Arsip Kategori: News

Lirik Mars dan Dirgahayu PGRI

Lirik Mars dan Dirgahayu PGRI

Lirik Mars PGRI

PGRI abadi
Tetap mempersatukan diri
Dengan nama nan sentosa
Lahir Negara kita

Wahai kaum guru semua
Bangunlah rakyat dari glita
Kitalah penyuluh bangsa
Pembimbing melangkah ke muka

Insyaflah kan kewajiban kita
Mendidik mengajat praputra
Kitalah pembangun jiwa
Pencipta kekuatan negara

Lirik Mars dan Dirgahayu PGRI
Lirik Mars dan Dirgahayu PGRI


Lirik Dirgahayu PGRI

Bagai secercah cahaya
Bagai sebutir embun
Di kala alam gelap bumi gersang

Pewujud mimbar cendekia
pembukti karya mulia
Bagi Bangsa Negara
Indonesia bahagia

Oh… Tuhan berkatilah dia
Oh… Tuhan lindungilah dia

Dirgahayu PGRI
Dirgahayulah dikau
Dirgahayu slamanya

Tipe Guru yang Biasa Ada di Sekolah

Tipe Guru yang Biasa Ada di Sekolah – Selama kamu sekolah, sudah berapa guru yang kamu temui? Pasti jawabannya adalah banyak dan mempunyai tipe yang berbeda. Beriku tipe-tipe guru yang ada disekolah? Simak berikut:

#Guru Killer
Ketika tipe guru ini masuk kelas, suasana kelas berubah menjadi mencekam. Guru ini tak segan-segan untuk membentak dan menggebrak meja apabila siswanya melakukan kesalahan sekecil apapun, pokoknya tak ada celah untuk melakukan pembelaan. Saat guru ini dikelas tidak bolah ada yang berisik, mengantuk, terlambat masuk, bolak-balik ke toilet.

#Guru Sabar
Ada tipe guru yang galak ada juga tipe guru yang sabar, ketika murid lupa mengerjakan tugas atau mendapatkan nilai yang jelek, tipe guru ini akan tidak akan emosi, dia hanya memberikan nasehat yang bijak dengan nada yang pelan sekali, itu juga hanya singkat saja.

#Guru Sahabat
Tipe ini lebih terasa seperti teman, mendengarkan dan mengikuti alur pemikiran muridnya. Tipe guru ini sering menjadi tempat bagi murid untuk berkeluh kesah dan curhat karena tipe ini mampu memberikan kenyamanan bagi murid-muridnya.
Tipe Guru yang Biasa Ada di Sekolah
Tipe Guru yang Biasa Ada di Sekolah
#Guru Humoris
Ini salah satu guru yang ditunggu-tunggu murid. Setiapa dia mengajar pasti akan memberikan banyolan yang akan mengundang gelak tawa murid. Guru ini bagaikan pelawak. Kelemahan menjadi guru ini adalah kurang disegani murid karena omongannya sudah ter-image bercanda oleh murid-muridnya.

#Guru Pencatat
Guru ini punya hobby menulis. Biasanya setelah salam dia akan langsung mulai mencatat materi dipapan tulis hingga waktu pelajaran hamper usai. Sebelum guru ini masuk kamu harus melakukan peregangan/pemanasan tangan, karena bisa dipastikan tangan kamu akan gempor menulis. Sedikit sekali waktu untuk menjelaskan, paling bilangnya “anak-anak, setelah ditulis, pelajari ya, materi ulangan untuk besok ada disitu semua”

#Guru Genit
Haha, kebanyakan adalah guru laki-laki. Ciri-cirinya dia itu sok asyik kepada muridnya, khususnya yang terlihat cantik. Berbeda perlakuan kepada murid laki-laki dan perempuan, kepada murid laki-laki yang melakukan kesalahan dia akan bereaksi galak dan sok tegas, tapi kalau ada murid perempuan yang melakukan kesalahan dia akan menjadi sok sabar dan pemaaf.

#Guru Pelit
Pelit? Maksudnya adalah pelit nilai. Sekuat apapun dan serajin apapun tapi tetap saja tidak dapat nilai maksimal. Biasanya ini dilakukan oleh dosen. Tugas dikerjakan, presentasi baik, UAS mengikuti, tapi nilainya C. Hadeh..

#Guru Artis
Kalau dia guru laki-laki pasti ganteng, kalau dia guru perempuan pasti cantik. Guru ini sering menjadi bahan obrolan bagi murid-muridnya karena penampilan dan parasnya yang menarik. Tipe guru ini masih tergolong berusia muda.

#Guru Gaib
Sesuai dengan namanya yaitu gaib atau tak kelihatan. Guru ini jarang sekali berada dikelas untuk memberikan pembelajaran. Biasanya mereka sudah menyiapkan catatan atau tugas dari rumah, menyuruh sekretaris untuk menulis lalu pergi, entah kemana.
Tipe guru ini akan memberikan nilai yang relatif sama dalam satu kelas, wajar karena dia tak pernah memperhatikan secara intens kepada murid-muridnya.

#Guru Biasa
Tidak ada hal yang menonjol atau yang menjadi cirri khas dari guru ini, galak tidak, sabar tidak, humoris tidak, pokoknya mainstream banget deh.

Entah apapun tipe guru yang kamu jumpai, tujuan mereka sama, yaitu intinya agar kamu bisa menguasai materi dan bisa mengerjakan soal ketika ujian. Suka atau tidak suka merekalah orang tua kita ketika di sekolahan, berkat mereka kita mendapatkan pengetahuan yang menjadi bekal untuk menatap masa depan yang cerah. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Contoh Tata Tertib dan Formulir PILDACIL

TATA TERTIB
PEMILIHAN DA’I CILIK (PILDACIL)
Desa Kasegeran – Kecamatan Cilongok

Tata Tertib:

  1. Peserta PILDACIL datang sebelum pembukaan acara PILDACIL dimulai
  2. Peserta PILDACIL adalah anak berusia 6-12 tahun
  3. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,-
  4. Tiap RT wajib mengirimkan delegasinya minimal 1 (satu) delegasi.
  5. Peserta/delegasi mengambil nomor urut perlombaan sebelum acara dimulai
  6. Setiap peserta/delegasi wajib membawakan tausiyah sesuai dengan subtema yang telah ditentukan oleh panitia
  7. Tema yang ditentukan adalah”Aku Bangga Menjadi Anak Shaleh dan Shalehah”
  8. Subtema yang menjadi pilihan adalah: Aku Cinta Allah  SWT dan Rasulullah SAW, Berbakti kepada Orang Tua, Anak Sholeh/Sholehah Harus Menuntut Ilmu, Shalat Lima Waktu adalah Kewajiban
  9. Durasi penyampaian peserta maksimal 7 menit. Jika melebihi batas waktu yang ditentukan akan dapat mengurangi nilai.
  10. Peserta tidak diperkenankan membawa catatan
  11. Jika terdapat peserta yang membawa akan berpengaruh pada pengurangan nilai
  12. Perlombaan akan diselenggarakan dalam dua tahap, babak penyisihan, dan babak grand final
  13. Penilaian juri bersifat akumulatif
  14. Penilaian juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Contoh Tata Tertib dan Formulir PILDACIL
Contoh Tata Tertib dan Formulir PILDACIL

FORMULIR PENDAFTARAN
PEMILIHAN DA’I CILIK (PILDACIL)

Nama                            : ………………………………………………
Tempat, Tgl Lahir              : ………………………………………………
Usia                                  : ………………………………………………
Alamat                              : ……………………………………………….
Asal Sekolah                     : ………………………………………………
Nama Pendamping             : ……………………………………………….
Hobi                                  : ………………………………………………
Cita-cita                             : ………………………………………………
Moto                                 : ……………………………………………….
Sub Tema                           : ……………………………………………….
Tokoh yang paling dicintai : ……………………………………………….

                                                                                 Kasegeran, Januari 2015
                                                                                 Peserta

                                                                                 (……………………………..)

Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi Belajar 

Pengertian Motivasi Belajar
Pengertian Motivasi Belajar

Pengertian Motivasi Belajar 

Kata “motif” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Berawal dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif (Sardiman A.M, 2001: 71).
Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar (Sardiman A.M, 2001: 73).
Dari keterangan di atas, ternyata motivasi memiliki posisi penentu bagi kegiatan hidup manusia dalam usaha mencapai cita-cita.  Oleh karena itu tanpa motivasi, proses belajar tidak akan berjalan dengan baik.
Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual.  Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar (Sardiman A.M, 2001: 73). Sedangkan menurut W.S. Winkel menjelaskan bahwa, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menumbuhkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah kepada kegiatan untuk mencapai tujuan belajar (1987: 92).
Dengan demikian, motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan semangat belajar sehingga siswa akan memacu motivasi dan energinya untuk belajar, sebab kadang-kadang suatu proses belajar mengajar tidak dapat mencapai hasil yang maksimal oleh karena ketidak kuatan daya pendorong (motivasi).

Fungsi motivasi belajar 

Tanpa adanya motivasi (dorongan) usaha seseorang tidak akan mencapai hasil yang baik, begitu juga sebaliknya.  Demikian juga dalam hal belajar, belajar akan lebih baik jika selalu disertai dengan motivasi yang sungguh-sungguh.  Maka tidaklah mengherankan apabila ada seseorang yang mampu mencapai prestasi sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam proses belajar mengajar, motivasi mempunyai peran dan fungsi yang sangat penting.  Di antara fungsi motivasi belajar adalah:
  1. Mendorong manusia untuk bertindak atau berbuat, jadi berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor yang memberikan energi atau kekuatan kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas.
  2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah perbuatan suatu tujuan dan cita-cita.
  3. Menyeleksi perbuatan, menentukan perbuatan mana yang harus dilakukan, yang sesuai guna mencapai tujuan (Ngalim Purwanto, 1995: 70-71).

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat diketahui bahwa fungsi motivasi dalam belajar itu di samping memberikan dan menggugat minat dan semangat dalam belajar siswa, juga akan membantu siswa untuk memilih jalan atau tingkah laku yang mendukung pencapaian tujuan belajar maupun tujuan hidupnya. 

Macam-macam motivasi belajar 

Kebanyakan para ahli membagi motivasi menjadi dua tipe umum yang kemudian lebih dikenal dengan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

1. Motivasi Intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Sardiman A.M, 2001: 87).
Di sini individu bertingkah laku karena mendapatkan energi dan pengaruh yang tidak dapat dilihat, karena sumber pendorong individu tersebut untuk bertingkah laku berasal dari dalam dirinya. 

2. Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar (Sardiman A.M, 2001: 88).
Dalam belajar, siswa memerlukan perhatian dan pengarahan yang khusus dari guru, seringkali jika mereka tidak menerima umpan balik yang baik, berkenaan dengan hasil maka mereka akan menjadi lambat atau mereka menjadi malas belajar.  

Upaya meningkatkan motivasi belajar 

Menurut De Decce dan Grawford (1974) sebagaimana dikutip Syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya Psikologi Belajar mengungkapkan bahwa ada empat fungsi guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara pemeliharaan  dan peningkatan motivasi belajar anak didik antara lain:

1. Menggairahkan anak didik

Dalam kegiatan pembelajaran guru harus berusaha menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.  Guru harus selalu memberikan kepada anak didik cukup banyak hal-hal yang perlu dipikirkan dan dilakukan (Syaiful Bahri Djamarah, 2002: 135).

2. Memberikan harapan realitas 

Guru harus memelihara harapan-harapan anak didik yang realitas dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realitas.  Bila anak telah banyak mengalami kegagalan untuk guru harus memberikan sebanyak mungkin keberhasilan kepada anak didik (Syaiful Bahri Djamarah, 2002: 135).

3. Memberikan insentif 

Adanya karakteristik tujuan menyebabkan seseorang bertingkah laku untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan yang menyebabkan seseorang bertingkah laku tersebut disebut insentif.  Insentif dalam pembelajaran PAI tidak selalu berupa materi, tetapi bisa berupa nilai atau penghargaan sesuai kadar kemampuan yang dapat dicapai siswa (Muhaimin, 2002: 139). 

4. Mengarahkan perilaku anak didik 

Mengarahkan perilaku anak didik adalah tugas guru dituntut untuk memberikan respon terhadap anak didik yang tak terlibat langsung dalam perilaku anak didik adalah dengan memberikan penugasan, bergerak mendekati dengan sikap lemah lembut dan dengan perkataan yang ramah dan baik (Syaiful Bahri Djamarah, 2002: 136).

Pengertian dan Klasifikasi Anak Tunagrahita

Pengertian Anak Tunagrahita 

Tunagrahita adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata (Sutjihati Somantri, 2006: 103).
Dalam buku Abnormal Psychology and Modern Life karangan James C. Coleman dan James N. Butcher mengungkapkan:
“The American Association of Mental Deficiency (AMMD) has defined mental retardation exiting concurrently sub average general intellectual functioning existing concurrently with deficits in adaptive behavior, and manifested during the developmental period” (1980: 467).
AAMD mendefinisikan retardasi mental adalah “keterbelakangan mental menunjukkan fungsi intelektual di bawah rata-rata  secara jelas dengan disertai ketidakmampuan dalam penyesuaian perilaku dan terjadi pada masa perkembangan”
Dari kedua definisi anak tunagrahita di atas  dapat disimpulkan bahwa anak tunagrahita adalah sebutan untuk anak yang memiliki IQ di bawah normal, oleh karena itu anak tunagrahita memerlukan penanganan khusus termasuk dalam bidang pendidikan karena mereka memiliki kesulitan dalam tugas akademik, komunikasi maupun sosial.

Klasifikasi Anak Tunagrahita 

Klasifikasi anak tunagrahita pada umumnya didasarkan pada taraf intelegensinya, yaitu sebagai berikut: 

 
1. Tunagrahita Ringan (debil atau maron)

Tunagrahita ringan adalah anak tunagrahita yang memiliki IQ 50-75, mereka mampu dididik tetapi tidak mampu mengikuti pendidikan pada program sekolah biasa (Mohammad Effendi, 2006: 90).
Dengan bimbingan dan pendidikan yang baik tunagrahita ringan pada saatnya akan memperoleh penghasilan untuk dirinya sendiri dan dapat hidup mandiri. 

2. Tunagrahita Sedang (imbecil) 

Tunagrahita sedang atau mampu latih adalah anak yang memiliki IQ 25-50, mereka hanya mampu dilatih untuk mengurus diri sendiri melalui aktivitas kehidupan sehari-hari (Mohammad Efendi, 2006: 90)

3. Tunagrahita Berat (idiot)

Tunagrahita berat (idiot) atau mampu rawat memiliki IQ 0-25.  mereka tidak mampu mengurus diri sendiri atau sosialisasi.  Untuk mengurus kebutuhan diri sendiri sangat membutuhkan orang lain.  Dengan kata lain, anak tunagrahita berat atau mampu rawat ini merupakan anak tunagrahita yang membutuhkan perawatan sepenuhnya sepanjang hidupnya, karena ia tidak mampu terus hidup tanpa bantuan orang lain (Mohammad Effendi, 2006: 90).