Arsip Kategori: Artikel Bisnis

bisnis untuk ibu rumah tangga

Dapatkan Penghasilan Tambahan! Khusus Bisnis Ibu Rumah Tangga, Ini Rahasianya

Umumnya ibu rumah tangga identik dengan perannya sebagai seorang istri yang bertugas untuk merawat anak, membersihkan rumah, atau menyiapkan makanan untuk anggota keluarga. Banyak juga ibu yang sebelumnya bekerja di kantor tapi harus berhenti dari pekerjaannya demi mengurus keluarga mereka.

Begitu juga banyak, ibu yang punya tingkat pendidikan tinggi tapi ilmunya nggak dipakai karena nggak bisa bekerja. Tapi zaman telah berubah sekarang bisnis ibu rumah tangga wajib banget kamu coba agar harimu tidak membosankan dan pastinya mendapat panghasilan tambahan.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan di rumah tanpa perlu bekerja di kantor atau tanpa perlu meninggalkan keluarga tapi kamu tetap bisa mengurus keluarga. Setiap ibu rumah tangga memiliki kesempatan untuk bisa mencari uang tambahan jika kamu memiliki niat dan semangat. Kamu bisa jadi seorang ibu yang luar biasa yang bisa melakukan semua hal yang berguna. Ya, bak supermom!

Tapi tunggu dulu, sebelum kamu berbisnis kamu harus memperhatikan hal-hal berikut, di antaranya seperti jelajahi minat kamu, perhatikan pengalaman kamu sebelum menjadi ibu rumah tangga, ketahui kemampuan yang kamu miliki, mempersiapkan waktu ketika kegiatan bisnis sudah dimulai.

Lalu setelahnya baru mulailah membuat perencanaan bisnis yang akan kamu lakukan, cara menjalankan bisnis tersebut, kualitas barang atau jasa yang akan kamu tawarkan pada bisnis tersebut, target bisnis, dan resiko yang mungkin timbul dari bisnis yang kamu jalankan itu. Ya, ini wajib kamu kuasai dan pahami agar bisa sukses nantinya.

Nah, tak perlu bingung mengenai bisnis Berikut ini beberapa inspirasi bagi kamu para Moms, ada beberapa bisnis ibu rumah tangga yang mungkin salah satunya sesuai dengan potensi yang ada di diri kamu. Ayo kita gali sama-sama!

bisnis untuk ibu rumah tangga

Pengen Penghasilan Tambahan dan Suka Nulis? Freelance Menulis Konten Fix Cocok Banget sama Kamu
Bisnis ini cocok buat kamu yang memiliki kemampuan baik dalam menulis. Dengan bisnis ini, kamu bisa mendapatkan uang dari menjadi Freelancer dalam menulis konten. Kamu dapat memanfaatkan situs-situs khusus untuk mendapatkan job sebagai freelancer di bidang kepenulisan.

1. Kerja Santai Untung Besar dengan Buka Toko Kelontong

Bisnis membuka toko kelontong atau toko serba ada dengan skala kecil merupakan salah satu hal yang sangat mungkin dilakukan oleh ibu rumah tangga di sela-sela mengurus rumah tangga. Terutama buat kamu yang tinggal di lingkungan perumahan, dan belum ada toko kelontong yang menyediakan aneka barang dengan cukup lengkap.

Banyak orang yang butuh sesuatu dengan skala kecil tapi malas untuk membeli di toko besar karena misalnya jarak yang jauh. Oleh karena itulah fungsinya toko kelontong yang menjual aneka barang dagangan merupakan toko yang dibutuhkan oleh warga sekitar perumahan. Kamu nggak harus punya modal yang besar jika membuka bisnis ini di rumah.

Tempat Les Belajar, Berbagi Ilmu itu Menyengangkan Apalagi Mendapatkan Penghasilan Tambahan! Ya kan?
Bisnis ini cocok bagi kamu yang senang mengajar dan memiliki kemampuan akademik yang baik di bidang mata pelajaran tertent. Kamu bisa membuka tempat les bagi anak-anak sekolah di sekitar rumah.

Bisnis ini adalah sebuah pekerjaan yang memang butuh kemampuan yang sangat baik, maka pastikan kamu memiliki kemampuan akademik dan keyakinan yang kuat untuk menjalankan bisnis ini. Kamu bisa juga merekrut tenaga pengajar yang kompeten dan profesional, ketika bisnis ini berkembang.

2. Modal Kecil Untung Sip dengan Bisnis Dropship

Bisnis Dropship hampir sama dengan bisnis reseller. Tapi bedanya pada bisnis ini kamu nggak perlu menyetok barang dan mengirimkannya secara langsung ke pembeli. Kamu hanya perlu lakukan mencari pembeli yang mau membeli produk kamu.

Bisnis dropship menjadi salah satu jenis bisnis modal kecil yang bisa Anda lakukan.

Pembeli yang tertarik pada produk barang kamu dan berniatnya akan mentransferkan sejumlah uang yang nilainya sama dengan harga barang yang kamu bandrol. Setelah ada pembeli, kamu bisa mengirimkan alamat pembeli dan jenis barang yang dipesan ke supplier.

Supplier yang akan melakukan pengepakan dan pengiriman barang pesanan dari pembeli tersebut. Uang yang kamu bayarkan ke supplier adalah seharga barang itu kalau dijual dengan harga grosir. Selisih harga antara harga jual dan harga dari supplier inilah yang menjadi keuntungan kamu.

3. Agen PPOB (Payment Point Online Bank), Cocok Buat Kamu yang Mager Keluar Rumah!

Bisnis PPOB merupakan sistem pembayaran online dengan menggunakan fasilitas perbankan untuk pembayaran tagihan PLN, TELKOM, PDAM, pulsa semua operator, cicilan motor, dan lain-lain.

Keunggulan PPOB adalah dapat memberikan kemudahan pada para pelanggan dalam melakukan pembayaran dimana saja dan kapan saja (24 jam non stop).

4. Coba Peruntungan di Franchise Makanan, Bisnis Instan Hasil Memuaskan

Bisnis waralaba/franchise ini cocok bagi kamu yang mau melakukan bisnis secara instan. Karena kamu akan dibantu oleh pemilik atau perusahaan franchise mulai proses awal sampai pengembangan usaha seperti dari pembekalan, training, dsb.

Kamu bisa cari di internet berbagai jenis franchise yang sekarang ini udah mulai banyak dikeluarkan. Modalnya pun bermacam-macam. Pilihlah yang sesuai dengan keuangan kamu.

5. Mengisi Waktu Luang dengan Buka Jasa Menjahit Baju, Hasil Menggiurkan Loh!

Bisnis ini cocok buat kamu yang memiliki keahlian menjahit atau punya mesin jahit. Nggak cuma menjahit baju, tapi juga bisa mengecilkan atau menambah ukuran baju.

Selain bisa mengisi waktu luang, bisnis menjahit baju juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

6. Jual Pulsa Hp Dan Paket Data Internet, Bisnis Asik Hasil Menarik

Bisnis jual pulsa dan paket data internet bisa kamu lakukan dimana saja dan kapan saja. Kebutuhan internet semakin lama semakin bertambah baik pelanggan maupun perkembangan ketersediaan layanan, Kamu bisa menawarkan pada teman dan tetangga saat memulai bisnis ini.

Banyaknya promosi yang ditawarkan oleh berbagai operator juga dapat menjadi suatu hal yang menarik. Selain itu promosi online akan lebih mudah juga untuk kamu coba lakukan karena jangkauannya lebih luas tanpa terhalang oleh waktu dan tempat.

Nah Moms, kira-kira yang mana salah satunya yang sesuai dengan minat dan potensi mu? Selamat mencoba!

Artikel tamu dari : ChannelBunda.com

20 Alasan Kenapa Bisnis Startups Gagal, dan Sisanya Bertahan

Apa Kabarmu Bisnis Startups? – Artikel ini akan mengulas tentang 20 alasan kenapa 90 % bisnis startup gagal, dan Hanya 10% yang bertahan.

Saya mengutip Kepala Subdirektorat Manajemen Pelaksanaan Teknik Informasi dan Komunikasi, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif,

Muhammad Azhar Iskandar Zainal,..

..dari data hingga akhir 2015 tahun lalu, angka kegagalan Startup mencapai 90%.

Sementara Larry Kim, pendiri sekaligus CTO dari WordStream menyebutkan bahwa, lebih dari 51% bisnis Startup akan gagal dalam lima tahun pertama.

Salah satu kasus yang paling sadis adalah kasus Jody Sherman seorang pendiri sekaligus CEO dari Ecomom, sebuah startups yang bergerak dibidang makanan sehat untuk bayi. Jody memiliki passion di bidang IT.

Di awal-awal berdirinya,  Ecomom mampu mengumpulkan  investasi dari para investor sebesar US$ 2 juta di California dan sebesar US $4 Juta  di Vegas. Ini sangat cukup sebagai modal membangun perusahaan startup . Kira-kira setara dengan Rp 78 milyar.

Namun Jody Sherman meninggal bunuh diri di dalam mobilnya januari 2013.

Kenapa?

Untuk kasus Jody,  karena tidak mampu  mengelola sistem keuangan.

Berdasarkan database modal ventura CBInsights.com pada Tahun 2016, ada 20 faktor yang membuat sebagian besar Startup gagal di lima tahun pertama,

Apa saja 20 alasan startups bisa gagal

mari kita simak ;

20 Alasan Kenapa Bisnis Startups Gagal, dan Sisanya Bertahan

  1. tidak jelas target pasarnya = 42%
  2. keuangan yang tidak kuat = 29%
  3. membentuk tim yang kurang tepat = 23%
  4. tidak memiliki daya saing = 19%
  5. masalah harga / biaya = 18%
  6. kualitas produk yang rendah = 17%
  7. tidak ada model bisnis = 17%
  8. pemasaran yang kurang kreatif = 14%
  9. mengabaikan pelanggan = 14%
  10. peluncuran produk yang tidak tepat pada waktunya = 13%
  11. kehilangan fokus = 13%
  12. ketidakharmonisan di dalam tim = 13%
  13. tidak adanya pemusatan pasar = 10%
  14. kurangnya passion = 9%
  15. lokasi pemasaran yang tidak tepat = 9%
  16. tidak ada pembiayaan atau investor = 8%
  17. kesulitan dalam melegalkan produk = 8%
  18. tidak menggunakan tim (network) = 8%
  19. tidak bisa me-manage pekerjaan = 8%
  20. kegagalan dalam menentukan pusat pemasaran = 7%

Mari kita ulas beberapa penjelasan dari poin-poin tersebut

Penelitian memperlihatkan bahwa ada 20 alasan utama yang menyebabkan rintisan perusahaan startup gagal. Seperti yang dihadapi oleh Ecomom di atas; …alasan utama yaitu besar pasak daripada tiang,

Alasan tersebut menduduki peringkat kedua saja d3engan  29% startups gagal karena alasan ini.

Kemudian lemah dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat, melakukan pembelanjaan yang bodoh adalah penyebab utamanya, kemudian ketidakmampuan dalam menyusun dan membaca laporan keuangan.

Kegagalan yang lain adalah masalah pasar.

Kemungkinan pertama, Pasar memang belum/ tidak membutuhkan produk atau layanan startups.

Kemungkinan kedua,  Startups menyasar pasar yang berbeda dari desain produk berbeda atau menyasar pasar yang sama dengan desain produk sama. Ini seperti sebuah perusahaan mobil yang mendesai mobil mewah dan menawarkannya ke masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah , atau sebaliknya.

Masalah kegagalan pasar adalah adalah masalah utama dengan 42% ;

Alasan utamanya yang bisa dipelajari kenapa mereka gagal adalah ;

Belum tahu siapa pasar untuk produk tersebut,

Dimana sebenarnya posisi mereka?

Belum tahu dengan cara apa mereka mendapatkan produk yang sedang mereka tawarkan, istilahnya tidak memiliki channel.

Apa preferensi mereka?

Apakah pasar membutuhkan produk anda?

Belum tahu fitur-fitur apa yang sebenarnya pasar inginkan…

Dalam merintis bisnis kita akan dihadapkan antara Misi dan Uang,

…mana yang lebih penting sebenarnya?

Ini adalah tentang pemikiran janka pendek dan jangka panjang….

Jika kamu kira tujuan dari sebuah bisnis adalah mendapatkan untung. Prinsip itu mungkin tepat untuk seorang pedagang, tetapi kalau kamu mau membangun sebuah usaha jangka panjang dan dapat bertahan lama, maka usaha itu harus melibatkan banyak orang untuk terlibat, kawan, investor, karyawan, kontributor, pelanggan.

Sebuah usaha harus memiliki misi dan bertujuan mulia, beyond profit,  untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Begitulah idealnya seharusnya sebuah startups dan perusahaan masa kini bekerja, memiliki tujuan dan misi yang akan dicapai.  Founder atau CEO sebuah startups harus tau bagaimana pasar dapat menerima produk atau layanan, serta memberikan kontribusi finansial yang berguna bagi keberlanjutan usaha.

Selain itu, startups harus menyesuaikan diri dan sebisa mungkin menjawab setiap kebutuhan pelanggan. Pada akhirnya, pelanggan akan memberikan kontribusi finansial. Dan itu tidak mengorbankan misi luhur yang sudah direncanakan.

Penting ;

Cerdas dalam mengartikan prinsip ini:

“masuklah lewat pintu mereka, dan keluarlah lewat pintu yang kamu inginkan”.

“Masuklah lewat pintu mereka” berarti, produk dan jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka (pelanggan).

“Keluarlah dari pintu yang kita inginkan” artinya kita mampu mencapai tujuan baik misi ataupun uang sesuai harapan dan keinginan kita di awal.

Dari 20 masalah yang tersebut di atas, ada 5 tahapan untuk membuat bisnis startup bertahan;

  1. Starting (Mulai);
  2. Profiting (Mendongkrak keuntungan);
  3. Systemizing (Membangun sistem);
  4. Multiplying (Mengembangbiakkan);
  5. Reaping Freedom (Mencapai Kebebasan).

Cari ide bisnis, kembangkan bisnis dan cari keuntungan untuk menghidupi bisnis, bangun sistem, kembangkan bisnis dengan multiplaying, lalu capailah sebuah kebebasan berekspresi dan berkreasi.

demikian artikel tentang 20 Alasan Kenapa Bisnis Startups Gagal, dan Sisanya Bertahan, semoga bermanfaat.

Salam sukses,,

dalam HIPMI School of Business Purwokerto

2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business Purwokerto

2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business Purwokerto – HIKMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)

Oke,

..pertama saya sudah kecolongan dengan tulisan dari Bu Angel di Sukarni.web.id. beliau mengulas tentang 4 Hal Penting dalam HIPMI  School of Business, biar ga mainstream, chyrun.com akan mengulas tentang 2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business.

Pertanyaan pertama coba apa yang terpenting dalam merintis bisnis?

“Action”,

…perkara bisnis akan berhasil atau tidak itu urusan belakang..

Bapa Arsyad 25 Oktober 2016 kira-kira pukul 21.00 berkata,

Pengusaha itu gimana nanti, bukan nanti gimana?

Itu yang saya tangkap dari acara di D’ Saung Resto bertema HIPMI  School of Business. Bahwa modal menjadi pengusaha salah satunya adalah NEKAD.

Dalam HIPMI School of Business Purwokerto, kami peserta pelatihan yang jumlahnya sekitar 54 orang akan mendapatkan mentor bisnis yang sudah berpengalaman. Kami akan dipandu dan mungkin dijejali dengan “everything about the business”, Rencananya kami akan mendapat porsi belajar yang berbeda tergantung dari mentor masing-masing.

Angkatan HIPMI School of business angkatan 1

Peserta

….pokoknya serba fleksibel….

Goalnya adalah selepas 90 hari school of business yang diadakan HIKMI Purwokerto, kami minimal mendapatkan bekal ilmu tentang bisnis untuk mengarungi dunia perbisnisan.

2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business Purwokerto

#1. How to create…(Poin pertama)

Saya menganalisa, ternyata orang Genius biasanya dianggap berantakan oleh orang awam, mereka gagal dalam hal-hal yang berbau rutinitas. Nakal diwaktu kecil, dan berantakan diwaktu sekolah..

Kenakalan dan semua keanehan ini karena saking kreatifnya…maybe,

..atau karena malasnya..maybe..

Ini hanya pendapat, silahkan bebas mendebat, analisis sederhana ini diambil dari 2 orang paling kaya di dunia sekaligus idola saya, yaitu pendiri Facebook dan pendiri Google,

Mau baca, silahkan baca di ; Gelar sarjana tak menjamin kesuksesan

Tapi jangan jadikan mereka inspirasi dan teladan juga..syukur-syukur bisa berprestasi di akademik sekaligus sukses dalam bisnis, itu saya rasa lebih sempurna dan ideal…karena saya jamin otak kita tidak segenius Mark dan Lary Page.

Kembali ke How to Create,

Semua ini adalah tentang kreatifitas, dunia tidak mungkin seasik sekarang tanpa kreatifitas, kita bisa bermain gadget, berselancar di internet mengendarai mobil, bahkan kita bisa berbicara atau menulis…itu semua adalah buah hasil kreatifitas manusia.

Bahkan kita semua lahir dan ada karena kreatifitas Tuhan dan buah kratifitas kedua orang tua kita.. 😆

Bagaimana jika tidak ada kreatifitas,,,?..

Ini adalah tentang bagaimana ide kita ciptakan lalu kita eksekusi..

How to create adalah tentang bagaimana mencipta…..bukan sebatas kreatif dalam ide, tapi bagaimana action  dikreasikan..

How to create mendapat porsi 95% dalam pelatihan HIPMI School of Business Purwokerto selama 90 hari nantinya.

Pelatihan ini  How to manage…mendapat porsi 5% dalam pelatihan.

#2. How to Manage… (Poin kedua)

Kira-kira mau sampai dimana level kita menjadi Pengusaha / Entrepreneur,?

Tingkatanya adalah ;

Self employment

Business Man : Manajer dan pemilik perusahaan (Bisnis men)

Investor

Mari satu per satu kita ulas singkat,

Pertama, Self employment

Level pertama sebagai seorang pengusaha ditandai dengan mempekerjakan diri sendiri. Semua pekerjaan kerjakan sendiri.

Tingkatan ini masih berprinsip : Jika bisa diselesaikan sendiri buat apa dibantu orang lain

Kedua, Level Business Man ( Manajer dan pemilik perusahaan) (Bisnis men)

# Manajer

Sudah memiliki beberapa karyawan, pekerjaan mulai didelegasikan dan sistem mulai dirintis. Sebagian besar pebisnis di Indonesia berada pada level 2 ini. Alasannya karena ingin terus terlibat dengan bisnisnya, ada ikatan emosional, belum bisa mempercayai bawahan dan masih banyak lagi.

# Pemilik Perusahaan

Berbeda dari manajer, di level ini setiap pekerjaan sudah ada yang mengerjakan. Bisnis sudah memiliki sistem yang berjalan baik. Ditandai dengan ;

Memiliki General Manager (GM) dan tim.

Sudah tidak “menghasilkan uang”, tetapi “menerima LABA”

Tugas menghasilkan uang menjadi tanggung jawab GM dan seluruh bawahannya.

Ketiga, Investor

Pada level sebelumnya kita fokus untuk menjual barang atau jasa, pada level sudah melakukan jual beli bisnis.

Apa maksud jual beli bisnis?

Prinsipnya adalah :

Beli Bisnis,

Kembangkan,

Jual kembali bisnis.

Kita akan menghasilkan uang dengan uang. Fokus menggalang dana dari investor-investor lain, setelah terkumpul maka akan dieksekusi dengan membelikan sebuah perusahaan.

Jika sudah berkembang, Jual Kembali.

Level ini akan mendapat keuntungan sangat besar hingga ratusan kali dari modal awal yang kita keluarkan.

Cukup dulu Bray tentang how to manage,,,hehe..Semua penjelasan di atas adalah tentang how to Manage.

Bagaimana teknik memanajemen usaha kita atau bisnis kita, …dari memilih sistem, memperbaiki sistem, memilih ahli di bidangnya untuk di rekrut dan bekerja pada kita, sampai bagaimana manajemen promosi dan regulasinya.

Dalam HIPMI School of business Purwokerto pelajaran How to manage mendapatkan porsi 5%….

Mari belajar dari 2 Entrepreneur sejati Dunia,

Mereka membangun bisnis yang dijual ke publik. Pengusaha kelas dunia  Bill Gates dengan Microsoftnya lalu  Mack Zuckerberg dengan Facebooknya.

Mereka memperoleh kekayaan super besar bukan karena menjual produk namun mereka menjual perusahaan (saham) kepada masyarakat.

Mindset : “Menciptakan sesuatu dari ketiadaan” …How to create….and How to manage….

Catat;

Pendapatan terbesar adalah dari nilai perusahaan yang terus tumbuh, dan bukan hanya dilihat dari penjualan dan laba yang didapat.

Salam HIKMI PWT

Pengertian, Jenis dan Standar Audit Perusahaan

Pengertian, Jenis dan Standar Auditing Perusahaan

Pengertian, Jenis dan Standar Audit Perusahaan – Pengertian audit yaitu suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti empiris secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

Auditing umumnya digolongkan menjadi 3 golongan:

1. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit )

Audit laporan keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor independen untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

2. Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

Audit kepatuhan adalah audit yang bertujuan untuk menentukan apakah yang diaudit telah sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Audit kepatuhan ini biasanya banyak dilaksanakan di pemerintahan.

3. Audit Operasional (Operational Audit)

Audit operasional adalah review secara sistematik kegiatan organisasi yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan, dan membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Pihak yang memerlukan audit operasional adalah manajemen atau pihak ketiga.

Auditor dalam melaksanakan proses auditnya harus memperhatikan 7 elemen dalam pelaksanaan audit

1. Proses yang sistematis

Dalam pelaksanaannya auditing dilakukan berdasarkan proses-proses rangkaian dan prosedur yang bersifat terstruktur, terorganisir, dan logis sesuai dengan ketentuannya.

2. Menghimpun dan mengevaluasi bukti secara obyektif

Pelaksanaan audit dilakukan dengan menghimpun bukti-bukti yang mendasari asersi-asersi yang dibuat individu atau entitas. Auditor kemudian melakukan evaluasi terhadap bukti-bukti yang diperoleh tersebut. Dalam penghimpunan dan pengevaluasian bukti-bukti auditor harus bersikap objektif dalam pengungkapan fakta secara apa adanya, tidak memihak, dan tidak berprasangka buruk terhadap individu atau entitas yang membuat representasi tersebut.

3. Asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi

Asersi merupakan pernyataan secara keseluruhan oleh pihak yang bertanggung jawab atas pernyataan tersebut. Jadi, asersi atau pernyataan tentang tindakan dan kejadian ekonomi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang.

4. Menentukan tingkat kesesuaian

Tingkat kesesuaian tersebut dapat dijelaskan dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif. Bentuk kualitatif contohnya kewajaran laporan keuangan. Penghimpunan dan pengevaluasian bukti-bukti dimaksudkan untuk menentukan dekat tidaknya atau sesuai tidaknya asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.

5. Kriteria yang ditentukan

Kriteria dapat berupa prinsip akuntansi yang berlaku umum atau standar akuntasi keuangan, dan anggaran atau ukuran lain kinerja manajemen. Kriteria yang ditentukan merupakan standar-standar pengukur untuk mempertimbangkan (judgment) representasi-representasi atau asersi-asersi.

6. Menyampaikan hasil-hasilnya

Hasil-hasil audit dikomunikasikan melalui laporan tertulis yang mengindikasikan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi dan kriteria yang telah ditentukan. Komunikasi dari hasil audit dapat memperkuat atau memperlemah kredibilitas atau pernyataan yang dibuat.

7. Para pemakai yang berkepentingan

Para pemakai yang berkepentingan dari hasil audit diantaranya, investor maupun calon investor di pasar modal, pemegang saham, kreditor maupun calon kreditor, badan pemerintahan, manajemen usaha, dan publik pada umumnya.

Pada umumnya prinsip-prinsip akuntansi yang sudah berlaku umum merupakan kriteria audit yang tepat untuk menilai praktek-praktek pelaporan keuangan organisasi yang diaudit, sehingga auditor harus menjalankan pekerjaan auditnya sesuai dengan standar audit. Pengertian standar auditing adalah suatu ukuran pelaksanaan tindakan yang merupakan pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit. Standar auditing mengandung pula pengertian sebagai ukuran baku atas mutu jasa auditing.

Pengertian, Jenis dan Standar Auditing Perusahaan

Berdasarkan yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), Standar audit dibagi menjadi tiga kelompok

adalah sebagai berikut:

#1. Standar Umum

Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor.

Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi, dalam sikap mental harus diperhatikan oleh auditor.

Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

#2. Standar Pekerjaan Lapangan

Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.

Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.

Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.

#3. Standar Pelaporan

Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.

Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.

Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggungjawab yang dipikul oleh auditor.

Apa itu Audit Report lag ?

Audit report lag adalah rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan yaitu sejak tanggal tutup buku perusahaan sampai dengan tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Audit report lag dapat didefinisikan sebagai rentang waktu dalam menyelesaikan pekerjaan audit hingga tanggal diterbitkannya laporan audit.

Audit report lag adalah rentang waktu penyeleseaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan yaitu per 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Audit report lag dapat diukur dari tanggal tutup buku perusahaan sampai tanggal laporan auditor independen yang dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.

Audit Report Lag = Tanggal Laporan Audit – Tanggal Laporan Keuangan

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan gambaran besar kecilnya perusahaan yang ditentukan berdasarkan sebuah ukuran yang dapat dinilai.  Perusahaan yang tergolong perusahaan besar biasanya lebih cepat menyelesaikan proses audit atas laporan keuangannya.

Keputusan ketua Bapepam-LK No. Kep. 11/PM/1997 menyebutkan perusahaan kecil dan menengah berdasarkan aktiva (kekayaan) adalah badan hukum yang memiliki total aktiva tidak lebih dari seratus milyar, sedangkan perusahaan besar adalah badan hukum yang total aktivanya diatas seratus milyar.

Dalam penelitian ini, ukuran perusahaan (SIZE) diukur menggunakan log total asset peusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan pada akhir periode. Total aset merupakan jumlah dari aset lancar, aset tidak lancar, aset tidak berwujud dan aset lainnya (Indriyani dan Supriyati, 2012).

Opini Audit

Opini auditor yaitu pendapat yang diberikan auditor atas laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses audit

Ada lima kemungkinan pernyataan pendapat auditor independen yaitu:

#1. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)

Laporan keuangan dianggap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha suatu organisasi, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia jika memenuhi kondisi berikut ini:

a) Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia digunakan untuk menyusun laporan keuangan.

b) Perubahan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dari periode ke periode telah cukup dijelaskan.

c) Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan dan dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan, sesuai dengan akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

#2. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan (Unqualified Opinion Report With Explanatory Language)

Jika terdapat hal-hal yang memerlukan bahasa penjelasan, namun laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan klien, auditor dapat menambahkan laporan hasil auditnya dengan bahasa penjelas. Berbagai penyebab paling penting adanya tambahan bahasa penjelas:

  1. Adanya ketidakpastian yang material.
  2. Adanya keraguan atas kelangsungan hidup perusahaan.
  3. Auditor setuju dengan penyimpangan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
  4. Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion)

#3. Pendapat wajar dengan pengecualian akan diberikan oleh auditor jika dijumpai hal-hal sebagai berikut:

  1. Lingkup audit dibatasi oleh klien.
  2. Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting atau tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi-kondisi yang berada di luar kekuasaan klien maupun auditor.
  3. Laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
  4. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tidak diterapkan secara konsisten.

#4. Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)

Auditor akan memberikan pendapat tidak wajar jika laporan keuangan klien tidak disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas perusahaan klien.

Selain auditor memberikan pendapat tidak wajar jika tidak dibatasi lingkup auditnya, sehingga auditor dapat mengumpulkan bukti kompeten yang cukup untuk mendukung pendapatnya. Jika laporan keuangan diberi pendapat tidak wajar, maka informasi yang disajikan oleh klien dalam laporan keuangan sama sekali tidak dapat dipercaya, sehingga tidak dapat dipakai oleh pemakai informasi untuk pengambilan keputusan.

#5. Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer Opinion)

Jika auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit, maka laporan audit ini disebut dengan laporan tanpa pendapat (no opinion report). Kondisi yang menyebabkan auditor tidak memberikan pendapat adalah:

  1. Pembatasan yang luar biasa sifatnya terhadap lingkup audit.
  2. Auditor tidak independen dalam hubungannya dengan kliennya.

Perbedaan antara pernyataan tidak memberikan pendapat dengan pendapat tidak wajar adalah pendapat tidak wajar diberikan dalam keadaan auditor mengetahui adanya ketidakwajaran laporan keuangan pendapat karena ia tidak cukup memperoleh bukti mengenai kewajaran laporan keuangan yang diaudit.

Qualified opinion dilihat sebagai bad news dan akan memperlambat proses audit. Hal ini terjadi karena proses pemberian pendapat qualified tersebut melibatkan negoisasi dengan klien, konsultasi dengan partner audit yang lebih senior atau staf teknis dan perluasan ruang.

Pada penelitian ini alat ukur yang digunakan dalam variabel opini auditor adalah dengan menggunakan variabel dummy. Apabila mendapatkan opini unqualified opinion diberi kode 1 sedangkan jika mendapat opini selain unqualified opinion diberi kode 0.

Demikian artikel tentang Pengertian, Jenis dan Standar Auditing Perusahaan

Baca juga : Pengertian Akuntansi dan Program MYOB Accounting

Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan – Teori sinyal (signal theory) menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya.

Informasi yang diberikan oleh perusahaan akan direspon langsung oleh pasar sebagai sinyal good news atau bad news. Sehingga sinyal yang diberikan oleh perusahaan dapat diterima dan diharapkan pasar dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan buruk.

Teori sinyal bermanfaat untuk mengukur akurasi dan ketepatan waktu perusahaan dalam melakukan pelaporan keuangan ke publik. Semakin lama audit report lag maka akan memberikan sinyal yang buruk bagi pasar karena laporan keuangan perusahaan akan kehilangan manfaatnya dalam pengambilan keputusan dan akan kehilangan relevansinya.

Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan

Semakin lama audit report lag menyebabkan harga saham yang tidak stabil.

Investor dapat mengartikan bahwa lamanya audit report lag disebabkan karena perusahaan memiliki bad news sehingga tidak segera mempublikasikan laporan keuangannya.

Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang mengkomunikasikan keadaan keuangan dari hasil operasi perusahaan dalam periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan sehingga manajemen mendapatkan informasi yang bermanfaat. Laporan keuangan mempunyai tujuan utama yakni memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomis.

Para pemakai laporan keuangan akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.

Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) tentang Laporan Keuangan

Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal Nomor X.K.2 lampiran keputusan ketua BAPEPAM Nomor:

Kep-346/BL/2011 mengenai penyampaian laporan keuangan berkala emiten atau perusahaan publik.

Untuk memberikan informasi yang cepat dan relevan bagi pengguna laporan keuangan suatu emiten, BAPEPAM mewajibkan bagi seluruh perusahaan yang terdaftar di pasar modal untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan secara tepat waktu dan disertai dengan laporan auditor independen dan disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan.

Berdasarkan peraturan BAPEPAM laporan keuangan yang harus disampaikan terdiri dari:

a. Laporan posisi keuangan (neraca)

b. Laporan laba rugi

c. Laporan perubahan ekuitas

d. Laporan keuangan pada awal peiode komparatif,

jika perusahaan publik menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan

e. Catatan atas laporan keuangan

Laporan keuangan yang telah diwajibkan oleh BAPEPAM diharuskan tepat waktu, apabila dalam penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan publik mengalami keterlambatan sesuai tanggal yang telah ditetapkan maka perusahaan publik tersebut akan dikenakan sanksi berdasarkan peraturan BAPEPAM Nomor: LH Gabungan Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Jakarta Nomor: 307/BEJ/07-2004 tentang sanksi yang menyatakan perusahaan tercatat yang melakukan pelanggaran peraturan Bursa Efek akan dikenakan sanksi oleh Bursa Efek dengan ketentuan:

a. Peringatan tertulis I, keterlambatan penyampaian laporan keuangan (30 hari) terhitung sejak lampaunya batas tanggal laporan keuangan.

b. Peringatan tertulis II dan denda Rp 50.000.000 apabila hari kalender ke-31 hingga hari kalender ke-60 perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan.

c. Peringatan tertulis III dan denda tambahan sebesar Rp 150.000.000, apabila sejak hari kalender ke-61 hingga hari kalender ke-91 sejak batas lampaunya penyampaian laporan keuangan perusahaan belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangannya.

d. Penghentian sementara perdagangan efek perusahaan tercatat di Bursa, apabila dimulai dari hari kalender ke-91 perusahaan belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan pada Bursa Efek.

Demikian artikel tentang Pengertian Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan