Arsip Kategori: Panduan

Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging

Cara Mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging Itik / Ayam

Ini adalah artikel panduan sederhana Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging Itik / Ayam

Jika bicara usaha ternak ayam, pasti sudah biasa,

..maka mari kita bicara itik/ bebek, meskipun panduan mengukur bobot dan persentase karkas daging juga bisa diterapkan pada unggas ayam.

Ternak itik merupakan ternak unggas penghasil telur dan daging yang cukup potensial disamping ayam. Itik lebih tahan penyakit dibandingkan ayam, sehingga pemeliharaannya mudah, tidak banyak mengandung resiko serta dapat dipelihara dengan atau tanpa air.

Daging itik merupakan salah satu komoditi unggulan karena mengandung berbagai zat gizi yang tinggi serta memiliki cita rasa yang unik. Kandungan gizi yang terdapat pada daging itik cukup tinggi antara lain kandungan protein 21,4 %, lemak 8,2 %, abu 1,2 % dan nilai energi 15.900 kkal/kg.

Produksi daging ternak unggas lokal secara langsung dapat dilihat dari bobot, persentase karkas dan banyaknya proporsi bagian karkas yang bernilai tinggi. Karkas merupakan bagian tubuh unggas bersama kulit setelah dipotong dan  dibuang bulu, lemak abdomen, organ dalam, kaki, kepala, leher dan darah, kecuali paru – paru dan ginjal.

Faktor yang mempengaruhi bobot karkas pada dasarnya adalah faktor genetis dan lingkungan.

Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging

Faktor lingkungan dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu fisiologi dan kandungan zat makanan dalam pakan. Non karkas merupakan bagian-bagian seperti kepala, leher serta organ dalam lainnya.

Ini berlaku untuk itik atau ayam,,namun saya akan menggunakan istilah itik.

Pengambilan data dilakukan pada itik umur 24 minggu.

Yang perlu diperhatikan dalam mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging ;

Karkas diperoleh dari pemotongan ternak itik dikurangi kepala, kaki, bulu, dan organ dalam kecuali giblet (jantung, hati dan gizard).

Cara mendapatkan karkas daging ayam :

Penyembelihan (slaughtering) : memotong arteri karotis, vena jugularis, oesophagus, dan trachea. Pada saat penyembelihan, darah harus keluar sebanyak mungkin.

Perendaman (scalding) : perendaman dilakukan dalam air panas pada suhu 65 sampai 80OC selama 5 sampai 30 detik.

Pencabutan bulu (defeathering) : pencabutan bulu menggunakan mesin pencabut bulu (plucking mnachine).

Pengeluaran jerohan (eviscerating) : dimulai dari pemisahan tembolok dan trachea serta kelenjar minyak bagian ekor kemudian pembukaan rongga badan dengan membuat irisan dari kloaka ke arah tulang dada. Kloaka dan visera atau jerohan dikeluarkan kemudian dilakukan pemisahan organ-organ yaitu hati, empedu dan jantung. Isi empedal harus dikeluarkan, demikian pula empedal dipisahkan dari bawah columna vertebralis. Kepala, leher dan kaki juga dipisah.

Bobot Karkas diperoleh dari bobot hidup dikurangi dengan bobot kepala, kaki, bulu dan organ dalam kecuali giblet (jantung, hati dan gizard).

Cara Penghitungan Bobot dan Persentase Karkas

Persentase Karkas diperoleh dengan cara membagi bobot karkas dengan bobot hidup dikalikan 100%, rumus :

Persentase Karkas = (Bobot Karkas)/(Bobot Hidup) x 100%

Bobot dan Persentase Non Karkas

Non karkas yang digunakan yaitu kepala, kaki, bulu, dan viscera.

Cara mendapat bagian Non Karkas ayam

  1. Kepala : Dipotong pada tulang atlas pertama.
  2. Kaki : Dipotong pada bagian persendian kaki (flock joint).
  3. Bulu : Pencabutan bulu menggunakan mesin pencabut bulu (plucking mnachine).

d.Viscera :Dipotong pada bagian ventrikularis sampai kloaka (usus tanpa kotoran).

Menghitung Bobot dan Persentase Non Karkas

Persentase Non Karkas diperoleh dengan cara membagi bobot bagian non karkas dengan bobot hidup dikalikan 100%, rumus :

Persentase Non Karkas = (Bobot Bagian Non Karkas)/(Bobot Hidup) x 100%

Tingkat kebutuhan gizi penduduk di Indonesia semakin meningkat, baik protein, vitamin, maupun mineral. Peningkatan pemenuhan kebutuhan protein hewani asal ternak untuk masyarakat  perlu  diupayakan  dengan cara peningkatan  produksi ternak itik. Keberadaan itik sebagai sumber daging sangat penting  dalam  memenuhi  kebutuhan  protein hewani  asal  ternak.

Baca juga : Jenis bebek pedaging unggulan

Demikian artikel tentang Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging, semoga bermanfaat

Teks Pidato Tema Syukur Nikmat

السَلامُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالِميْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُنْيَا وَالدِّيْنِ وَ الصَّلاةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى أَصْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى ألِهِ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِيْنُ. أمَّا بَعْدُ.

Yang kami hormati segenap dewan juri.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Dzat yang telah menciptakan dualisme dunia, yang mana tidak akan bertahan satu jika tidak ada dua. Sehingga terciptalah langit dan bumi, lautan dan daratan, si kaya dan si miskin, si cantik dan si buruk rupa. Hingga sempurnalah kehidupan manusia diatas permukaan bumi.
Selanjutnya sholawat berbingkaikan salam marilah bersama-sama kita sanjungkan kepada “the first and the best man” Nabi Muhammad SAW yang telah memayungi kita dari panasnya mentari-mentari jahiliyah, sehingga kini kita berada dalam kesejukkan dan kedamaian di bawah naungan islam.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah saya menyampaikan sebuah pidato singkat saya yang berjudul “Syukur Nikmat”. Mensyukuri nikmat dari Allah merupakan bagian dari tanda keimanan kita kepada Allah SWT.
Allah akan menambah nikmat kepada hamba-hambaNya selagi mereka mensyukuri nikmat Allah. Hal ini tercermin dari dalil Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 , yang berbunyi :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Itulah dasar mengapa kita harus bersyukur kepada Allah.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Orang-orang yang bersyukur memiliki kemampuan untuk melihat kenikmatan yang diberi Allah SWT. Tetapi anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar. Hal itu merupakan suatu kekeliruan.
Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan suatu apapun oleh Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah merenung sejenak tentang betapa banyaknya rezki yang kita terima dari Allah swt. Dalam hitungan waktu, setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan tak terhenti dari Allah yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup.
Berapa banyak langkah kaki yang kita gunakan untuk berjalan, berapa banyak energi otak yang kita pakai, dan sebagainya. Sungguh banyak sekali nikmat Allah Ta’ala yang kita terima, sehingga saking banyaknya, kita pun tak sanggup untuk bisa menghitungnya.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Rasûlullâh SAW telah mengajarkan kita cara untuk mensyukuri nikmat Allah dalam sabdanya,
انْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.”
Kemudian menurut Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin dijelaskan lebih rinci lagi tentang
cara mensyukuri nikmat Allah, yaitu :
Pertama, dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Kedua, dengan melalui hati, yaitu berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Dan yang terakhir dengan melalui anggota badan, yaitu berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh
Marilah kita sejenak meluangkan waktu untuk Bermuhasabah, bagaimana kita memanfaatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat kelapangan waktu yang kita dapatkan selama ini.
Allahumma a’innii ’ala zikrika wa syukrika, wahusni ’ibaadatika Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu. Aamiin ya robbal ‘alamin.
Demikian yang dapat saya sampaikan,
Kalau pedang melukai tubuh
Masih ada harapan sembuh
Namun jikalau lidah melukai hati
Saya mohon maaf dari lubuk hati
Burung irian burung cendrawasih
Cukup sekian dan terimakasih

اَخِيْرُلْكَلَمْ وَبِاللّهِ التَّوْفِيْقَ وَالهِدَايَهْ

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبَرَكَاتُهْ
Pondok Gontor

Perjalanan ke Gontor (dari Purwokerto)

Perjalanan ke Gontor (dari Purwokerto) – Matahari belum juga muncul, tapi Stasiun Purwokerto sudah ramai dengan penumpang yang ingin bepergian. Aku sendiri termasuk salah satu penumpang itu, bersama dengan 2 orang, adik dan saudaraku. Waktu menunjukan pukul 5.15 WIB. Announcer (atau apalah sebutannya) sudah memanggil dengan ramah calon penumpang kereta api Logawa tujuan akhir Stasiun Jember. Tapi saya dan kedua adiku menuju Stasiun Madiun. Stasiun Madiun adalah stasiun terdekat menuju tempat tujuan kami, yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.

 Perjalanan kami diiringi dengan cuaca yang pas, tidak terlalu panas karena awan menutupi sinar matahari, tapi juga tak turun hujan. Pas sekali, ditambah dengan lagu Miracles-nya Coldplay yang aku putar terus di handphone-ku. Stasiun demi stasiun kami singgahi, pemandangan pemandangan nan indah, gunung gunung, sawah sawah, samai gedung-gedung menjadi view yang bisa kami lihat dari sudut jendela kereta. Tak terasa waktu menunjukan pukul 11.30 WIB kami tiba di Stasiun Madiun. Tepat sesuai dengan jadwal di tiket. Kami turun dengan badan yang agak sedikit pegal, maklum kereta yang kami naiki adalah kelas ekonomi.

Lalu kami bergegas untuk melaksanakan shalat dhuhur dan beristirahat sejenak duduk-duduk cantik di stasiun. Karena aku baru pertama kali ke Madiun dan sama sekali tak ada informasi mengenai kendaraan apa yang bisa digunakan ke Gontor. Lalu aku bertanya ke petugas mengenai tujuan perjalanan ke Gontor. Aku dapat informasi kalau Gontor itu cukup ribet apabila memakai kendaraan umum. Dari stasiun Madiun naik ojek ke Terminal Madiun dengan ongkos sekitar 10-15 ribu. Lalu dari terminal Terminal Madiun ke Terminal Ponorogo naik bis dengan ongkos sekitar 10 ribu. Lalu dari terminal Ponorogo ke Pondok Gontor 1 naik ojek atau angkot dengan ongkos 25-30 ribu. Jadi estimasi minimal dari Stasiun Madiun ke Pondok Gontor 1 adalah 45 ribu rupiah per orang.

Alternatif kedua yaitu menyewa mobil dengan ongkos sekitar 150-200 ribu per mobil. Jadi bagi anda yang membawa 3-6 orang, menyewa mobil adalah cara yang paling efektif dan efisien.

Alternatif ketiga untuk menuju ke Gontor 1 dari Stasiun Madiun adalah naik ojek. Mengingat jarak yang cukup jauh yaitu sekitar 50 KM, tarif ojekpun bisa mencapai 80-100 ribu per orang. Naik ojek mempunyai kelebihan cepat sampai dengan waktu yang singkat, namun jika anada membawa banyak barang dan musim yang sedang tak bersahabat (hujan) maka saya tak menyarankan untuk naik moda transportasi ojek ini.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup. Kami putuskan untuk menyewa mobil. Tak perlu bingung karena setelah anda keluar dari stasiun, sudah banyak orang yang menawarkan pilihan transportasi kepada anda.

Karena mungkin nasibku yang sedang kurang mujur, kami mendapatkan mobil sewaan yang sudah tua. Kondisinya panas dan interiornya sudah banyak yang rusak. Mungkin anda yang ingin menyewa mobil sama seperti saya bisa menayakan dulu mobil yang digunakan jika tak ingin bernasib sama dengan saya.

Suasana mobil yang tak nyaman, tapi itu sedikit terobati dengan sopir yang ramah dan nyambung untuk diajak ngobrol. Sekitar satu jam kami sudah memasuki Desa Gontor Kecamatan Mlarak.

Pondok Gontor

Pondok Gontor

Rasanya senang sekali memasuki gerbang Pondok Pesantren Darussalam Gontor dengan dibarengi pemandangan menara yang terkenal itu sudah nampak dari kejauhan. Gontor, kami datang!

Perbanyakan Tanaman Kelengkeng

Teknik Budidaya Tanaman Kelengkeng

Teknik Budidaya Tanaman Kelengkeng – Pada artikel ini akan kami bahas tentang budidaya tanaman kelengkeng / lengkeng, artikel ini akan menguras banyak waktu anda, silahkan bokmark terlebih dahulu di dekstop anda untuk melanjutkan membaca dilain waktu jika anda tidak ada waktu membaca sampai selesai.

#1. Perbanyakan Tanaman Kelengkeng

Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi kelengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi atau cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun.

Baca lebih lanjut tentang seri panduan artikel Perbanyakan Tanaman Kelengkeng, yang berisi ;

#2. Pengolahan Media Tanam

Sebelum ditanami, lahan harus dibersihkan terlebih dahulu. Tanah untuk tanaman kelengkeng sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Saat tanam adalah awal musim hujan namun pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.

Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi dua kali setahun. Caranya dengan menggali lubang di sekitar batang, sedikit di luar lingkaran daun, kemudian pupuk atau kompos dimasukkan ke dalam lubang galian tersebut.

#3. Teknik Penanaman

Budidaya tanaman kelengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.

Pegolahan media tanam pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Namun, penggunaan pupuk kandang lebih diutamakan. Di tahap awal penanaman, pemberian pupuk kandang sangat penting sebagai pengaruh pada media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam dapat dikombinasikan.

#4. Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman tidak dianjurkan sampai menggenangi tanaman. Penggemburan diusahakan agar media tanam tidak memadat. Pemadatan media terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, dilakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil dan jangan sampai merusak akarnya.

Meskipun media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per tanaman. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap tanaman diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu disiram hingga cukup basah.

Pemeliaraan tanaman kelengkeng yang paling penting adalah pemangkasan. Pemankasan yaitu pemotongan atau pengurangan sebagian dari cabang dan ranting. Pemangkasan cabang dan ranting bertujuan untuk memperbanyak cabang atau ranting, karena hilangnya dominasi titik tumbuh apikal, untuk memperpendek pohon, agar mudah pemanenannya (dwarfing), untuk mempermudah tanaman yang telah tua, dan untuk mengatur keseimbangan karbohidrat dan nitrat pada tanaman agar dapat berbuah.

#5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Tanaman Kelengkeng

1) Trusuk

Serangga ini ukurannya sebesar semut hitam, warnanya cokelat dan bersayap. Hama ini menyerang bagian batang, terutama batang pokoknya, yakni dengan cara membuat lubang dan masuk ke dalamnya. Apabila jumlahnya sangat banyak, pohon kelengkeng yang diserang tentu terdapat lubang yang banyak pula. Kelengkeng yang terserang hama trusuk menunjukkan perubahan pada warna daunnya, yakni semula berwarna hijau menjadi kunig dan akhirnya rontok.

Dengan rontoknya daun-daun tersebut, cabang-cabang menjadi kering dan mengakibatkan kematian. Pengendalian hama trusuk dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada batang yang telah terserang oleh hama tersebut. Namun akan lebih baik jika dilakukan pencegahan secara dini sebelum terserang, yakni dengan melakukan penyemprotan insektisida pada batang-batang tanaman kelengkeng yang sehat, terutama batang pokoknya.

2) Kelelawar

Kelelawar juga termasuk hama yang sangat merugikan petani dengan memakan buah yang masak dan merontokkan buah muda. Untuk mengatasi gangguan kelelawar, buah kelengkeng pada malainya harus diberongsong dengan anyaman bambu atau tepes kelapa.

Penyakit Tanaman Kelengkeng

Salah satu penyakit yang sering mengganggu tanaman kelengkeng adalah Jamur. Penyakit ini pada umumnya menyerang batang pohon kelengkeng, terutama batang pokoknya. Pemberantasannya dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada batang yang terserang.

#6. Panen dan Pasca Panen

Kelengkeng termasuk buah non-klimakterik, dimana setelah dipanen respirasi dan produksi etilen buah mengalami penurunan dan tidak mengalami proses pematangan jika buah telah dipanen. Pada buah non-klimakterik, saat panen perlu diperhatikan agar kualitas buah yang diperoleh lebih optimal. Kandungan total padatan terlarut, total gula dan vitamin C buah mengalami peningkatan selama proses pemasakan buah. Penentuan saat panen kelengkeng dapat diukur dari ukuran buah, warna kulit, kandungan TPT, total asam, rasio TPT:TA, rasa buah, dan umur buah (setelah bunga mekar).

Diantara beberapa faktor tersebut penentuan saat panen buah berdasarkan warna kulit buah, rasa buah dan umur buah adalah yang umum dilakukan. TPT dapat juga diukur dengan cara menggunakan Handrefractometer (manual atau digital). Angka (% atau brix) yang ditunjukkan menunjukkan jumlah kasar padatan terlarut dalam jus buah, termasuk karbohidrat dan gula.

Pemanenan buah dilakukan saat pagi hari untuk mengurangi penguapan air dari buah dan menghindari panas karena sengatan matahari. Panen saat hujan juga sebaiknya dihindari. Kerusakan buah saat panen dapat mempercepat proses pembusukan buah, karena itu proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Buah dipanen dengan cara memotong malai/tandan buah, atau butiran buah dipanen langsung dari tandannya dan ditempatkan dalam keranjang plastik atau bambu. Semua buah dalam satu pohon sebaiknya dipanen secara bersamaan, kecuali jika tingkat kematangan antar tandan buah berbeda jauh.

Buah yang telah dipanen diletakkan di tempat yang teduh dan jika memungkinkan segera dibawa ke bangsal pengepakan.

Teknik Budidaya Tanaman Kelengkeng

Musim panen kelengkeng di bulan Januari sampai dengan bulan Februari dengan produksi 300-600 kg/pohon. Kelengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Baca juga :

Perbanyakan Tanaman Kelengkeng

Memelihara Tanaman Kelengkeng dalam Polybag Generatif

Memelihara Tanaman Kelengkeng dalam Polybag Generatif – Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman melalui proses perkawinan antara dua tanaman induk melalui organ reproduksi berupa bunga yang kemudian terjadi penyerbukan benang sari pada kepala putik dan menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya. Biji ini dapat ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter.

Jika Anda ingin memulai dari awal tentang perbanyakan kelengkeng, saya sudah menuliskannya di artikel sebelumnya berjudul :

Perbanyakan tanaman secara generatif dilakukan dengan menanam biji yang dihasilkan dari penyerbukan antara bunga jantan (serbuk sari) dan bunga betina (kepala putik). Secara alami, proses penyerbukan terjadi dengan bantuan angin atau serangga. Namun saat ini, penyerbukan sering dilakukan manusia, terutama para pemulia tanaman untuk memperbanyak atau menyilang tanaman dari beberapa varietas berbeda.

Berdasarkan definisi dari perbanyakan tanaman secara generatif, maka yang dilakukan yaitu tanaman kelengkeng diperbanyak secara generatif dengan cara menanam biji buah tanaman kelengkeng baik biji yang berasal dari pohon induk kelengkeng Diamond River maupun pohon induk kelengkeng Itoh.

Tahapan memelihara kelengkeng polybag secara generatif adalah sebagai berikut.

#1. Pemilihan biji kelengkeng sebagai benih

Biji yang digunakan sebagai benih didapatkan dari pohon induk yang ada di UPTD Hortikultura Kalimandi. Menurut BBPPTP Ambon (2015), Buah kelengkeng yang bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Berasal dari pohon dewasa yang tumbuh sehat, bebas dari hama dan penyakit, seperti kanker batang, belah putih, gugur sebelum tua, rumah laba-laba, busuk buah kering, busuk buah basah, dan gugur buah muda. Tanaman juga harus sehat secara fisiologi, yaitu percabangan pohon kelengkebg yang teratur serta proporsi batang dan cabang juga seimbang.
  2. Pohon induk telah memasuki masa produktif, yaitu diatas empat tahun. Biji yang dihasilkan pada usia produktif akan lebih berkualitas dibandingkan biji hasil pembuahan di awal masa produktif.
  3. Buah harus masak secara fisiologis. Buah kelengkeng yang masak fisiologis memiliki ciri-ciri kulit buah berwarna kuning kecoklatan, tekstur kulit buah agak kasar, dan buah tidak terlalu lunak.

#2. Penyemaian benih Kelngkeng di polybag

Biji yang telah dipilih untuk dijadikan benih selanjutnya dilakukan penyemaian. Penyemaian pada benih dapat dilakukan di lahan bedengan dan di polybag, namun pada perbanyakan tanaman buah lebih direkomendasikan untuk menggunakan polybag sebagai media penyemaian.

Berikut merupakan langkah-langkah penyemaian yang harus dilakukan terhadap benih dalam polybag.

  1. Polybag berukuran 15×10 cm atau 15×15 cm disiapkan dan disesuaikan dengan ukuran benih. Kemudian polybag diisi dengan media berupa tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
  2. Lubang kecil dibuat pada permukaan media di polybag, lalu benih ditanamkan ke dalam lubang tersebut.
  3. Lubang benih ditutup dengan media yang ada, lalu siram media semai hingga lembab. Polybag yang sudah berisi benih sebaiknya diletakkan di tempat teduh atau naungan. Dalam hal ini polybag dimasukkan ke dalam sungkup paranet.
  4. Penyiraman dilakukan jika media sudah mengalami kekeringan agar proses pembenihan tidak gagal.
  5. Ditunggu selama 2-3 minggu untuk mendapatkan benih yang sudah mengeluarkan tunas akar dan tunas daun. Saat praktik kerja lapangan, tunas akar dan daun muncul setelah 3 minggu sejak penyemaian.

#3. Pemeliharaan persemaian dalam polybag

Pemeliharaan persemaian bibit tanaman kelengkeng untuk mendapatkan perbanyakan tanaman secara generatif tidak berbeda dengan pemeliharaan pada umumnya. Pemeliharaan dilakukan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

  1. Persemaian disiram pada pagi dan sore hari. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi kelembaban media tanam. Jangan sampai media tanam dalam keadaan kering atau terlalu lembab (jenuh air).
  2. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk daun dengan intensitas pemberian setiap dua minggu sekali. Umumnya pupuk daun diaplikasikan dalam bentuk cair dengan cara disemprot ke daun tanaman. Selain pupuk daun, diberikan pupuk NPK mutiara sebanyak 10 butir pertanaman dengan frekuensi pemberian satu bulan sekali.
  3. Fungisida disemprotkan untuk mencegah serangan jamur dan atau insektisida untuk mencegah serangan hama. Kedua pestisida ini hanya diberikan apabila tanaman menunjukkan tanda-tanda terserang. Dosis pemakaian disesuaikan dengan peraturan di dalam kemasan.

Perbanyakan tanaman secara generatif memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan perbanyakan tanaman secara generatif yaitu tanaman baru dapat diperoleh dengan cepat dan mudah, biaya yang dikeluarkan relatif murah, umur tanaman lebih lama, tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat, dan dapat menghasilkan varietas-varietas baru yaitu dengan cara menyilangkan.

Sedangkan kelemahan perbanyakan tanaman secara generatif adalah tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang sama dengan induknya, varietas yang baru muncul belum tentu lebih baik, waktu berbuah lebih lama, dan kualitas tanaman baru diketahui setelah tanaman berbuah.

Panduan selanjutnya : Perbanyakan Kelengkeng (Cangkok, Stek, Okulasi dan Sambung)

Baca juga :