Arsip Kategori: Otomotif

Manakah Mobil Yang Paling Banyak Diburu Masyarakat Indonesia

Inilah Mobil Paling Banyak Diburu Masyarakat Indonesia

Inilah Mobil Yang Paling Banyak Diburu Masyarakat Indonesia – Multi Purpose Vehicle atau biasa disingkat MPV merupakan salah satu jenis mobil yang banyak beredar di Indonesia. MPV menjadi salah satu jenis mobil yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. Kenapa demikian? Karena daya angkut dan harga yang menjadi pertimbangan masyarakat. Mobil jenis ini bisa mengangkut 7 penumpang.

Karena mobil tersebut multiguna bisa membawa anggota keluarga ataupun mengangkut barang. Hal ini yang menjadikan MPV sebagai mobil pilihan favorit masyarakat Indonesia. Disamping itu juga harga mobil MPV tersedia dari yang termurah hingga yang mahal. Dari buatan Jepang hingga buatan Amerika. Banyak pilihan memang.

Ramainya  pasar mobil di segmen MPV langsung direspon oleh seluruh pabrikan di Indonesia. Mereka paham bahwa MPV menjadi pasar yang menggirukan. Tidak hanya itu, para pabrikan menjadikan MPV sebagai tulang punggung penjualan mereka. Selaras dengan ramainya pasar, para pabrikan terus berinovasi menciptakan mobil ini yang irit bahan bakar, nyaman dan fashionable.

Inilah Mobil Yang Paling Banyak Diburu Masyarakat Indonesia

Lalu Mobil MPV mana saja yang paling banyak diburu:

1. Mobil Toyota

Toyota hadir disegmen ini dengan mobil andalannya yaitu Avanza. Avanza mengawali debutnya di Indonesia pada tahun 2004. Seiring berjalannya waktu avanza menguasai pasar mob

il di Indonesia.

Kijang Innova juga diikutkan oleh Toyota untuk bermain di segmen ini. Tetapi beda avanza beda kijang Innova. Pasalnya kijang innova berada di medium MPV sedangkan avanza low MPV. Lalu apa bedanya? Bedanya jelas pada harga dan spesifikasi yang ditawarkan. Tak hanya itu fitur yang dimiliki kijang innova lebih lengkap disbanding avanza.

Manakah Mobil Yang Paling Banyak Diburu Masyarakat Indonesia

Dan yang terbaru Toyota memanaskan pasar dengan mengeluarkan MPV 7seater yang dinamai Toyota Calya. Toyota Calya sendiri merupakan MPV 7seater yang digarap oleh Toyota untuk mengisi kelas LCGC (Low Cost Green Car). Mesin yang digendong oleh Toyota Calya hanya 1200cc. Lebih kecil dari Avanza maupun Kijang Innova.

2. Mobil Daihatsu

Daihatsu salah satu pabrikan jepang yang berkembang pesat di Indonesia. Lewat Xenia, Daihatsu meraih penjualan yang luar biasa. Xenia merupakan mobil dari Daihatsu yang mempunyai kembaran yaitu Toyota Avanza. Xenia sendiri memiliki pilihan mesin 1000cc dan 1300cc sedangkan avanza dengan pilihan mesin 1300cc dan 1500cc. jika dilihat dari sisi eksterior memang tidak banyak

perbedaan antara xenia dan avanza.

Manakah Mobil Yang Paling Banyak Diburu Masyarakat Indonesia

Bulan Agustus 2016 daihatsu pun mengeluarkan mobil LCGC (Low  Cost Green Car) 7seater, yang bernama Daihatsu Sigra. Sigra juga mobil kembaran dari Toyota Calya.

3. Mobil Suzuki

Suzuki tidak tinggal diam. Suzuki menghadirkan Ertiga di Indonesia guna menggempur penjualan duet Avanza dan Xenia. Suzuki Ertiga rilis pada tahun 2012. MPV  ini diberikan mesin 1400cc. Fitur yang disematkan tergolong lengkap.

Sebelum Ertiga, Suzuki pun sudah mempunyai MPV pesaing

Avanza-Xenia yaitu APV. APV mulai dijual di Indonesia pada tahun 2005. Sayangnya, hingga saat ini APV belum melakukan Mayor Change. Hanya beberapa kali diberikan penyegaran/  facelift.

4. Mobil Datsun

Setelah lama mati suri, Datsun kembali hidup dengan hadirnya Datsun Go+ Panca. Mobil ini merupakan LCGC 7seater pertama yang hadir di Indonesia. Ia lahir pada tahun 2014. Model yang menawan dan harga yang terjangkau menjadi pertimbangan masyarakat untuk meminang Datsun Go+ Panca.

5. Mobil Nissan

Nissan punya Grand Livina untuk mengisi posisi MPV.  Nissan Grand Livina memiliki 2 pilihan mesin yaitu 1500cc dan 1800cc. Mobil ini menawarkan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Grand Livina mempunyai ground clearance yang cukup rendah untuk mobil kelas MPV.

6. Mobil Honda

Pabrikan sekelas Honda pun turut meramaikan pasar mobil MPV.  Mobil yang dihadirkan yaitu Honda Mobilio. Mobilio merupakan Honda Brio yang dipanjangkan dan ditinggikan. Hanya saja mesin yang dipakai oleh Honda Mobilio lebih besar dari Honda Brio yakni 1500cc. Mobil ini sudah memakai projector untuk headlampnya.

Jika anda memiliki niat untuk membeli mobil, silahkan anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan budget yang anda miliki. Di era sekarang sudah banyak perusahaan pembiayaan yang menawarkan paket kredit dengan bunga ringan. Sekedar berbagi pengalaman, biasanya di akhir tahun bayak diskon yang diberikan oleh pihak Dealer.

Baca juga :

  1. Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin
  2. Bagian-bagian Karburator dan Cara Membersihkanya
Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor – Pelumasan dapat diartikan sebagai pemberian bahan pelumas pada suatu mesin dengan bertujuan untuk mencegah kontak langsung persinggungan antara permukaan yang bergerak. Pelumasan memiliki suatu peranan yang penting pada suatu mesin dan peralatan yang didalamnya terdapat suatu komponen yang saling bergesekan yaitu sebagai pengaman agar tidak terjadi kerusakan yang fatal.

Berikut merupakan syarat – syarat pelumas motor ;

  1. Tahan terhadap panas
  2. Bersih dari zat-zat kimia yang dapat mengakibatkan korosi pada bagian-bagian mesin
  3. Licin
  4. Tidak mengakibatkan keausan (yang disebabkan oleh pencemaran kimiawi sehingga menimbulkan korosi yang berakibat keausan
  5. Tidak banyak membebani mesin

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Pompa Oli (Oli Pump)

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Pompa Oli

Dalam sistem pelumasan pompa oli atau oli pump berfungsi untuk menghisap minyak pelumas dari bak oli dan menekan atau menyalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak dengan tujuan agar bagian bagian tersebut dapat terlumasi dengan oli. Pompa oli ada yang digerakan oleh poros engkol dan ada juga yang digerakkan oleh poros nok, serta timing belt dan lain sebagainya. Filter oli terpasang pada inlet pompa oli yang berfungsi untuk menyaring kotoran kotoran yang ada pada oli.

Filter Oli

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Filter oli

Oli mesin berangsur angsur akan menjadi kotor bercampur dengan carbon, endapan lumpur, kotoran kotoran dan lain lain. Filter oli dibutuhkan untuk menyaring kotoran kotoran tersebut, jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi saringan oli pada sistem pelumasan adalah untuk menyaring kotoran-kotoran yang terdapat di dalam oli, sebelum oli itu melumasi bagian-bagian mesin seperti poros engkol, mekanisme katup, dan lain sebagainya. Karena apabila bagian bagian yang bergerak dan bergesekan tersebut dilumasi oleh oli yang kotor atau terdapat kotoran, maka dapat mengakibatkan komponen komponen tersebut akan cepat menjadi aus, lebih lagi dapat menyebabkan kerusakan.

Sistem Pengatur Tekanan Oli

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Pengaturan tekanan oli

Ketika pompa oli digerakkan oleh mesin maka tekanan oli akan naik, pada kecepatan tinggi tekanan oli akan berlebihan dan hal ini dapat menyebabkan kebocoran pada seal-seal oli. Untuk mencegah hal ini diperlukan semacam pengatur yang menjaga tekanan oli agar tetap konstan tanpa terpengaruh putaran mesin. Komponen yang melakukan hal ini adalah relief valve.

Nozzle Oil

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Nozzle Oil

Nosel oli (oil nozzle) berfungsi untuk mendinginkan bagian dalam piston. Pada oil nozzle terdapat check valve yang berfungsi untuk mencegah tekanan oli dalam sirkuit pelumasan turun terlalu rendah (1,4 kg/cm2)

Dipstick oil

Komponen Utama Sistem Pelumasan Mesin Motor

Dipstick oil

Dipstick oil berfungsi untuk mengukur ketinggian minyak pelumas dalam penampung oli.

Baca juga : 

Beda Sistem Pelumas Mesin Motor 4 Tak dan 2 Tak

Beda Sistem Pelumas Mesin Motor 4 Tak dan 2 Tak

Beda Sistem Pelumas Mesin Motor 4 Tak dan 2 Tak – Oke, sebelum kita membahas pelumas mesin 4 tak dan 2 tak, mari kita terlebih dahulu membedakan secara dasar apa itu mesin motor 4 tak dan 2 tak.

Sederhananya adalah ;

  • 4 Tak berarti 4 langkah untuk 1 ledakan / pembakaran yang menghasilkan tenaga mekanik untuk mesin.
  • 2 Tak berarti 2 langkah untuk 1 ledakan / pembakaran yang menghasilkan tenaga mekanik untuk mesin.

Untuk lebih jelasnya, saya akan coba rangkum penjelasan mesin motor 4 tak dan mesin motor 2 tak.

Motor dengan Mesin 4 Tak

Untuk mendapatkan 1 kali tenaga hasil dari pembakaran gas, diperlukan 4x gerakan piston naik dan turun dengan 2 kali putaran poros engkol.

Penjelasannya yaitu:

  • TAK 1 : Gerak isap (piston bergerak dari TMA menuju TMB)
  • TAK 2 : Gerak kompresi/pemampatan (piston bergerak dari TMB menuju TMA)
  • TAK 3 : Gerak tenaga (piston bergerak dari TMA menuju TMB)
  • TAK 4 : Gerak Buang Sisa Pembakaran (piston bergerak dari TMB menuju TMA) Ditinjau dari jenis bahan bakar yang dipakai dan konstruksi silinder.

Kemudian kalau dilihat dari bahan bakar yang digunakan kemudia konstruksi silindernya bisa dilihat dibawah ini :

Biasanya untuk motor yang menggunakan mesin 4 tak , untuk bahan bakarnya menggunakan bensin murni/ pertamax murni (tidak dicampur seperti motor dengan mesin 2 tak).

Pada bagian setiap silindernya umumnya motor 4 tak ini memiliki 2 buah atau 4 buah katup lanjut pada bagian Cylindernya.

Umumnya motor 2 tak hanya memiliki 1 macam kompresi yaitu kompresi silinder terakhir pada setiap bagian piston, biasanya motor 4 tak memiliki 3 buah ring diantaranya yaitu : ring kompresi I, ring kompresi II dan ring oli. Ketiga ring tersebut sangat penting dalam membantu pelumasan pada piston.

Motor Dengan Mesin 2 Tak

Untuk mendapatkan 1 kali tenaga hasil dari pembakaran, motor 2 tak memerlukan 2 kali gerakan piston naik dan turun, dengan sekali putar poros engkol.

Penjelasannya yaitu:

  • TAK 1 : Yaitu proses masuk, pemampatan dan pembakaran gas (piston bergerak dari TMB menuju TMA)
  • TAK 2 : proses kerja, kompresi karter, buang dan cuci/ bilas (piston bergerak ke bawah, TMA menuju TMB)

Jika kita lihat dari jenis bahan bakar yang digunakan dan juga konstruksi silindernya , anda bisa lihat detailnya dibawah ini :

Untuk penggunaan bahan bakar, biasanya bensin campuran, bensin yang di campur dengan oli, baik secara langsung (langsung di masukan ke dalam tangki bensin atau pun yang dengan cara terpisah (ada tempat khusus oli samping di bodi motor)

Motor 2 tak biasanya tidak memiliki katup, nah sebagai penggantinya maka motor 2 tak ini menggunakan red valve untuk mengatur masuknya gas ke dalam ruangan silinder.

Pada bagian mesin khususnya pada setiap piston hanya mempumyai 2 buah ring yaitu ring kompresi I dan ring kompresi II.

Pada bagian mesin di setiap silindernya memiliki 2 macam kompresi yaitu kompresi silinder (primer) dan carter (sekunder)

Oke, itu adalah kurang lebih perbedaan dasar dari mesin motor 4 tak dan 2 tak. oke, mari kita masuk pada sistem pelumasan, baik pelumasan 4 tak ataupun 2 tak.

#1. Sistem pelumasan 4 tak

Beda Sistem Pelumas Mesin Motor 4 Tak dan 2 Tak

Sistem pelumasan mesin pada motor 4 langkah (4Tak) hanya menggunakan 1 macam oli untuk melumasi seluruh bagian komponen mesin motor mulai dari komponen ruang bakar, komponen kopling dan komponen Transmisi. Oleh sebab itu di butuhkan oli sesuai dengan spesifikasi khusus untuk motor. Sistem pelumasan untuk motor berbeda dengan sistem pelumasan mobil meskipun sama – sama menggunakan mesin 4 langkah. Karena pelumasan pada mobil antara ruang bakar,transmisi dibuat berbeda dan koplingnya dibuat sistem kering seperti halnya motor matic. Pada motor 4 langkah biasanya pelumas di simpan di bak kruk as (crankcase) dan dialirkan ke seluruh komponen motor dengan bantuan pompa oli dan biasanya disebut Wet sump system. Tetapi ada juga motor yang menyediakan bak penampung pelumas secara terpisah di luar mesin motor atau biasa di sebut Dry sump system.

#2. Sistem pelumasan 2 tak

Beda Sistem Pelumas Mesin Motor 4 Tak dan 2 Tak

Sistem pelumasan pada motor 2 tak atau 2 langkah berbeda dengan sistem pelumas motor 4 tak (4 langkah). Jika pada motor 4 langkah pelumasan hanya memakai 1 macam oli saja, jika pada motor 2 langkah pelumasan terbagi menjadi 2 bagian/macam. Pelumas pertama untuk melumasi bagian transmisi saja, dan pelumas kedua untuk melumasi bagian ruang as-kruk atau bagian di belakang piston. Pelumasan dibuat berbeda karena ruang transmisi dan ruang engkol (kruk-as) terpisah. Pelumasan pada ruang engkol dibuat tercampur dengan bahan bakar dengan perbandingan tertentu dan kekentalannya lebih encer bila dibandingkan dengan pelumas untuk transmisi. Tetapi dengan seiringnya kemajuan teknologi, pencampuran pelumas untuk ruang kruk-as dan silinder dibuat sistem injeksi atau nosel.

Baca juga :

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas Berkualitas

Macam – Macam Sistem Pelumasan Motor Bakar

Macam – Macam Sistem Pelumasan Motor Bakar

  1. Sistem pelumasan percik (celup)

Sistem pelumasan celup ( percik ) menggunakan alat percik atau sendok pemercik yang terpasang pada Big End Stang Zuiger ( stang seher ). System ini bekerja secara otomatis. Jika mesin hidup maka minyak pelumas yang berada pada palung – palung dipercikkan ke seluruh bagian terutama ke dinding silinder dan bagian – bagian yang membutuhkan pelumasan.

Akan tetapi pelumasan percik sekarang sudah tidak lagi digunakan karena kurang memenuhi kebutuhan pelumasan pada motor yang mempunyai putaran tinggi. System ini digunakan pada Honda C – 50 . Perlengkapannya sangat sederhana dan sumbu engkol tidak terdapat lubang untuk pengalir minyak. Pembagian minyak pelumas tidak sama banyaknya pada masing – masing bagian mesin yang memerlukan pelumasan. Sistem pelumasan ini biasanya digunakan pada mesin dengan katup samping (side valve) dan kapasitas kecil.

  1. Sistem pelumasan tekan

Pada sistem pelumasan ini minyak pelumas dialirkan  oleh pompa yang memaksa minyak pelumas tersebut beredar pada waktu mesin hidup. Minyak pelumas mengalir secara teratur ke bagian – bagian yang membutuhkan pelumasan dan dapat diantar dengan baik melalui alur – alur pada metal jalan dan metal duduk. Perlengkapan sistem pelumasan tekan ini lebih rumit dibandingkan dengan sistem pelumasan celup sehingga jika salah satu bantalan rusak maka seluruh pelumasan menjadi kacau dan tekanan pada saluran minyak akan turun. Sedangkan metal jalan maupun metal duduknya dapat menjadi aus. Sistem ini banyak digunakan untuk mesin motor karena mampu mencukupi kebutuhan pelumasan untuk mesin yang mempunyai putaran tinggi ( High Perfomance Engine ).

  1. Sistem pelumasan kombinasi

Sistem ini merupakan perpaduan (kombinasi ) antara sistem percik dan tekan. Hal ini diperlukan karena masing – masing sistem di atas mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dengan perpaduan ini diharapkan menghasilkan sistem pelumasan yang lebih sempurna dan mengurangi akibat buruk pada mesin putaran tinggi.

  1. Sistem pelumasan campur

Sistem pelumasan campur adalah salah satu sistem pelumasan mesin dengan cara mencampur langsung minyak pelumas (oli campur/samping) dengan bahan bakar (bensin) sehingga antara minyak pelumas dan bahan bakar bercampur di tangki bahan bakar

  1. Sistem pelumasan autolube

Oli samping/campur masuk kedalam ruang engkol dipompakan oleh pompa oli. Sehingga penggunaan oli samping/campur ini lebih efektif sesuai kebutuhan mesin. Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 2 tak. Oli samping/campur yang masuk ke dalam ruang engkol tergantung dari jumlah putaran dan pembukaan katup masuk (Reet Valve).

Baca juga : Sifat Pelumas Berkualitas

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas Berkualitas

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas Berkualitas

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas  Berkualitas – Motor bakar baik bensin maupun diesel terdiri dari berbagai komponen dalam melakukan proses kerjanya. Beberapa komponen tersebut tersusun atas bahan logam (metal part) yang statis maupun dinamis seperti katup, piston, gear, silinder block, camshaft dan lain-lain. Komponen tersebut harus terjaga agar pergerakan mesin dapat berjalan baik sehingga dapat memperpanjang umur pemakaian.

Upaya yang dilakukan untuk menjaga komponen tersebut, dalam mesin dilengkapi dengan sistem pelumasan. Pelumasan berfungsi untuk mengurangi adanya gesekan antara metal dan komponen- komponen mesin lainnya sehingga dapat meminimalkan resiko terjadinya kerusakan pada mesin serta berguna untuk mencegah atau mengurangi terjadinya keausan pada komponen-komponen mesin yang saling bergesekan, melancarkan komponen- komponen mesin yang bergerak atau berputar, mencegah terjadinya suara berisik, mengurangi panas yang timbul karena pergesekan, dan meminimalkan tenaga mesin yang terhubung untuk melawan gaya gesek.

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas  Berkualitas

(Pertama) Appearance

Penampilan pelumas dengan melihat keadaan visualnya dan dapat menunjukkan :

  1. clear : Pelumas terlihat jernih.
  2. hazy : Pelumas terlihat tidak jernih/berkabut.
  3. dark : Appearance terlihat dark atau gelap, ini dapat menunjukkan adanya kandungan produksi oksidasi dari pelumas atau bahan bakar.

(Kedua) Spesific Grafity (SG)

Yaitu perbandingan berat minyak dan air yang mempunyai volume yang sama pada suhu tertentu. Pemeriksaannya dengan alat standar untuk tujuan tersebut.

(Ketiga) Warna (color)

Untuk mengetahui sifat visual pelumas sehingga dapat diinterprestasikan sifat fisiknya secara cepat kemudian dapat dilakukan analisa keadaan sebenarnya dari pelumas.

(Keempat) Viscosity/ kekentalan

Besarnya tahanan aliran yang dimiliki setiap fluida termasuk pelumas. tingkat kekentalan merupakan sifat fisik fluida yang berubah terhadap perubahan temperaturnya, sehingga pengukuran kekentalan harus disertai dengan pengukuran suhu pada waktu yang bersamaan. Metode pengukuran viskositas pelumas antara lain:

  1. Viscocity Kinematic (Centistokes-Cst).
  2. Derajat Engler, diukur pada suhu 20°C,50°C dan 100°C.
  3. Second Redwood, diukur pada suhu 70°F,140°F dan 200°F.
  4. Second Universal Saybolt, diukur pada suhu 100°F dan 210°F.
  5. Nomor SAE

(Kelima) Viscocity Index (VI)

Merupakan besarnya angka index atau skala kekentalan pelumas terhadap perubahan temperature tertentu. Standar temperatur pada pengukuran ini adalah 100°F dan 210°F. Pada umumnya menggunakan Kinematic Viscosity. Pelumas yang memiliki VI tinggi tidak banyak mengalami perubahan kekentalan pada perubahan temperature. Nilai viscosity index ini dibagi dalam 3 golongan, yaitu:

  1. HVI (High Viscosity Index) di atas 80.
  2. MVI (Medium Viscosity Index) 40 – 80.
  3. LVI (Low Viscosity Index) di bawah 40

(Keenam) Pour Point (titik tuang)

Menunjukkan temperature terendah dimana pelumas masih dapat mengalir. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui kemampuan mengalir pada temperature rendah berhubung dengan daerah pemakaian atau kondisi kerja penggunaan dari pelumas tersebut.

(Ketujuh) Flash Point (titik nyala)

Merupakan temperature terendah dimana suatu minyak sudah mampu terbakar oleh adanya letupan bunga api/flash. Maksud pengukuran titik nyala adalah untuk safety precaution atau berhubungan dengan kondisi pemakaian pelumas. Dengan mengetahui titik nyala, dapat diketahui banyak sedikitnya komponen yang menguap karena titik nyala mempengaruhi jumlah pemakaian pelumas.

(Kedelapan) Total Base Number (TBN)

Besarnya angka kebasaan pelumas yang mengindikasikan bahwa pelumas tersebut mengandung additive terutama jenis detergent dan dispersant. Angka TBN pada pelumas bekas akan lebih rendah dari pelumas baru. Karena sebagian basa telah digunakan untuk menetralisir asam-asam yang terbentuk ataupun telah dipakai untuk menghancurkan kotoran. Jadi dengan mengukur besarnya angka TBN dapat ditentukan apakah pelumas masih layak pakai.

(Kesembilan) Total Acid Number (TAN)

Besarnya angka keasaman pada pelumas yang terbentuk oleh oksidasi pelumas atau karena pengaruh adanya air/uap air.

(Kesepuluh) Carbon Residue

Merupakan jenis persentasi karbon yang mengendap apabila oli diuapkan pada suatu tes khusus

(Kesebelas) Oxidation Stability (ketahanan Oksidasi)

Sifat yang diperlukan pada pelumas untuk melumasi mesin. Kombinasi panas dan udara bila ada kontak dengan pelumas akan menyebabkan oksidasi. Oksidasi akan membentuk asam, pelumas menjadi kental dan akhirnya membentuk lumpur korosif.

(Keduabelas) Sifat detergency dan dispersancy

  • Sifat detergency: Untuk membersihkan saluran-saluran maupun bagian-bagian dari mesin yang dilalui minyak pelumas, sehingga tidak terjadi penyumbatan.
  • Sifat dispersancy: Untuk menjadikan kotoran-kotoran yang dibawa oleh minyak pelumas tidak menjadi mengendap, yang lama-kelamaan dapat menjadi semacam lumpur (sludge).

Baca juga :