasa sangat manis. Buah berukuran cukup besar, dengan bobot ± 15 g/butir. Varietas Do ditandai dengan bentuk buah yang bulat pesek, kulit berwarna cokelat, daging buah berwarna putih, berasa manis, dan tidak mudah rusak atau bahan dalam pengangkutan.

Keragaman Varietas Tanaman Kelengkeng

Buah berukuran lebih besar daripada kelengkeng Bico Khieo, yakni mencapai 18,7 g/butir. Kemudian varietas Si Chompu memiliki karakteristik bentuk buah bulat dengan kulit berwarna cokelat. Daging buah tebal, berwarna pink sampai kuning, berasa manis dan renyah, serta beraroma kuat. Ukuran buah hamper sama dengan buah kelengkeng Bico Khieo, dengan bobot ± 15 g/butir.

Indonesia termasuk Negara yang sudah memiliki varietas kelengkeng sendiri. Di Indonesia terdapat beberapa varietas kelengkeng yang dibedakan menurut lokasi sentrum produksi. Misalnya, di daerah Ambarawa dan temanggung (Jawa Tengah) terdapat kelengkeng Pingit atau kelengkeng Ambarawa dan di Kabupaten Bantul terdapat kelengkeng Bantul (kelengkeng varietas dataran rendah) keragaman varietas kelengkeng local telah memunculkan varietas unggul atau diunggulkan, yaitu kelengkeng Batu dan kelengkeng Bantul. Adapun karakteristik dari kedua varietas kelengkeng tersebut adalah sebagai berikut:

1) Kelengkeng Varietas Batu

Tanaman induk kelengkeng Batu terdapat di desa Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Varietas ini dirilis (dilepas) sebagai varietas unggul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 743/Kpts/TP.240/7/97 tanggal 27 Juli 1997. Adapun karakteristik kelengkeng varietas batu adalah sebagai berikut:

  1. Buah berbentuk bulat, dengan bobot berkisar antara 5-6 g/butir.
  2. Kulit buah halus, tipis, dan berwarna cokelat.
  3. Daging buah tidak berwarna (bening), ngelotok, manis, dan beraroma harum, dengan ketebalan ± 0,7 cm.
  4. Biji berbentuk bulat kecil.
  5. Tinggi tanaman mencapai 15 m dan tajuk melebar seperti paying, dengan lebar tajuk (kanopi) tanaman mencapai 10 m.
  6. Produktivitas mencapai 350 kg/tahun/pohon.

2) Kelengkeng Varietas Dataran Rendah (Bantul)

Kelengkeng Bantul mempunyai daya adaptasi di dataran rendah yang panas yaitu di daerah wisata Goa Selarong (di dekat pantai), Kabupaten Bantul, pada ketinggian kurang dari 100 m dari permukaan laut. Kelengkeng Bantul memiliki karakteristik yang berbeda dari jenis kelengkeng yang lain. Adapun karakteristik kelengkeng Bantul sebagai berikut:

  1. Produktivitas antara 50-150 kg/pohon/tahun.
  2. Mulai berproduksi pada umur 8 tahun dengan hasil 5 kg/pohon dan pada umur 25 tahun produksi telah mencapai 60-120 kg/pohon/tahun.
  3. Tajuk (kanopi) tanaman sangat rimbun dengan percabangan melebar.
  4. Daun tersusun dalam tangkai sebanyak 7-8 helai, dengan susunan bersifat majemuk. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua, sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau. Tepi daun berbentuk rata dan berujung runcing. Ukuran panjang daun ± 10 cm dan lebar 3,5 cm. tulang daun berwarna kuning dan bergaris di bagian bawah permukaan daun.
  5. Pembungaan biasanya terjadi pada bulan Desember dan musim panen berlangsung pada bulan Juni-Juli.
  6. Buah berbentuk bulat dengan bobot rata-rata 8 g/butir. Built buah berwarna cokelat kekuning-kuningan.
  7. Daging buah berwarna putih, bertekstur kenyal, beraroma sangat harum, dan berasa sangat manis.

Keragaman Varietas Tanaman Kelengkeng

Secara umum tanaman kelengkeng dibedakan menjadi bermacam-macam varietas. Sejauh ini ada enam jenis tanaman kelengkeng diantaranya kelengkeng Diamond River, kelengkeng Kristalin, kelengkeng Pingpong, kelengkeng Puan Ray, kelengkeng Aroma Durian, dan kelengkeng Satu Jari – Pucuk Merah. Masing-masing varietas tanaman kelengkeng tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda.

3) Kelengkeng Diamond River

Jenis kelengkeng Diamond River memiliki tajuk daun yang rimbun dan melebar ke samping, percabangan yang dimiliki cukup banyak sehingga kelengkeng jenis ini cocok untuk ditanam di dalam pot. Bentuk daun lebar dan berwarna hijau cerah, dan buah varietas Diamon river cenderung berair.

4) Kelengkeng Kristalin

Kelengkeng ini dinamakan Kristalin karena daging buahnya tidak berwarna (bening) sehingga biji buahnya cenderung terlihat dengan jelas. Rasa dan aromanya sangat menawan, dan bila berbuah keistimewaan kelengkeng ini adalah semua pucuk berbuah dengan serentak. Jenis ini merupakan jenis kelengkeng modern, artinya dalam satu pohon ini sudah terdapat bunga jantan dan bunga betina. Jadi dengan hanya menanam satu pohon saja sudah bisa dipastikan dapat berbuah. Berikut adalah keistemewaan dari kelengkeng Kristalin:

  1. Hanya dalam 1 tahun sejak bibit ditanam, sudah menghasilkan buah.
  2. Jumlah dompolan tiap pohon lebih banyak.
  3. Jumlah buah tiap dompolan lebih banyak.
  4. Daging buah lebih tebal.
  5. Rasa daging buah lebih manis.
  6. Aroma buah lebih tajam.

5) Kelengkeng Pingpong

Jenis kelengkeng ini sangat spektakuler karena buahnya besar hampir sebesar bola pingpong. Aroma wangi dari kelengkeng ini sangat khas dan manisnya tidak kepalang tanggung (sebagian orang menyebutkan manisnya kelewatan). Namun pertajukan kelengkeng ini tidak selebat/serimbun jenis kelengkeng yang lain.

6) Kelengkeng Puan Ray

Jumlah buah lebih lebat daripada kelengkeng Pingpong, berdaging tebal, dan berbiji kecil. Daging buah tidak berair seperti varietas Diamond River. Satu lagi kelebihan Puang Rai adalah pada umur setahun pasca sambung sudah dapat berbuah. Sifat genjah itu didukung dengan frekuensi berbuah yang tinggi meski tanpa perlakuan khusus. Jenis kelengkeng satu ini dipercaya membawa keunggulan lengkeng Diamond River dan kelengkeng Pingpong dalam satu buah. Kelebihan lain yaitu daging buahnya cenderung lebih kering dan biji buahnya kecil.

7) Kelengkeng Aroma Durian

Daging buah jenis kelengkeng ini terasa ada paduan rasa, antara khas kelengkeng dengan durian setengah matang, begitu juga di aroma buahnya. Jenis aroma durian ini dipercaya ada pertalian dengan Varietas pingpong. Pada kondisi tanaman normal, besar buahnya hampir sebesar buah dari kelengkeng pingpong. Jenis kelengkeng ini percabangannya banyak sehingga untuk membuat rimbun pada jenis aroma durian ini sangat mudah.

8) Kelengkeng Satu Jari – Pucuk Merah

Kelengkeng jenis ini buahnya mirip dengan kelengkeng aroma durian, yang membedakan adalah warna kulit di saat masak. kelengkeng Satu Jari akan berwarna gading ke-kuningan sedangkan aroma durian buah masak akan berwarna putih, selain itu aroma duriannya khas kelengkeng Aroma Durian tidak terdapat pada lengkeng satu jari ini. Mungkin karena ada pertalian dengan lengkeng Pingpong, aroma buah dari Satu Jari ini mirip dengan aroma kelengkeng Pingpong. Besar buahnya pada kondisi maksimal sebesar buah kelengkeng pingpong, hanya saja kelengkeng Satu Jari ini bijinya lebih kecil di bandingkan dengan biji lengkeng Pingpong. Fisik daun kelengkeng satu jari juga sangat berbeda dengan kelengkeng Aroma Durian.

Ketersediaan Pohon Induk Kelengkeng

Pohon induk kelengkeng banyak dipelihara oleh petani ataupun di balai-balai perbanyakan bibit tanaman kelengkeng di Indonesia. Hampir di setiap balai perkebunan yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta memiliki pohon induk yang cukup banyak. Hal itu dilakukan karena semakin banyaknya permintaan dan kebutuhan bibit tanaman kelengkeng yang diharapkan menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya. Namun, kebanyakan pohon induk kelengkeng yang ada kurang produktif dalam pemanfaatannya karena mutunya yang masih jauh dari kata layak. Hal tersebut dikarenakan kurang telitinya dalam memilih pohon kelengkeng sebagai perindukkan.

Baca juga : Teknik Budidaya Kelengkeng

Pemilihan pohon induk kelengkeng memiliki karakteristik tertentu dan harus lolos seleksi. Hal yang perlu diperhatikan yaitu pohon tersebut memiliki perakaran yang kuat, pertumbuhan yang baik, dan sudah menghasilkan atau memproduksi buah, dan sudah mampu diambil bagian vegetatifnya. Tujuan seleksi pohon induk kelengkeng adalah untuk memilih individu pohon yang berfenotipe baik dimana benih atau bahan vegetatifnya yang akan diunduh atau diambil untuk dijadikan bahan tanaman.

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !