Arsip Kategori: Internet Dan Teknologi

Pengertian, Komponen dan Tools Sistem Informasi Geografis (GIS)

Fungsi Software Adobe Flash Profesional, Adobe AIR, Dimension Of Quality For Goods, Prototype, Edraw Max 7.9, SPSS dan ULEA

Software Adobe Flash Profesional, Adobe AIR, Dimension Of Quality For Goods, Prototype, Edraw Max 7.9, SPSS dan ULEA

#1. Adobe Flash Profesional CS6

Adobe Flash adalah salah satu perangkat komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash sebelumnya bernama Macromedia Flash. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat ini mempunyai file extention*.swf dan dapat diputar dipenjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunkan bahasa pemrograman bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.

Menurut buku Kupas Tuntas Adobe Flash Profesional CS6, Adobe Flash Profesional perangkat lunak CS6 adalah lingkungan authoring kuat untuk menciptakan animasi dan konten multimedia. Desain pengalaman mendalam interaktif yang menyajikan secara konsisten di desktop dan beberapa perangkat, termasuk tablet, smartphone, dan televisi.

Adobe Flash CS6 menyediakan berbagai macam fitur yang akan sangat membantu para animator untuk membuat animasi menjadi semakin mudah dan menarik. Adobe Flash CS6 telah mampu membuat dan mengolah teks dengan efek tiga dimensi, sehingga hasilnya tampak lebih menarik.

#2. Adobe AIR

Adobe AIR adalah sebuah software yang berguna untuk para webmaster dalam membuat aplikasi berbasis web ataupun dekstop yang terkoneksi secara online. Bagi web developer, mengembangkan aplikasi web dengan Adobe AIR bisa jadi belum begitu populer dibandingkan platform lain seperti PHP, Java, VB.Net dan sebagainya. Bahkan bisa dibilang programmer yang tahu tentang Adobe AIR ini prosentasenya masih lebih kecil dibandingkan dengan yang belum mengetahuinya. Hal ini bisa dimaklumi mengingat Adobe AIR sendiri baru dirilis sekitar awal tahun 2008.

#3. Dimension Of Quality For Goods

Dimension Of Quality For Goods (DQG) adalah atribut kualitas yang dikehendaki dimiliki oleh produk yang dibangun dengan urutan atribut : Operation (operasional), Reliability and Durability (Keandalan dan Daya Tahan), conformance (kesesuaian), Appearance Penampilan), Serviceability (servis) dan Perceived quality (persepsi Kualitas).

#4. Prototype

Prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode Prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefenisikan secara detail output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.

#5. Edraw Max 7.9

Edraw Max 7.9 adalah software all-in-satu diagram yang membuatnya sederhana untuk membuat profesional-cari diagram alur, bagan organisasi, diagram jaringan, presentasi bisnis, rencana pembangunan, peta pikiran, ilmu ilustrasi, desain fashion, UML diagram, workflow, struktur Program , diagram desain web, diagram listrik rekayasa, peta directional, diagram database dan banyak lagi.

Dengan pra-ditarik besar perpustakaan dan lebih dari 6000 simbol vektor, gambar tidak bisa lebih mudah. Edraw Max memungkinkan untuk membuat berbagai diagram menggunakan template, bentuk, dan alat-alat menggambar saat bekerja di lingkungan kantor-gaya intuitif dan akrab.

#6. SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 13.0 For Windows

SPSS 13.0 For windows adalah program atau software yang digunakan untuk olah data statistik. Dari berbagai program olah data statistic lainnya, SPSS merupakan yang paling banyak digunakan dan diminati oleh para peneliti.

Program SPSS dibuat pada tahun 1968 oleh mahasiswa Stanford University, saat itu dioperasikan pada komputer mainframe. Pada tahun 1984 SPSS muncul dengan PC (bernama SPSS/PC+) dan pada tahun 1992 tercipta untuk versi windows (SPSS for Windows). Setelah itu SPSS terus mengalami perkembangan daro waktu ke waktu mengalami perbaikan dan penyempurnaan dengan munculnya versi-versi SPSS for Windows seperti, 7,8,9,10 sampai versi terbarunya 16.

Langkah-langkah pengolahan data SPSS sangatlah praktis. Setelah data diinput pada SPSS data editor kemudian kita mencari alat analisis yang diperlukan, memasukkan variabel, kemudian klik OK, setelah proses olah data dilakukan dengan sangat cepat, singkat, akurat, cermat, handal, dan muncullah output data.

#7. ULEA (Usability, Learnability, Efficiency, dan Acceptability)

Usability adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kemudahan yang didapat seseorang dalam menggunakan sebuah alat  untuk mencapai tujuan. Menurut Jakob Nielsen, Usability merupakan atribut kualitas untuk mengukur seberapa mudah suatu antarmuka yang digunakan.

Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna untuk memenuhi task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan.

Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan.

Acceptability menjelaskan dapat diterima secara umum oleh semua kalangan.

Baca juga :

Demikian artikel tentang Fungsi Software Adobe Flash Profesional, Adobe AIR, Dimension Of Quality For Goods, Prototype, Edraw Max 7.9, SPSS dan ULEA, semoga bermanfaat.

Fitur dan Arsitektur Software Sistem Operasi Android

Fitur dan Arsitektur Software Sistem Operasi Android

Fitur dan Arsitektur Software Sistem Operasi Android – Android adalah sebuah platform pertama yang betul-betul terbuka dan komprehensif untuk perangkat mobile, semua perangkat lunak yang ada difungsikan menjalankan sebuah device mobile tanpa memikirkan kendala kepemilikan yang menghambat inovasi pada teknologi mobile.

Android lahir beberapa dekade setelah internet berkembang pesat, Sejarah perkembangan android tidak lepas dari sejarah perkembangan internet.

Oke, mari kita lihat fitur dan arsitektur android ini ;

#1. Fitur Android

Fitur yang tersedia pada platform Android saat ini antara lain:

  • Fitur Android Framework Aplikasi yang mendukung penggantian komponen dan reusable.
  • Fitur Android Mesin Viritual Dalvik berjalan di atas Linux kernel yang dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Fitur Android Intergrated browser berdasarkan open source engine WebKit.
  • Fitur Android Grafis yang dioptimalkan dan didukung oleh library grafis 2D yang terkustomisasi, grafis, 3D berdasarkan spesifikasi openGL ES 1.0 (Opsional Akselerasi Hardware) .
  • Fitur Android SQLite untuk menyimpan data.
  • Media support yang mendukung audio, video, dan gambar (MPEG4, H.264, MP3, ACC, AMR, JPG, PNG, GIF).
  • GSM Telephoning (Tergantung Hardware)
  • Bluetooth, EDGE, 3G, dan WIFI (tergantung Hardware)
  • Dukungan perangkat tambahan, android dapat memanfaatkan kamera, Layar sentuh, Accelerometers, Magnetometers, GPS, Akselerasi 2D (dengan perangkat Orientasi, Scalling, konversi format piksel) dan Akselerasi grafis 3D
  • Fitur Android Multi-Touch, kemampuan layaknya handset modern yang dapat menggunakan dua jari atau lebih untuk berinteraksi dengan perangkat.
  • Lingkungan development yang lengkap dan kaya termasuk perangkat emulator, tools untuk debugging, profil dan kinerja memori dan plugin untuk Eclipse IDE.
  • Market, seperti kebanyakan ponsel yang memiliki tempat penjualan aplikasi, Market pada android merupakan katalog aplikasi yang dapat di download dan diinstal pada ponsel melalui internet.

#2. Arsitektur Android

Gambar arsitektur android

Fitur dan Arsitektur Software Sistem Operasi Android

Arsitektur Android

Secara sederhana arsitektur android merupakan sebuah kernel Linux dan  sekumpulan pustaka  C /C++  dalam  suatu  framework yang menyediakan dan  mengatur alur proses aplikasi. Diagram berikut ini menunjukkan komponen utama dari sistem operasi Android.

Sekilas sejarah android ;

Pada tahun 2005 Google mengakuisisi Android Inc yang pada saat itu dimonitori oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Yang kemudian pada tahun itu juga memulai membangun platform  Android secara intensif.

Kemudian pada tanggal 12 November 2007 Google bersama Open Handset Alliance yaitu sebuah konsorsium perangkat mobile terbuka, merilis Google Android SDK, setelah mengumumkannya seminggu sebelumnya. Dan sambutannya sangat luar biasa, hampir semua media berita tentang IT dan  Programming memberitakan tentang dirilisnya  Android SDK (Software Development Kit).

Baca juga :

Google bersama dengan OHA merilis paket software SDK yang lengkap untuk mengembangkan aplikasi pada perangkat mobile.

Yaitu ;

Sistem Operasi, Middleware dan Aplikasi Utama untuk perangkat mobile. Sebagai programmer atau developer bisa melakukan segalanya, mulai dari membuat aplikasi pengiriman SMS hanya dengan dua baris kode, hingga mengganti event pada Home Screen pearangkat Android. Selain itu, bahkan dengan mudah kita bisa membuat dan merubah Sistem Operasi-nya atau mengganti semua aplikasi default dari Google.

Demikian artikel berjudul Fitur dan Arsitektur Android, salam

Foto Udara, Citra Radar dan Citra Satelit

Jenis Data Geografis Foto Udara, Citra Radar dan Citra Satelit

Jenis Data geografis Berupa Foto Udara, Citra Radar dan Citra Satelit – Artikel ini adalah lanjutan dari rangkaian artikel tentang Sistem Informasi Geografis (SIG), untuk kamu yang membutuhkan informasi tentang SIG bisa membaca artikel sebelumnya.

#1. Foto Udara

Foto udara merupakan salah satu produk dari bidang ilmu geografi dalam mengambil obyek, daerah, atau fenomena yang ada di permukaan bumi menggunakan alat berupa kamer dengan proses perekaman secara fotografik dengan bantuan detector atau alat pendeteksi berupa Film.

Foto Udara, Citra Radar dan Citra Satelit

Citra foto ini didapatkan dengan cara memotret dengan menggunakan sebuah wahana (alat transportasi) biasanya berupa balon udara, pesawat udara, gantole, pesawat ultra-ringan dan pesawata tanpa awak. Dengan bantuan kamera dan pesawat udara ini, maka pemotretan udara dapat dilakukan.

#2. Citra Radar

Citra Radar merupakan hasil pemotretan menggunakan deteksi pancaran gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang yang dipancarkan radar adalah beberapa milimeter hingga satu meter.

Gelombang sinyal yang dipancarkan akan dipantulkan dari suatu benda tertentu dan kemudian ditangkap kembali oleh radar. Tenaga gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk penginderaan jauh gelombang mikro menggunakan panjang gelombang 1000 μm hingga 100 cm dan  spectrum gelombang mikro yang biasanya digunakan untuk penginderaan jauh adalah panjang gelombang antara 1 mm hingga 30 cm.

Sensor radar pencitra ditempatkan pada wahana (platform) pesawat terbang atau satelit atau pesawat ulang-alik untuk mengamati ke samping dan ke bawah. Bila wahana bergerak, plsa-pulsa energi ditransmisikan dan gema yang kembali dikumpulkan (direkam).

Penggunaannya dilakukan dengan gerakan ke depan dari wahana pada saat memproses gema-gema yang dikumpulkan, menggabungkannya dengan suatu cara yang khusus dimana ukuran antenna efektif yang digunakan sangat besar. Resolusi radar tergantung pada ukuran antenanya.

Suatu sistem radar terdiri dari berikut ini :

1. Pemancar (transmitter)

Fungsi dari pemancar adalah membangkitkan pulsa cahaya berdaya tinggi pada panjang gelombang radio antara 1 cm dan 100 cm.

2. Saklar (switch)

Saklar berfungsi mengirimkan pulsa Transmisi ke antenna dan mengembalikan gema pada penerima (reciever).

3. Antena (antenna)

Mengirimkan pulsa transmisi pada daerah target dan mengumpulkan gema-gema yang dikembalikan.

4. Penerima (reciever)

Penerima mengubah gema-gema yang dikembalikan menjadi nilai digital.

5. Data Recorder

Menyimpan data citra untuk diproses dan ditampilkan.

Pengenalan obyek pada citra radar didasarkan tidak hanya pada rona tetapi juga ukuran, bentuk, tekstur, bayangan, dan keterkaitan obyek dengan kenampakan sekelilingnya. Obyek terekam pada citra radar merupakan hasil pulsa balik radar. Intensitas atau kekuatan pulsa balik menentukan kecerahan obyek yang terekam pada citra. Pilsa balik radar yang terlalu kuat menghasilkan karakteristik (signature) lebih cerah pada citra dibandingkan dengan pulsa balik yang lemah.

Intensitas atau kekuatan pulsa balik radar baik dari system satelit maupun pesawat udara ditentukan oleh sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Sifat-sifat obyek yang diindera, yang meliputi: lereng (skala makro), sifat dielektrik, kekasaran permukaan dan orientasi kenampakan (feature orientation)
  2. Sifat-sifat sistem radar, yang meliputi: panjang gelombang, sudut depresi, polarisasi dan arah pengamatan antena.

#3. Citra Satelit

Citra Satelit merupakan hasil dari pemotretan/perekaman alat sensor yang dipasang pada wahana satelit ruang angkasa dengan ketinggian lebih dari 400 km dari permukaan bumi.

Berdasarkan tingkatan resolusinya citra satelit dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

– Citra resolusi rendah, memiliki resolusi spasial antara 15 m s/d 30 m (Citra satelit Landsat)

– Citra resolusi sedang, memiliki resolusi spasial 2.5 m s/d 10 m (Citra satelit SPOT)

– Citra resolusi tinggi, memiliki resolusi spasial 0.6 m s/d 1 m (Citra satelit Ikonos dan Quickbird)

Tingkat resolusi spasial citra satelit ini dipengaruhi oleh kemampuan sensor dalam merekam objek yang terkecil, Satelit Landsat TM mampu merekam obyek terkecil dilapangan sebesar 30 x 30 meter, Satelit Ikonos merekam dengan obyek terkecilnya 1 x 1 meter. QuickBird dengan ukuran obyek terkecilnya 0,6 x 0,6 meter.

Citra satelit terbentuk dari serangkaian matrik elemen gambar yang disebut dengan piksel. Piksel merupakan unit terkecil dari sebuah citra. Piksel sebuah citra pada umumnya berbentuk segi empat dan mewakili suatu area tertentu pada citra. Jika sebuah sensor memiliki resolusi spasial 20 meter dan citra dari sensor tersebut menampilkannya secara penuh, maka masing-masing piksel akan mewakili area seluas 20 x 20 meter. Citra yang menampilkan area dengan cakupan yang luas biasanya memiliki resolusi spasial yang rendah.

Demikian artikel tentang Jenis Data Geografis Foto Udara, Citra Radar dan Citra Satelit.

Semoga bermanfaat

Pengertian, Komponen dan Tools Sistem Informasi Geografis (GIS)

Pengertian, Komponen,Tools, Software Sistem Informasi Geografis (GIS)

Pengertian, Komponen, Tools, Software Sistem Informasi Geografis (GIS) – Pada hakekatnya Sistem Informasi Geografis adalah suatu rangkaian kegiatan untuk mendapatkan gambaran situasi ruang muka bumi atau informasi tentang ruang muka bumi yang diperlukan untuk dapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah yang terdapat dalam ruang muka bumi yang bersangkutan.

Atau dalam pengertian teknisnya,

SIG adalah rangkaian kegiatan pengumpulan, penataan, pengolahan dan penganalisisan data/fakta spasial sehingga diperoleh informasi spasial untuk dapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah dalam ruang muka bumi tertentu.

Rangkaian tersebut meliputi pengumpulan, penataan, pengolahan, penganalisisan dan penyajian data-data/fakta-fakta yang ada atau terdapat dalam ruang waktu muka bumi tertentu. Data/fakta yang terdapat dalam ruang muka bumi tersebut, sering juga disebut sebagai data/fakta geografis atau Informasi spasial. Jadi SIG adalah rangkaian kegiatan pengumpulan, penataan, pengolahan dan penganalisisan data/fakta spasial sehingga diperoleh informasi spasial untuk dapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah dalam ruang muka bumi tertentu.

Pengertian, Komponen dan Tools Sistem Informasi Geografis (GIS)

SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi Sistem Informasi Geografis (GIS) dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti; lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya.

Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG) terdiri dari

#1. Masukan data (data input)

Subsistem masukan data adalah fasilitas dalam Sistem Informasi Geografis (GIS) yang digunakan untuk memasukan data dan merubah bentuk data asli ke dalam bentuk data yang dapat diterima dan dipakai dalam Sistem Informasi Geografis (GIS).

Pemasukan data ke dalam Sistem Informasi Geografis (GIS) dilakukan dengan 3 cara, yakni : pelarikan atau penyiaman, digitasi, dan tabulasi.

Pelarikan (scanning)

Pelarikan atau penyiaman adalah proses pengubahan data grafis kontinyu menjadi data  diskritt yang terdiri atas sel-sel penyususn gambar (pixel)Pelarikan untuk gambar peta kini dapat dilakukan dengan portable scanner yang kini banyak beredar di pasaran. Data hasil penyiaman disimpan dalam bentuk raster. Data raster ini dapat diubah menjadi data vektor melalui proses digitasi. Sistem Informasi Geografis (GIS) berbasis  raster banyak yang menyukai karena pengolahannya lebih mudah, proses tumpang susun (overlay) peta dapat dilakukan secara lebih cepat.

Digitasi

Digitasi adalah proses pengubahan data grafis analog menjadi data grafis digital, dalam struktur vektor. Pada struktur vektor ini data disimpan dalam bentuk titik (point), garis (lines) atau segmen, data poligon (area) secara matematis-geometris. Contoh tipe data titik adalah kota, lapangan terbang, pasar. Tipe data garis diantaranya adalah sungai, jalan, kontur topografik. Tipe data poligon/area antara lain ditunjukkan oleh bentuk-bentuk penggunaan lahan, klasifikasi tanah, daerah aliran sungai. Tipe-tipe data geografis tersebut dapat saling berinteraksi atau berinteraksi dengan data lain. Misal, data penggunaan lahan dapat berinteraksi dengan data jenis tanah.

Pada beberapa perangkat lunak SIG berbasis windows, seperti Map Info dan Arc View, digitasi dapat dilakukan pada tampilan peta screen monitor komputer, yang merupakan display data hasil penyiaman. Digitasi dalam hal ini lebih dikenal dengan istilah stretching. Digitasi dengan cara ini dianggap lebih memiliki akurasi yang lebih baik daripada digitasi dengan menggunakan digitizer table. Proses digitasi ini merupakan langkah dalam Sistem Informasi Geografis (GIS) yang paling banyak menyita waktu.

Tabulasi

Basis data dalan Sistem Informasi Geografis (GIS) dikelompokkan menjadi dua, yakni basis data grafis dan basis data non-grafis (atribut). Data grafis adalah peta itu sendiri, sedangkan data atribut adalah  semua informasi non-grafis, seperti derajat kemiringan lereng, jenis tanah, nama tempat, dan lain-lain. Data atribut ini disimpan dalam bentuk tabel, sehingga sering disebut basis data tabuler.Data tabel ini kemudian dikaitkan dengan data grafis untuk keperluan analisis.

#2. Pengelolaan data

Pengelolaan data meliputi semua operasi penyimpanan, pengaktifan, penyimpanan kembali dan pencetakan semua data yang diperoleh dari input data. Beberapa langkah penting lainnya, seperti pengorganisasian data, perbaiakan, pengurangan, dan penambahan dilakukan pada subsistem ini.

#3. Manipulasi dan Analisis data

Fungsi subsistem ini adalah untuk membedakan data yang akan diproses dalam Sistem Informasi Geografis (GIS). Untuk merubah format data, mendapatkan parameter dan proses dalam pengelolaan dapatdilakukan pada subsistem ini.Upaya evaluasi terhadap subsistem ini perlu terus dilakuakan, karena subsistem ini merupakan sentra dalam proses kerjal SIG, dimana informasi baru yang akan dihasilkan ditentukan dalam proses subsistem ini. Beberapa fasilitas yang biasa terdapat  dalam paket Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk manipulasi dan analisis, meliputi empat unsure, yakni : fasilitas penyuntingan, interpolasi spasial, tumpang susun, modeling, dan analisis data.

Penyuntingan

Sebenarnya, sebagian fungsi penyuntingan ini telah dilakuakan dalam subsistem manajemen data (khususnya data spatial), tetapi ada yang belum dikerjakan secara detail, yakni pemutakhiran (up dating) data. Sebagai contoh pemutakhiran data spasial antara lain, peta pola persebaran pemukiman untuk tahun terbaru tidak perlu digitasi ulang, tetapi cukup diperbaharui dengan menambah data baru.

Interpolasi spasial

Interpolasi spasial merupakan jenis fasilitas Sistem Informasi Geografis (GIS) yang rumit, bahkan dapat dikatakan bahwa langkah ini tidak dapat dilakukan secara manual.Setiap titik pada koordinat tertentu dalam peta memuat sejumlah informasi koordinat dan nilai-nilai tertentu suatu variabel yang dikehendaki.Misal, pemasukan data berupa posisi koordinat dan kemiringan lereng, dapat diinterpolasi. Hasil dari proses interpolasi tersebut adalah peta kontinyu dimana setiap titik pada peta digital tersebut menyajikan informasi berupa nilai riil.

Tumpang susun (overlay)

Tumpang susun ini sebenarnya merupakan langkah di dalam SIG yang dapat dilakukan secara manual, tetapi cara manual terbatas kemampuannya. Bila peta yang akan ditumpangsusunkan lebih dari 4 lembar peta tematik, maka kan terjadi kerumitan besar dan sukar dirunut kembali dalam menyajikan satuan-satuan pemetaan baru.

Software SIG yang berbasis raster dapat melakukan proses tumpang susun secara lebih cepat daripada software SIG berbasis vektor. Proses tumpang susun lebih cepat pada SIG berbasis raster karena proses ini dilakukan antar pixel dari masing-masing input data peta pada koordinat yang sama, tidak harus merumuskan lagi topologi baru untuk satuan pemetaan baru yang dihasilkan dari proses ini sebagaimana yang terjadi pada SIG berbasis vektor.

Pembuatan Model dan Analisis data

Bila input data telah masuk dan tersusun dalam bentuk basis data, maka proses pembuatan model (modeling) dan analisis data menjadi efisien, dapat dilakukan kapan saja dan dapat dipadukan dengan input data peta baru. Pada bagian inilah terletak manfaat SIG yang besar, yakni ketika seluruh data telah tersedia dalam bentuk digital.

#4. Keluaran data (data output)

Subsistem ini berfungsi untuk menayangkan (displaying) informasi baru dan hasil analisis data geografis secara kuantitatif maupun kualitatif. Wujud keluaran ini berupa peta, tabel atau arsip elektronik (file). Keluaran data ini tidak hanya ditayangkan pada monitor, tetapi selanjutnya perlu disajikan dalam bentuk  cetakan (hardcopy), dengan maksud agar dapat dibaca, dianalisis, dan diketahui persebarannya secara visual (khusus untuk data peta).

Tool Sistem Informasi Geografis (GIS)

Dalam pembuatan GIS diperlukan software yang menyediakan fungsi tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis, dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:

  1. Tool untuk melakukan input dan transformasi data
  2. Sistem Manajemen Basisdata (DBMS)
  3. Toolyang mendukung query geografis, analisis dan
  4. ArcInfo untuk SIG; CAD system untuk entry graphic data; dan ERDAS serta ER-MAP untuk proses remote sensing data.

Ada 2 tipe sumber data dalam SIG yaitu:

  1. Data Primer, yaitu data yang diukur langsung dengan survey, pengumpulan data lapangan, penginderaan jauh.
  2. Data Sekunder, yaitu data yang didapat dari peta yang sudah ada, tabel-tabel atau sumber lain.

Tambahan :

Software SIG yaitu ER Mapper dan ArcView. Selanjutnya mengerti pula fungsi-fungsi dari menubar dan toolbar yang ada di dalamnya. Selain itu diperkenalkan pula jenis data geografis seperti foto udara, citra satelit dan citra radar. Obyek-obyek yang terekam pada jenis data tersebut mempunyai karakteristik berbeda-beda. Ketelitian yang paling tinggi adalah citra radar, selanjutnya citra satelit dan foto udara.

ER Mapper adalah salah satu software pengolah citra yang sering digunakan data awal yang berasal dari citra (foto udara, citra radar, maupun citra satelit). ArcView merupakan salah satu perangkat lunak (software) dekstop Sistem Inormasi Geografis (SIG) dan pemetaan yang dikembangkan oleh ESRI. ArcView dapat digunakan untuk melakukan visualisasi, mengexplore, menjawab query (baik basis data spasial maupun non spasial), menganalisis data secara geografis.

Baca juga : Jenis Data geografis Berupa Foto Udara, Citra Radar dan Citra Satelit

SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakanhasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial yaitu sebuah datayang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti; lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Belajar Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Belajar Pembangkit Listrik Tenaga Surya – Prinsip kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan.  Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.

Bagaimana energi matahari dapat dirubah menjadi energi listrik ?

Pembangkit listrik tenaga  surya itu konsepnya sederhana yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik.    Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki 3 (batere) 12 volt yang  maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt.

Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari. Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen.

Bila tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari,  maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Bila tegangan aki mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki. Panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal.

Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya. Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya.

Pembangkit listrik yang memanfaatkan energi surya atau lebih umum dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mempunyai beberapa keuntungan yaitu:

  1. Sumber energi yang digunakan sangat melimpah dan cuma -cuma
  2. Sistem yang dikembangkan bersifat modular sehingga dapat dengan mudah diinstalasi dan diperbesar kapasitasnya.
  3. Perawatannya mudah
  4. Tidak menimbulkan polusi
  5. Dirancang bekerja secara otomatis sehingga dapat diterapkan ditempat terpencil.
  6. Relatif aman
  7. Keandalannya semakin baik
  8. Adanya aspek masyarakat pemakai yang mengendalikan sistem itu sendiri
  9. Mudah untuk diinstalasi
  10. Radiasi matahari sebagai sumber energi tak terbatas
  11. Tidak menghasilkan CO2 serta emisi gas buang lainnya.

Baca juga :