VIRUS FLU BABI, PENYAKIT FLU BERBAHAYA

VIRUS FLU BABI

Sebelum membahaspenyakit Flu babi chyrun blog akan sedikit menerangkan terlebih dahulu tentang spesies babi. Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung lemper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia. Kadang juga dirujuk sebagai khinzir (bahasa Arab). Babi adalah omnivora, yang berarti mereka mengonsumsi baik daging maupun tumbuh-tumbuhan. Babi piara ada 312 varietas dan 87 varietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya 60% babi potong komersial di dunia adalah Yorkshire (Large White).
Akhir-akhir ini banyaknya penyakit yang menyerang babi sangat mempengaruhi jumlah produksi daging dan ada beberapa penyakit babi yang dapat menular dan sangat berbahaya bagi manusia. Kontrol yang paling efektif terhadap penyakit adalah melalui tindakan pencegahan. Oleh karena itu babi yang mengalami stres lebih gampang terkena penyakit dan parasit maka pencegahan yang paling efektif adalah dengan mengurangi stres tehadap makanan, iklim dan lingkungan lainnya seminimal mungkin dengan menjalankan pengelolaan yang baik.
VIRUS FLU BABI
Sejak kasus meninggalnya 100 orang dan menyerang 1.324 orang akibat penyakit flu babi (Swine flu) di Meksiko maka dunia menjadi panik ketakutan, sama seperti waktu terjadinya penyakit flu burung. Di negara awal penyakit ini di mexiko telah menutup sementara pasar, restoran dan pelayanan gereja, atau menggunakan masker bila pergi kejalanan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: program vaksinasi bila vaksin tersedia; kontrol terhadap parasit dengan menyemprotkan; pemberian makan yang cukup pada segala tahap umur dan menghilangkan segala macam stres dengan sistem perkandangan yang baik dan penyemprotan air yang baik; pemisahan ternak – ternak yang terkena penyakit dan pembersihan kandang bila tejadi penyakit; ternak yang terkena penyakit yang dikeluarkan dengan cara yang semestinya bila perlu dipotong dan bahan – bahan yang terkena dibakar atau tindakan – tindakan lainnya; pembersihan dan pensucihamakan dari kandang dan perlengkapannya bila terjadi penyakit dan di itrahatkan selama 3 – 4 minggu ( Williamson dan Payne, 1993 ).

Sejarah Flu babi

Kasus penyakit pertama flu babi yang menyerang manusia terjadi Pada 5 Februari 1976, di Fort Dix, Amerika Serikat. Seorang tentara amerika menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia pada keesokan harinya. Dokter mendiagnosis kematian disebabkan oleh virus. Pada 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina. Istilah ’swine flu’ atau flu babi digunakan untuk menyebut wabah flu mematikan yang mematikan ini. Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE menyebut virus strain baru ini merupakan gabungan dari virus burung, manusia dan babi. Ditegaskan OIE, pathogen ini bukan virus manusia klasik namun virus yang mencakup karakteristik komponen virus avian (burung), babi dan manusia.

Pengertian Flu Babi

Flu Babi atau Swine Flu/Influenza adalah penyakit saluran pernafasan pada babi, yang disebabkan virus influenza jenis A. Virus flu ini menyebabkan kesakitan yang berat pada babi tetapi angka kematiannya rendah. Virus ini (type A H1N1 virus) pertama kali di isolasi dari babi pada tahun 1930. Seperti semua virus influenza, virus flu babi berubah secara konstan. Babi bisa terinfeksi virus avian influenza (virus flu burung) dan virus flu manusia. Jika berbagai virus ini menyerang babi, maka virus ini akan mampu membentuk spesies-spesies virus baru, yang merupakan gabungan virus avian, manusia dan swine. Sampai saat ini sudah berhasil diisolasi sebanyak 4 sub-type A: H1N1, H1N2, H3N2, and H3N1. H1N1 merupakan virus jenis baru yang baru saja ditemukan pada babi. Flu Babi alias swine flu atau swine influenza, sekarang ini sudah meningkat statusnya jadi fase 5.
Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.
Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.
Virus Swine flu sebetulnya secara normal tidak menginfeksi manusia. Namun secara sporadis dilaporkan adanya infeksi virus ini pada manusia seperti yang terjadi di US dan mexico. Seringnya orang yang terkena adalah orang-orang yang bekerja pada peternakan/industri yang berhubungan dengan babi.
Flu jenis baru yang dihasilkan oleh kombinasi antara flu burung, flu babi dan manusia lebih sulit untuk di tanggulangi. “Pada virus flu babi baru ini terjadi kombinasi gen, sehingga virus berubah menjadi gen virus baru H1N1,” katanya. Virus flu sendiri, jelasnya, banyak tipenya. Pada manusia ada virus flu H3N2, H3N1, H1N1, sedangkan pada babi H1N1 dan pada burung H5N1. Ia juga mengingatkan bahwa flu babi tidak hanya bisa terjadi di daerah subtropis, dingin, atau lintang tinggi, karena virus flu babi itu optimal hidup di suhu 37 derajat Celcius. “Sekarang ini penyebaran flu babi justru sedang menuju ke kawasan tropis,” katanya sambil meminta masyarakat mewaspadai hal ini.
Gejala utama virus flu babi pada manusia
Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah. Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Virus swine influenza tidak ditularkan melalui makanan. Memasak makanan sampai suhu 160°F akan mematikan virus ini. Virus influenza bisa menular dari babi ke manusia atau sebaliknya. Infeksi pada manusia terjadi terutama jika berada dekat-dekat babi yang terinfeksi seperti berada dalam kandang babi dll. Infeksi dari manusia ke manusia lain juga bisa terjad, mirip sperti flu manusia, yaitu melalui bersin atau batuk. Bisa juga lewat sentuhan tangan, kemudian tangan tersebut menyentuh mulut atau hidung.
Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.
Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang. Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.
Belum ada vaksin yang dapat melindungi manusia agar tidak terkena flu babi. Oleh karena itu, langkah pencegahan untuk membatasi penularan sangat penting.Berikut tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi risiko penularan Flu babi jika Anda sedang berada di daerah wabah flu babi :

  1. Menutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin. Membuang tissue ke tempat sampah setelah digunakan.
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Tissue yang mengandung alkohol juga dapat digunakan.
  3. Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit flu.
  4. Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah, tidak pergi bekerja atau ke sekolah, agar tidak menginfeksi orang lain.
  5. Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.
Semoga artikel ini bermanfaat

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !