Arsip Kategori: Pendidikan

3 Kampus Terfavorit di Purwokerto

3 Kampus Terfavorit di Purwokerto

3 Kampus Terfavorit di Purwokerto – Purwokerto selain sebagai kota investasi yang menjanjikan, juga bisa dikatakan sebagai kota pendidikan, di kota ini banyak berdiri kampus-kampus dengan menawarkan jurusan yang beragam.

Purwokerto merupakan kota kecil dibagian selatan Jawa Tengah dengan penduduk sekitar 292.782 Jiwa. Mayoritas penduduknya sebagian besar adalah petani dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Banyak julukan yang disematkan ke kota ini. Ada yang mengatakan kota mendoan, kota kripik, kota gethuk sampai dengan kota pendidikan.

Univerisitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto

Julukan sebagai kota pendidikan memang tidak berlebihan karena kota ini banyak dijubeli para mahasiswa yang bersekolah disini ditunjang dari banyaknya kampus yang berada kota ini, selalin itu akses untuk menuju kota ini juga relatif mudah.

Banyak moda transportasi yang bisa dipilih untuk menunju kota ini. Dari mulai kereta api, bus hingga travel yang lalu lalang menuju kota ini. Transportasi unggulan di kota ini adalah kereta api.

Biaya hidup di Purwokerto juga relatif terjangkau jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia. Jadi buat yang ingin bersekolah disini tidak usah khawatir memikirkan biaya hidup. Hanya dengan uang Rp. 5.000,00 kita bisa makan kenyang.

Banyaknya mahasiswa yang bersekolah disini juga memunculkan geliat ekonomi warganya, dari mulai rumah makan, tempat kos dan wisata lokal kerap kali diramekan dengan adanya mahasiswa.

Sekarang mari kita bahas kampus-kampus favorit di Purwokerto dilihat dari banyaknya mahasiswanya:

Universitas Jendral Soedirman (Unsoed)

Unsoed terletak di jalan H.R. Boenyamin No. 708, lokasinya yang strategis memudahkan para mahasiswanya untuk menuju ke kampus tersebut. Kampus ini masih memegang tinggi kearifan lokal karena memang cirri khasnya seperti itu.

Sejarah penderiannya karena waktu itu hanya ada beberapa kampus negeri saja diwilayah Provinsi Jawa Tengah, maka atas inisiatif tokoh masyarakat dan pemerintah daerah akhirnya berdirilah kampus ini pada tanggal 23 September 1963.

Kampus ini cukup dikenal di Indonesia khusunya di Jawa Tengah terbukti dari mahasiswanya yang tidak hanya berasal dari wilayah Karisidenan Banyumas saja namun menyebar dari berbagai pelosok negeri.

Mengambil nama Jendral besar Soedirman yang berasal dari daerah kampus ini berdiri, untuk mengenang jasa-jasa beliau, dikampus ini juga terdapat monument patung Soedirman sebagai ciri khas kampus ini.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Dulu Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bernama IKIP Muhammadiyah Purwokerto kemudian berevolusi menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terletak di desa Dukuhwaluh, Kembaran, Purwokerto Timur.

Kampus ini mulai sejak berganti nama, perkembanganya begitu pesat, banyak gedung-gedung baru dibangun untuk memenuhi banyaknya antusiasme mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah disini.

Dari tahun ketahun kampus biru ini selalu berkembang tidak hanya mahasiswanya yang banyak tersebar dari beberapa wilayah di Indonesia namun juga jurusan semakin tahun semakin lengkap.

Terakhir kampus ini membuka prodi Kedokteran, meski relatif baru namun ternyata peminat yang ingin masuk di prodi ini terbilang banyak. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa masuk ke kampus ini.

Institut Agama Islam Negeri Purwokerto (IAIN)

Sebelum beganti nama menjadi IAIN kampus ini dulu bernama STAIN, bahkan sampai sekarang masih banyak orang yang menyebut kampus ini dengan nama STAIN. Memang pergantian nama ini tergolong masih baru.

Kampus Agama ini beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 40 A Purwokerto. Lokasi yang strategis untuk belajar karena tidak terlalu ramai dengan hingar-bingar kendaraan bermotor.

Kampus ini berdiri pada tanggal 21 Maret 1997, diawali dengan berdirinya IAIN Sunan Kalijaga yang menginduk kepada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam perkembanganya kampus ini berganti nama menjadi STAIN Purwokerto yang mandiri lepas dari induknya.

Kemudian pada tahun 2014 lewat Peraturan Presiden Nomer 139 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) berubah nama kembali menjadi IAIN. Dengan pengembangan status kelembagaan tersebut IAIN Purwokerto memiliki kewenangan yang lebih luas untuk melakukan pengembangan berbagai disiplin ilmu dalam rumpun Islamic studies.

Demikian tulisan singkat mengenai “3 Kampus Terfavorit di Purwokerto” mari bersekolah di kota kami. Kota kecil penuh kenangan dengan segala hal-hal unik yang menyertainya.

Semoga bermanfaat.

Hal-hal Yang Harus Dilakukan Saat Kuliah

Hal-hal Yang Harus Dilakukan Saat Kuliah

Hal-hal Yang Harus Dilakukan Saat Kuliah – Kuliah merupakan masa yang menyenangkan bagi sebagian orang, karena kita bisa terbebas dari rutinitas sekolah yang menjenuhkan seperti upacara bendera, setiap hari harus bangun pagi dan harus mengenakan seragam sekolah.

Tidak hanya itu rambut harus rapi, mengenakan sepatu hitam dan harus berdasi, banyak aturan yang seringkali bagi anak seusia kita malas untuk mengikuti aturan yang ada di sekolah.

Nah kuliah merupakan bentuk kebebasan yang bisa kita dapatkan selama hampir 12 tahun lamanya kita hidup di dunia yang penuh dengan aturan yang ketat, apalagi bagi kita yang sudah muak dengan aturan, kuliah adalah surga bagi kita. hehe

Hampir semua anak di dunia ini mendambakan untuk bisa berkuliah, kita pun sering mengamati kehidupan teman kita yang sudah memasuki jenjang perkuliahan, kita sering merasa iri mendengar cerita teman yang sudah menjadi mahasiswa.

Masa kuliah merupakan masa yang indah karena kita sudah dianggap menjadi dewasa, sehingga kontrol dari orang tua pun kerap kali agak longgar karena orang tua merasa anaknya sudah dewasa. Sudah bisa mengatur hidupnya sendiri.

Kita sudah tak terikat lagi oleh waktu, bebas mau pulang malam, tidak seperti ketika kita masih duduk di bangku SMA, jam Sembilan saja kita belum kelihatan di rumah orang tua sudah sibuk mencari kita.

Namun dibalik kebebasan yang sudah kita dapat, ada tanggung jawab besar yang kita pikul, yaitu mengejar cita-cita kita, jangan sampai kita terlena dengan kehidupan hedonism perkuliahan yang kerap kali menggangu seseorang dalam menyelesaikan kuliahnya.

Jika kamu baru memasuki masa-masa kuliah ada beberapa hal yang harus kamu lakukan selama kamu belajar di Universitas tertentu. Berikut adalah beberapa ulasannya.

Cari teman sebanyak-banyaknya

Kuliah memungkinkan kita untuk bertemu dengan banyak orang, berbeda ketika kita masih SMA yang hanya bisa berteman dengan beberapa ratus orang saja. Dengan jurusan yang berbeda-beda kuliah membuka kesempatan bagi kita berteman dengan ribuan orang baru dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam pula.

Mencari teman sebanyak-banyaknya juga bisa membuat kita menjadi cepat merasa betah di kampus. Orang yang banyak teman dikampus juga akan dimudahkan dalam proses perkuliahan karena banyak orang yang siap membantu jikalau kita mengalami kesulitan.

Apalagi bagi kalian yang jauh dari rumah, teman merupakan media yang pas untuk kalian menjalin kekerabatan yang berujung pada persaudaraan. Lagi pula menurut peribahasa banyak saudara banyak rezeki bukan?. Jadi carilah teman sebanyak-banyaknya ketika kalian kuliah.

Teman kuliah tanpa disadari kelak dikemudian hari juga bisa menjadi relasi, akan banyak membantu kita kelak dalam mencari pekerjaan atau bahkan bisa menjadi relasi bisnis yang mumpuni.

Aktif di organisasi

Orang-orang besar kerap kali lahir dari organisasi kampus baik itu HMP (himpunan mahasiswa jurusan), BEM (badan eksekutif mahasiswa), maupun dari UKM (unit kegiatan mahasiswa).

Organisasi mengajarkan kita tentang ilmu yang tidak pernah kita dapat di kampus manapun. Misalnya cara berbicara, cara membuat agenda kegiatan dan masih banyak kegiatan positif yang lain dalam dunia organisasi.

Dalam dunia beroganisasi kita juga bisa mengembangkan diri kita kearah yang lebih baik, menempa diri dalam permasalahan yang kerap kali hadir di organisasi, dari hasil terpaan itu maka akan membuat diri menjadi lebih kuat dan tahan uji.

Namun kita jangan sampai terlena dengan organisasi, meski organisasi banyak manfaatnya tidak sedikit mahasiswa yang lebih mengutamakan organisasi dari pada kuliahnya. Ingat tujuan awal kalian kuliah adalah belajar, bahwa organisasi itu hanya sekedar penunjang untuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Jangan malah asyik berorganisasi namun kuliah dinomor duakan. Itu yang salah, tetap kuliah yang pertama. Karena kuliah merupakan tanggung jawab kepada orang tua yang harus kita selesaikan.

Gali potensi diri dan kembangkan

Kuliah memungkinkan kita untuk tau banyak. Banyak ilmu baru yang kita dapati selama kuliah, tidak hanya mata kuliah saja, namun juga ada ilmu-ilmu lain diluar dari itu. Seperti yang sudah saya sebut di atas adalah ikut organisasi.

Setiap orang pasti mempunyai kecederungan tertentu, ada cenderung ingin jadi pemimpin maka BEM merupakan salah satu wadah yang pas bagi kita untuk diikuti. Karena kampus merupakan miniatur kecil pemerintahan.

Jika kita merasa tertarik di dunia politik maka belajar di BEM merupakan jembatan awal kita untuk menjadi politikus yang professional.

Sekarang bagi kalian yang lebih tertarik mengembangkan bakat kalian bagaimana? Tenang saja bro kampus juga bisa memfasilitasi bakat kalian. Dikampus berjubel berbagai UKM dari mulai Olahraga hingga Kesenian. Ini semua mudah kita dapati di kampus.

Kembangkan bakat dan minat kita, kampus memang “kawah candradimuka” bagi kita jika kita ingin benar-benar menjadi orang yang sukses. Ya minimal lewat kegiatan positif di kampus kita punya banyak pengalaman untuk menghadapi kehidupan sesungguhnya pasca kuliah nanti.

Pergilah kemanapun yang ada inginkan

Jika memungkinkah maka mumpung masih kuliah pergilah ketempat manapun yang anda inginkan. Karena ketika kalian sudah sibuk bekerja maka akan sulit berpergian. Orang yang sudah bekerja terikat dengan waktu dan aturan. Kita tidak mungkin bisa seenaknya bisa meninggalkan pekerjaan.

Berpetualanglah kemanapun tempat yang kita inginkan, yang suka naik gunung misalnya dakilah gunung tertinggi dan terjauh yang kalian bisa. Pokoknya jangan sia-siakan waktu yang ada saat kuliah.

Mengatur waktu dalam kuliah relatif mudah, selain mendapat dispensasi kuliah, jadwal perkuliahan juga tidak mesti ada setiap hari. Maka inilah kesempatan bagi kita untuk berkunjung ketempat yang kita inginkan selama ini.

Beruntunglah bagi kalian yang bisa berkuliah, mungkin banyak dari teman kita yang sudah dituntut untuk bekerja. Masa kuliah ada masa yang paling indah, masa muda kalian benar-benar bisa kita nikmati.

Meski begitu kita jangan pernah terlena dengan kebebasan kita. Ingat tujuan awal kita kuliah adalah membentuk diri menjadi lebih baik untuk menuju puncak sukses yang kita idam-idamkan.

Berkuliah merupakan salah-satu jempatan yang paling mungkin untuk kita bisa hidup layak di dunia ini dan mendapat kedudukan yang strategis dilingkungan masyarakat. Maka jangan pernah sia-siakan itu.

Demikian tulisan mengenai “hal-hal yang harus dilakukan saat kuliah” semoga bermanfaat. Salam.

ke gontor apa yang kau cari

Tips Agar Bisa Masuk Gontor

Tips ini kakak tulis untuk ditujukan kepada adik-adik yang mempunyai rencana untuk mondok di Pondok Pesantren Gontor. Ini berdasarkan pengalaman saat mendaftrakan adik dan saudara kakak pada tahun 2016 kemarin. Adik diterima di Gontor 1 (Gontor Pusat), sedangkan saudara kakak diterima di Gontor 6 (Magelang). Kalian ingin masuk juga? Berikut kakak bagi tipsnya:

  1. Niat yang Bulat

Sebelum adik-adik mendaftar, pastikan kalian mempunyai tekat yang bulat. Kehidupan santri berbeda sekali dengan kehidupan di rumah. Saat di pondok, kalian dituntut untuk mandiri dan disiplin. Mencuci baju sendiri, tidur malam bangun pagi, tidak boleh jajan seenaknya, berpakaian rapi, menjaga barang dengan hati-hati, tidak bisa menonton televisi, jauh dari orang tua, adalah hal-hal yang pasti akan kalian temui.

Bagi yang sudah pernah mondok pasti sudah terbiasa dengan kondisi diatas, tapi bagi yang baru pertama kali mondok pasti akan kaget dan merasa berat. Tapi jangan kecil hati, dengan niat yang bulat pasti kalian akan sanggup melewatinya. Mungkin awal-awal akan terasa berat dan menyedihkan, tapi nanti seiring berjalannya waktu kalian akan terbiasa dengan kehidupan pondok.

Mungkin dari kalian ada yang daftar ke Gontor karena disuruh orang tua atau keluarga, tapi percayalah karena mereka menginginkan hal yang terbaik untuk kehidupan kalian.

Niatlah yang bulat, jangan setengah-setengah, sangat disayangkan kalau nanti berhenti ditengah jalan. Rugi waktu, rugi tenaga dan rugi biaya. Dengan niat yang sudah bulat dan keinginan meraih cita-cita yang tinggi, hal-hal berat diatas pasti akan terasa ringan untuk dijalani.

  1. Persiapan Matang

Persaingan untuk bisa masuk pondok pesantren itu sangat ketat. Setiap tahun pendaftar mencapai ribuan anak. Ada ratusan yang tidak berhasil lolos seleksi masuk. Jadi jika kamu ingin masuk Pondok Gontor, persiapkan dirimu jauh-jauh hari. Belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Ujian masuk Gontor ada 2 jenis, ujian lisan dan ujian tertulis. Materi ujian lisan diantaranya adalah psycotest, membaca Al-Qur’an, tajwid, dan praktik ibadah (ibadah qauliyah dan ibadah ‘amaliyah).

Pertanyaan psyco-test biasanya adalah ke Gontor apa yang kau cari, karena siapa kamu mendaftar di Gontor, serta pertanyaan-pertanyaan seputar hal pribadi kalian (seperti ngobrol biasa, jadi santai saja jangan tegang).

ke gontor apa yang kau cari

ke gontor apa yang kau cari

Ujian yang kedua adalah ujian tertulis. Yang akan diujikan dalam ujian tulis ini adalah Imla’ (dikte tulisan Arab), Bahasa Indonesia, Berhitung Soal dan Angka (Matematika dasar setara kelas 6 SD).

Menurut kakak, untuk soal Bahasa Indonesia dan Matematika cenderung mudah, karena kalian pasti sudah menjumpainya di sekolah lama kalian. Yang harus kalian belajar dan sering-sering latihan adalah materi Imla’. Materi Imla’ itu tak bisa dipelajari secara instan, perlu waktu yang lama dan guru untuk mengajari. Bagi kalian yang belum lancar menulis arab jangan pesimis, tak ada yang tak mungkin. Ingat! Man jadda wajada.

  1. Les kepada Alumni

Tentu alumni sudah hafal materi-materi apa yang akan diujikan. Jika ada saudara yang alumni Gontor, sering-seringlah belajar bersamanya. Atau jika belum ada saudara yang menjadi alumni, mintalah orang tua kalian untuk mencarikan ustadz/ustadzah alumni dari Gontor untuk membimbing kalian. Tak perlu bingung, kakak rasa setiap daerah di Indonesia sudah ada alumni Gontor/Konsulatnya. Pondok Gontor adalah salah satu pondok yang memiliki jaringan alumni terbesar di Indonesia.

  1. Ikutilah Masa Karantina

Datanglah seawal mungkin ke pondok meskipun waktu pendaftaran belum dibuka. Dengan begitu kalian akan semakin lama tinggal di asrama. Apa keuntunganya bagi calon santri tinggal di asrama? Jelas keuntunganya sangat banyak.

