KANGKER LEHER RAHIM/ KANKER SERVIKS

KANGKER LEHER RAHIM/ KANKER SERVIKS – Kanker serviks merupakan penyakit ginekologik yang memiliki tingkat keganasan yang cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita di negara-negara berkembang. Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada leher rahim dan disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Pada penyakit kanker serviks menunjukkan adanya sel-sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel jaringan yang tumbuh terus-menerus dan tidak terbatas pada bagian leher rahim.

HPV ini ditularkan melalui hubungan seksual dan infeksinya terjadi pada 75% wanita yang telah berhubungan seksual. Kanker serviks yang diderita individu berkaitan dengan perilaku seksual dan reproduksi, seperti berhubungan seksual di usia muda, berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual, infeksi beberapa jenis virus, merokok, serta tingkat kebersihan dan higienis sehari-hari inndividu yang rendah terutama kebersihan organ genital. Di Indonesia, terdeteksi setiap jam wanita Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Menurut data Yayasan Kanker Indonesia, karker serviks menempati urutan pertama dengan presentase 16% dari jenis kanker yang banyak menyerang perempuan Indonesia.
Kanker serviks cenderung terjadi pada usia pertengahan. Di Indonesia, serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita usia produktif. Pada usia 30-50 tahun perempuan yang sudah kontak seksual akan beresiko tinggi terkena kanker serviks. Usia tersebut merupakan puncak usia produktif perempuan sehingga akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan, dan kesehatan seksual (Fitriana dan Tri, 2012). Gejala-gejala yang ditimbulkan akibat penyakit kanker serviks yakni munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual, pendarahan spontan vagina yang abnormal di luar siklus menstruasi, penurunan berat badan drastis, nyeri atau kesulitan dalam berkemih, nyeri perut bagian bawah, atau kram panggul.
Pengobatan yang dilakukan penderita kanker serviks pun juga memberikan dampak fisik secara langsung bagi penderitanya, yakni mudah lelah, perubahan warna kulit, maupun penurunan berat badan secara drastis. Pada penderita kanker serviks yang menjalani pengobatan dengan radioterapi akan menunjukkan efek samping yang cukup besar seperti semakin memburuknya kemampuan fungsi seksual, lebih mudah mengalami gangguan somatisasi serta timbulnya gangguan psikososial. Kondisi psikologis yang terjadi pada penderita kanker serviks yang menjalani pengobatan radioterapi yakni munculnya perasaan takut, tidak berdaya, rendah diri, sedih, dan lebih mudah mengalami kecemasan maupun depresi. Pada penelitian lain, menunjukkan bahwa 20% penderita melaporkan adanya komplikasi meliputi kekeringan vagina, adanya ketakutan terhadap hubungan dengan keluarga akibat kekambuhan kanker.
Perubahan-perubahan sistem dan fungsi tubuh yang terjadi pada penderita kanker serviks dapat menimbulkan gangguan konsep diri penderita, dimana penderita mengalami kettergantungan pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar dan penurunan keberfungsian anggota tubuh. Dengan adanya perubahan fungsi seksual pada penderita kanker serviks yang menjalani pengobatan radioterapi menjadi salah satu sebab terjadinya gangguan konsep diri penderita ke arah yang negatif. Keadaan ini selanjutnya dapat menyebabkan penurunan gambaran diri sehingga menyebabkan penurunan harga diri individu. Radioterapi merupakan pengobatan yang ditujukan untuk kemungkinan survive setelah pengobatan adekuat. Namun, efek samping radioterapi memungkinkan timbulnya dampak negatif secara fisik maupun psikis bagi penderita kanker serviks.
 
Mitos dan Fakta   
KANGKER LEHER RAHIM/ KANKER SERVIKS
  • Mitos: Kanker serviks (leher rahim) sama dengan kanker rahim.
  • Fakta: Serviks adalah bagian paling bawah dari badan rahim. Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher rahim).
  • Mitos: Tidak perlu khawatir ataupun takut tentang kanker serviks, kejadiannya tidak banyak kok, sangat jarang terjadi.
  • Fakta: Di Indonesia, 37 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap harinya. Diperkirakan 20 orang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks setiap hari.
  • Mitos: Kanker serviks itu penyakit turunan.
  • Fakta: Kanker serviks disebabkan oleh Virus Human Papiloma (HPV) yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). HPV tipe 16 dan 18 bersama-sama menyebabkan 71% kasus kanker serviks. Tipe HPV onkogenik lainnya penyebab kanker serviks adalah 31,33 dan 45 yang bersama dengan tipe 16 dan 18 menyebabkan 80% kasus kanker serviks.
KANGKER LEHER RAHIM/ KANKER SERVIKS
 Gambar HPV (Human Papiloma Virus) Onkogenik
  • Mitos: Tidak perlu mengkhawatirkan kanker serviks jika sudah memiliki hubungan yang stabil dengan pasangan.
  • Fakta: Setiap perempuan dapat terinfeksi HPV semasa hidupnya. Bahkan Jika telah terinfeksi, tidak berarti bahwa dia akan terlindung dari infeksi berikutnya. Infeksi persisten virus penyebab kanker serviks dapat mengakibatkan terjadinya sel abnormal dan pra-kanker yang seiring dengan berjalannya waktu dapat berkembang menjadi kanker.
  • Mitos: Kanker serviks hanya terjadi pada perempuan lanjut usia.
  • Fakta: Kanker serviks dapat menjadi ancaman semua perempuan tanpa memandang usia. Adenokarsinoma (kanker serviks yang paling agresif) merupakan kanker serviks yang lebih sering terjadi pada perempuan muda dan lebih sulit terdeteksi melalui skrining atau deteksi dini.
  • Mitos: Pemakaian kondom mencegah kanker serviks.
  • Fakta: Kondom tidak sepenuhnya melindungi perempuan dari infeksi HPV karena penyebaran virus tidak hanya melalui penetrasi seksual, tetapi bisa terjadi melalui kontak kulit ke kulit di area genital. Perempuan yang aktif seksual rentan terhadap infeksi HPV sepanjang hidupnya.
  • Mitos: Gejala kanker serviks mudah dilihat.
  • Fakta: Kebanyakan infeksi awal HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun, sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari. Apabila kanker serviks sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut, maka gejala-gejala yang timbul antara lain:
  1. Pendarahan sesudah senggama
  2. Pendarahan spontan yang terjadi di antara periode menstruasi rutin
  3. Nyeri panggul
  4. Nyeri ketika berhubungan seksual
  • Mitos: Kanker serviks tidak dapat dicegah.
  • Fakta: Vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer terhadap kanker serviks dengan membantu pembentukan antibodi. Papsmear merupakan pencegahan sekunder yang berfungsi mendeteksi sel abnormal lesi prakanker.
kangker serviks
  • Mitos: Tidak ada alasan untuk memvaksinasi remaja putri.
  • Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa rentang waktu sejak pertama kali berhubungan seksual sampai usia 25-30 tahun merupakan periode insidensi dan prevalensi infeksi virus penyebab kanker serviks tertinggi pada perempuan. Maka dari itu sangat penting memvaksinasi perempuan muda sedini mungkin untuk mengurangi resiko mereka sebelum terinfeksi virus penyebab kanker serviks.
  • Mitos: Pada perempuan menikah tidak perlu diberikan vaksinasi, cukup skrining saja.
  • Fakta: Skrining tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV. Skrining yang diikuti dengan vaksinasi, dapat membantu mengurangi kejadian kanker saerviks secara efektif, dibandingkan dengan tanpa tindakan sama sekali. Vaksinasi dilakukan dalam 3 tahap pemberian, yaitu bulan ke-0, 1 atau 2, dan 6.
  • Mitos: Vaksinasi HPV memiliki efek samping yang berbahaya.
  • Fakta: Vaksinasi HPV umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Reaksi paling umum terlihat setelah vaksinasi berhubungan dengan tempat penyuntikan, seperti nyeri, kemerah-merahan dan bengkak. Efek samping umum lainnya termasuk nyeri otot dan sakit kepala, namun ini biasanya bersifat ringan dan sementara.
 “Pengalaman menghadapi kanker serviks membuat saya yakin bahwa pencegahan kanker serviks adalah yang terbaik untuk putri-putri saya”
 ____Ibu Purwati Pangestuti survivor kanker serviks dan puterinya____
5 PERTANYAAN yang perlu Anda tanyakan ke Dokter
  1. Apakah saya beresiko?
  2. Apakah saya dapat mencegah kanker serviks?
  3. Bagaimana saya dapat melakukan deteksi dini kanker serviks?
  4. Apakah sebaiknya saya melakukan vaksinasi kanker serviks?
  5. Bagaimana saya menolong perempuan lain dari kanker serviks?
HELP X OUT CERVICAL CANCER
YAKINKAN DIRI ANDA UNTUK MELAKUKAN PENCEGAHAN 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !