Arsip Kategori: Budaya

Kesempatan Masyarakat Berpartisipasi dan Memberi Makna

#1. Kesempatan Masyarakat Berpartisipasi

Menurut Ach.Wazir Ws., et al ( 1999 : 29 ) Partisipasi bias di artikan sebagai keterlibatan seseorang secara sadar ke dalam interaksi social dalam situasi tertentu. Dengan pengertian ini, seseorang bias berpartisipasi bila ia menemukan dirinya dengan atau dengan kelompok, melalui berbagai proses berbagi dengan orang lain dalam hal nilai tradisi, perasaan, kesetiaan, kepatuhan dan tanggung jawab bersama.

Partisipasi masyarakat menurut Isbandi ( 2007 : 27 ) adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses peng-identifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternative solusi untuk menangani masalah. Pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi.

Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program juga dapat berasal dari unsur luar atau lingkungan. Menurut Holil ( 1980 : 10 ) ada 4 poin yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat yang berasal dari luar atau lingkungan yaitu :

  • Komunikasi yang intensif antara sesame warga masyarakat, antar warga masyarakat dengan pimpinannya serta antara system social di masyarakat dengan system luarnya.
  • Iklim social, ekonomi, politik dan budaya, baik dalam kehidupan keluarga, pergaulan, permainan, sekolah maupun masyarakat dan bangsa yang menguntungkan bagi serta mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat.
  • Kesempatan untuk berpartisipasi. Keadaan lingkungan serta proses dan struktur social, system nilai dan norma norma yang memungkinkan dan mendorong terjadinya partisipasi social.
  • Kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi. Lingkungan di dalam keluarga masyarakat atau lingkungan politik, social, budaya yang memungkinkan dan mendorong timbul dan berkembangnya prakarsa,gagasan, perseorangan atau kelompok

Menurut Tjokroamidjojo (dalam Safi’i, 2007:104) partisipasi masyarakat dalam pembangunan dibagi atas tiga tahapan, yaitu:

  • Partisipasi atau keterlibatan dalam proses penentuan arah, startegi dan kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah
  • Keterlibatan dalam memikul beban dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan
  • Keterlibatan dalam memetik dan memanfaatkan pembangunan secara berkeadilan

#1. Komunitas Memberi Makna Pada Anggota

Dalam perjalanan suatu komunitas atau organisasi ada banyak hal yang dilakukan dan diterapkan.Hal i\hal yang dilakukan dan diterapkan itulah yang terkadang selalu memberikan dampak atau efek tersendiri bagi setiapanggota dalam suatu komunitas atau kelompok masyarakat.Makna dari itu alangkah baiknya setiap komunitas memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada anggotanya agar tercapainya makna yang ingin di capai dan dapat di jalankan oleh setiap anggotanya.

Memberi makna kepada anggotanya dapat dilakukan dengan sebuah komunikasi, dimana komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13).

Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).Tidak ada kelompok yang dapat eksis tanpa komunikasi : pentransferan makna di antara anggota-anggotanya. Hanya lewat pentransferan makna dari satu orang ke orang lain informasi dan gagasan dapat dihantarkan. Tetapi komunikasi itu lebih dari sekedar menanamkan makna tetapi harus juga dipahami (Robbins, 2002 : 310).

Fungsi komunikasi adalah :

  • Kendali : komunikasi bertindak untuk mengendalikan prilaku anggota dalam beberapa cara, setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh karyawan.
  • Motivasi : komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana mereka bekerja baik dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu di bawah standar.
  • Pengungkapan emosional : bagi banyak karyawan kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk interaksi sosial, komunikasi yang terjadi di dalam kelompok itu merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka oleh karena itu komunikasi menyiarkan ungkapan emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.
  • Informasi : komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pilihan-pilihan alternatif (Robbins, 2002 : 310-311).

Manusia adalah mahluk social yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain di lingkungannya. Komunikasi merupakan keterampilan yang sangat pointing dalam kehidupan manusia, dimana kita dapat lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap langkah manusia.

Satu satunya alat untuk kita dapat berhubungan baik dengan orang lain di lingkungannya adalah dengan komunikasi baik secara verbal maupun non verbal, karena pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antar manusia atau kelompok.

Berikut beberapa penjelasan tentang jenis jenis komunikasi :

  • Komunikasi intrapribadi

Komunikasi intrapribadi addalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya ( Muhammad : 2005 ). Menurut Devito ( 1989 ), komunikasi intrapribadi adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau kelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan peluang untuk memberikan umpan balik segera.

  • Komunikasi antarpribadi

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang orang secara tatap muka, yang meungkinkan respon verbal maupun non verbal berlangsung secara langsung.Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang hanya melibatkan dua individu, misalnya suami istri, dua sejawat, guru murid.Ciri ciri komunikasi diadik adalah pihak pihak yang berkomunikasi berada pada jarak yang dekat. Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari hari dalam upaya memahami diri sendiri diantaranya adalah berdoa, bersyukur, introspeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif. Kesadaran diri memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu ( Fisher : 1987 )

  • Komunikasi kelompok kecil

Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang. Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama saling mengenal satu sama lain,dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kielompok.

  • Komunikasi public

Komuikasi public adalah komunikasi anatara seorang pembicara dengan sejumplah orang, yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi public meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh, dan lain lain. Ciri ciri komunikasi public adlah belangsung lebih formal.

  • Komunikasi organisasi

Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok.Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komuniksi antarpribadi, dan komunikasi public tergantung kebutuhan.

masyarakat memiliki viabilitas dan kemampuan yang sama

Masyarakat Ideal Harus Memiliki Viabilitas dan Kemampuan yang Merata

Masyarakat Ideal Harus Memiliki Viabilitas dan Kemampuan yang Merata

Memiliki Viabilitas

Polya ( 1985 ) mengartikan pemecahan sebagai suatu usaha mncari jalan keluar dari suatu kesulitan guna mencapai suatu tujuan yang tidak begitu segera dapat dicapai. Sementara Sujono ( 1988 ) melukiskan masalah sebagai tantangan bila pemecahannya memerlukan kreativitas, pengertian, dan pemikiran yang asli atau imajinasi. Berdasarkan penjelasan di atas tersebut maka sesuatu yangt merupakan masalah bagi seseorang, mungkin tidak merupakan masalah bagi orang lain atau merupakan hal yang rutin saja.

Ruseffendi ( 1991 ) mengemukakan bahwa suatu soal pemecahan maslaah bagi seseorang bila ia memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelesaikannya, tetapi pada saat ia memperoleh permasalahan itu ia belum tahu cara penyelesaianya.

Masalah adalah suau kendala atau persoalan yang harus di pecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu keadaan yang di harapkan baik. Permasalahan kelompok adalah kondisi dimana tujuan kelompok tidak sesuai dengan fakta pencapaian kelompok tersebut.

Penyebab adanya  masalah dalam sebuah kelompok / masyarakat adalah:

  1. Perbedaan dalam tujuan
  2. Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan
  3. Perbedaan njlai atau persepsi
  4. Sebab sebab lain

Jenis jenis masalah masalah dalam kelompok dibagi dua

  • Deindividuasi, adalah keadaan hilangnya kesadaran akan diri sendiri dan pengertian evaluative terhadap diri sendiri dalam situasi kelompok yang memungkin kan anonimitas dan mengalihkan atau menjauhkan perhatian dari individu. Jadi dapat dikatakan deindividuasi itu adalah proses hilangnya kesadaran suatu individu karena pengaruh daari suatu kelompok dan membentuk suatu pemikiran kolektif.
  • Groupthink merupakan proses pengambilan keputusan yang terjadi pada kelompok yang sangat kohesif dimana anggota anggotanya berusaha mempertahankan consensus kelompok sehingga kemampuan kritisnya menjadi efektif lagi

Memiliki Kemampuan Merata

Menurut Mohammad Zain dalam Milman Yusdi ( 2010 : 10 ) mengartikan bahwa kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita berusaha dengan diri sendiri. Sedangkan menurut Anggiat M.Sinaga dan Sri Hadiati ( 2001 : 34 ) mendefinisikan kemampuan sebagai suatu dasar seseorang yang dengan sendirinya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan secara efektif atau berhasil. Sementara itu, Robbins ( 2008 : 57 ) kemampuan berarti kapasitas seseorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan .

Kemampuan merata adalah kecakapan atau potensi seseorang individu untuk menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan atau suatu penilaian atas tindakan seseorang secara merata. Kemampuan juga bias disebut dengan kompetensi yaitu perpaduan dari tiga domain pendidikan yang meliputi ranah pengetahuan, keteramplan, dan sikap yang terbentuk dalam pola berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari hari.

Profesionalisme adalah keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu tinggi, waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang yang mudah di pahami dan di ikuti oleh pelanggan ( siagian : 2009 ).Sedangkan menurut Dwiyanto ( 2011 ) professional adalah paham atau keyakinan bahwa sikap dan tindakan aparatur dalam menyelenggarakan kegitan pemerintahan dan pelayanan selalu didasarkan pada ilmu pengetahuan dan nilai nilai profesi aparatur yang mengutamakan kepentingan public.

Suatu komunitas, dalam anggotanya harus memiliki kemampuan atau kebebasan dalam berkehendak. Bebas menentukan kehendak adalah kekuatan seseorang untuk memilih atau tidak memilih kebaikan yang terbatas atau yang tidak terbatas (Ariestita : 2006). Bebas menentukan kehendak merupakan kemampuan seseorang untuk menentukan pilihan secara spontan, tanpa dipaksakan, secara sukarela  (Ulber : 2003).

Demikian artikel Masyarakat Ideal Harus Memiliki Viabilitas dan Kemampuan yang Merata

Semoga bermanfaat

Masyarakat memiliki wewenang

Sebuah Kelompok Masyarakat Ideal Harus Mempunyai Wewenang

Sebuah Kelompok Masyarakat Harus Mempunyai Wewenang – Secara otonomi atau wewenang, Otonomi berasal dari bahasa Yunani autos yang artinya sendiri, dan nomos yang berarti hukuman atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri (Danuredjo, 1979).

Menurut Koesoemahatmadja (1979: 9), Otonomi adalah Perundangan Sendiri, lebih lanjut mengemukakan bahwa menurut perkembangan sejarahnya di Indonesia, otonomi selain memiliki pengertian sebagai perundangan sendiri, juga mengandung pengertian “pemerintahan” (bestuur) Wayong (1979: 16), menjabarkan pengertian otonomi sebagai kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus daerah, dengan keuangan sendiri, menentukan hukuman sendiri, dan pemerintahan sendiri.

Wewenang adalah kemampuan untuk mencapai tujuan tujuan tertentu yang dapat diterima secara formal oleh anggota anggota masyarakat. Sedangkan kekuasaan dikonsepsikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain tanpa menghubungkan dengan penerimaan sosialnya yang formal. Dengan kata lain kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengarhi atau menentukan sikap orang lain sesuai dengan keinginan si pemilik kekuasaan.

Weber membagi wewenang kedalam tiga tipe :

  • Traditional authority, yakni jenis wewenang yang berkembang dalam kehidupan tradisional
  • Ratonal – legal authority, yakni wewenang yang berkembang dalam masyarakat modern
  • Charismatic authority, yakni wewenang yang dimiliki seseorang akibat kualitas yang luar biasa dari dirinya.

Secara otonomi atau wewenang, Otonomi berasal dari bahasa Yunani autos yang artinya sendiri, dan nomos yang berarti hukuman atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri (Danuredjo, 1979).

Menurut Koesoemahatmadja (1979: 9), Otonomi adalah Perundangan Sendiri, lebih lanjut mengemukakan bahwa menurut perkembangan sejarahnya di Indonesia, otonomi selain memiliki pengertian sebagai perundangan sendiri, juga mengandung pengertian “pemerintahan” (bestuur) Wayong (1979: 16), menjabarkan pengertian otonomi sebagai kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus daerah, dengan keuangan sendiri, menentukan hukuman sendiri, dan pemerintahan sendiri.

Demikian artikel Sebuah Kelompok Masyarakat Ideal Harus Mempunyai Wewenang

9 Nilai Positif dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Ideal

9 Nilai Positif dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Ideal

9 Nilai Positif dalam Pemberdayaan Masyarakat Ideal – Masyarakat adalah setiap kelompok yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dalam kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Atau masyarakat(sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang.

Pengertian Pemberdayaan Masyarakat

Pembangunan masyarakat pada hakekatnya adalah merupakan suatu proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik lagi bagi masyarakat, dengan mengkondisikan serta menaruh kepercayaan kepada masyarakat itu sendiri untuk membangunb dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya.

Pengertian baku mengenai pembangunan masyarakat telah ditetapkan oleh PBB, dalam Konkon Subrata ( 1991 : 4 ) bahwa : “Pembangunan masyarakat adalah suatu proses yang ditumbuhkan untuk menciptakan kondisi kondisi bagi kemajuan ekonomi secara social masyarakat seluruhnya kepada inisiatif masyarakat” .

Menurut Hayden ( 1979 : 175 ) Community Development adalah suatu proses yang merupakan usaha masyarakat sendiri yang di integrasikan dengan otoritas pemerintah guna memperbaiki kondisi social ekonomi dan kultural komunitas, meintegrasikan komunitas ke dalam kehidupan nasional dan mendorong kontribusi komunitas yang lebih optimal bagi kemajuan nasional.

Sebagai perbandingan Christenson dan Robinson ( 1989 : 14 ) mendefinisikan Community Development  adalah sebagai suatu proses dimana masyarakat tinggal pada lokasi tertentu mengembangkan prakarsa untuk melaksanakan suatu tindakan social ( dengan atau tanpa intervensi ) untuk mengubah situasi ekonomi, social, kultural dan lingkungan mereka.

Pada awal pemikiran tentang pembangunan sering ditemukan adanya pemikiran yang mengidentikan pembangunan dengan perkembangan, pembangunan enganmodernisasi dan industrialisasi, bahkan pembangunan dengan westernisasi.

Seluruh pemikiran tersebut didasarkan kepada aspek perubahan, dimana aspek pembangunan, perkembangan, dan modernisasi serta industrialisasi, secara keseluruhan mengandung unsur perubahan. Namun begitu, keempat hal tersebut mempunyai latar belakang, azas dan hakikat yang berbeda serta prinsip kontinuitas yang berbeda pula, meskipun semuanya merupakan bentuk yang merefleksikan.

Pandangan lain yang dikemukanan oleh Harlan Cleveland dan Mochtar Lubis dalam Masa Depan “Pembangunan” (1990, 1) menyatakan bahwa pembangunan merupakan peningkatan pertumbuhan ekonomi disertai keadilan sosial secara sadar. Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan.

Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan sutu perbandingan dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian dibandingkan dengan keadaan masyarakat pada masa lampau. Namun demikian, dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan.

Dalam setiap prakteknya di lapangan, perubahan sosial dapat terjadi sangat lambat maupun sangat cepat. Hal ini tergantung pada faktor-faktor yang menunjang perubahan sosial dalam masyarakat tersebut. Pada konsep-konsep yang ada, faktor-faktor ini dibagi menjadi 2, yakni faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor-faktor ini lah yang menentukan bagaimana laju perubahan sosial dalam masyarakat.

9 Nilai Positif dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Ideal

#1. Kelompok Primer

#2. Mempunyai wewenang

#3. Memiliki Viabilitas dan Kemampuan Merata (4)

#5. Kesempatan Masyarakat Berpartisipasi, Komunitas Memberi Makna Pada Anggota (6)

#7. Heterogenitas

#8. Dalam komunitas, pelayanan masyarakat ditempatkan ( dilancarkan ) sedekat dan secepat mungkin pada yang berkepentingan

#9. Komunitas harus memiliki managing conflict

Pembangunan sosial sebagai salah satu pendekatan dalam pembangunan, pada awal perkembangannya, seringkali dipertentangkan dengan pembangunan ekonomi.Hal ini terkait dengan pemahaman orang banyak yang menggunakan istilah pembangunan Pembangunan social merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu.

Pembangunan nasional di Indonesia, misalnya merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan berdasarkan rencana tertentu, dengan sengaja dan memang dikehendaki baik oleh pemerintah yang menjadi pelopor pembangunan maupun oleh masyarakat.

Demikian artikel pilar 9 Nilai Positif dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Ideal, semoga bermanfaat

Kelompok Primer dalam Masyarakat Ideal

Kelompok Primer dalam Masyarakat Ideal

Kelompok Primer – Charles Horton Cooley pada tahun 1909, mengatakn bahwa kelompok primer atau  primary group  adalah suatu kelompok yang anggota anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyetuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati.

Kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya,

sebagai berikut :

  • Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas.
  • Komuikasi pada kelompok primer bersifat personal
  • Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi, sedangkan pada kelompok sekunder adalah sebaliknya
  • Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, dan kelompok sekunder instrumental
  • Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal

Menurut George Homan dalam Myazinda (2008) kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara.

Misalnya, keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain. Dalam kelompok primer terdapat interaksi sosial yang lebih intensif dan lebih erat diantara mereka dari pada kelompok sekunder. Dalam kelompok primer terjadi hubungan yang face to face group, yaitu kelompok sosial yang anggotanya sering berhadapan muka antara satu dengan yang lainnya dan saling mengenal dari dekat, sehingga saling berhubungan lebih erat.

Peranan kelompok primer dalam kehidupan individu besar sekali karena di dalam kelompok inilah individu berkembang dan dididik sebagai mahluk sosial. Di dalam kelompok inilah individu mengembangkan sifat-sifat sosial seperti mengindahkan norma-norma, melepaskan kepentingan dirinya demi kepentingan kelompok, belajar bekerjasama dengan individu lain,dan mengembangkan kecakapannya guna kepentingan kelompoknya.

Contoh kelompok primer adalah, keluarga, rukun tetangga,kelompok kawan sepermainan, kelompok belajar dsb. Sifat interaksi dalam kelompok primer ini bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.Kelompok primer seperti keluarga memainkan peran kunci dalam pengembangan diri. Sebagai suatu kelompok kecil, keluarga pun berperan sebagai suatu pelindung terhadap ancaman kelompok lebih besar yang disebut masyarakat. Keluarga mempunyai arti penting primer dalam pembentukan orientasi dasar pasangan latin ini, sebagaimana yang nanti akan berlaku di kemudian hari bagi anak-anaknya.

Caplov ( dalam Sarwono, 2005 ) membagi kelompok kecil menjadi dua jenis berdasarkan ukurannya antara lain, kelompok primer dan bukan primer. Kelompok primer adalah kelompok yang jumlah anggotanya 2 -20 orang dan tiap anggota berinteraksi dengan setiap anggota lainnya dalam kelompok. Sedangkan, kelompok Yang jumlahnya anggotanya 3-30 orang dan interaksi antar anggotanya tidak seintensif pada kelompok primer ( teman sekelas, kelompok arisan, panitia kecil ). Oleh karenanya termasuk kedalam kelompok kecil yang tergolong mudah untuk diperlajari.

Demikian artikel Kelompok Primer dalam Masyarakat, semoga bermanfaat