Pertama, kalian akan beradaptasi dengan lingkungan dan peraturan pondok (calon santri juga sudah diterapkan aturan pondok meskipun tak seketat santri pondok). Kedua, dengan tinggal di asrama kalian akan mendapatkan bimbingan belajar untuk ujian tulis. Ketiga, kalian akan mendapatkan banyak teman. Keempat, kalian bisa mengikuti kegiatan pondok, olahraga bareng, dan masih banyak lagi keuntungannya. Pokoknya dijamin seru!

Jadi sebelum pengumuman kelulusan, tinggalah di asrama yang sudah disedikan, jangan ikut orang tua di kamar tamu, jangan ikut orang tua tinggal di penginapan, jangan minta dibelikan makan orang tua. Itu penting sekali untuk melatih kemandirianmu, sebagai bekal nanti ketika kamu sudah diterima menjadi santri Gontor.

Demikian tips yang bisa kakak bagi kepada adik-adik yang akan mendaftar ke Gontor. Semoga bisa memberi manfaat. Berjuanglah mulai dari sekarang, kakak doakan semoga kalian bisa lulus menjadi santri Gontor. Amin..

menara gontor

Perjalanan ke Gontor (Sampai di Pondok “Negeri 5 Menara”)

Perjalanan ke Gontor ( Sampai di pondok “Negeri 5 Menara”)

Dalam tulisanku sebelumnya, saya telah menceritakan perjalanan ke Gontor dari Purwokerto. Ini adalah cerita lanjutannya, hehe..

Kami sampai di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah turun dari mobil carteran, ternyata kondisi pondok sudah ramai sekali oleh para santri baru dan tentunya orang tua yang mengantar. Saya kira kami adalah termasuk yang pertama sampai dipondok, usut punya usut ternyata ada juga anak yang sudah satu bulan tinggal di pondok. Warbiasya..

Sebagai orang yang ramah, saya langsung berkenalan dan membuka obrolan dengan calon wali santri yang ada disampingku. Beliau orang Tuban yang baru sekitar 1 jam sampai. Saya dikasih tahu bahwa tamu diharuskan mendaftar dan sebelum menempati kamar khusus tamu.

Setelah itu sayapun mendaftar di Bapenta, singkatan dari bagian penerimaan tamu. Saya sempat menyangka petugas yang berada di Bapenta adalah staf pondok, tapi ternyata petugasnya adalah santri pondok juga. Di Bapenta, para tamu akan dimintai kartu identitas dan akan disimpan oleh petugas selama tamu itu masih menginap. Setelah identitas saya ditulis dan menyerahkan KTP, saya membawa barang-barang ke kamar tamu.

Pada saat saya datang, kamar tamu sudah penuh dengan para wali santri yang mengantarkan putranya setelah liburan dan tentunya calon wali santri yang akan mendaftarkan putranya. Saya bersalaman dengan tamu yang lain lalu menaruh barang dikamar. Sekedar catatan, jangan tinggalkan barang berharga ataupun uang anda dalam kamar, semua demi keamanan dan berjaga-jaga dari hal yang tak diinginkan.

Setelah itu saya ke bagian pengasuhan santri, dibagian ini calon santri akan mendapatkan asrama sementara sampai ada pembagian kamar/asrama. Dibagian pengasuhan calon santri mengisi data diri. Sekedar informasi, bahwa pada saat saya kemarin, pihak pondok hanya menyediakan kelas. Jadi Bapak/Ibu calon wali santri menyediakan sendiri alas tidur berupa kasur atau karpet sendiri.

Bapak ibu juga harus menyediakan alat-alat mandi berupa gayung, handuk, sabun, sikat dan pasta gigi, gantungan baju, detergen. Saya menyarankan agar calon wali santri tinggal di asrama selama sebelum pengumuman kelulusan nanti. Walaupun anak misalnya tidak betah, makan antri, mandi antri dan kesusahan-kesusahan yang lain, tapi orang tua harus tega. Karena, membiarkan anak tinggal di asrama akan melatih calon santri untuk adaptasi dengan kehidupan pondok, mandiri, dan mendapatkan banyak kenalan dari calon santri dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Selain itu tinggal di asrama juga akan membuat calon dapat belajar bersama yang dibimbing oleh kakak-kakak kelas lima. Belajar bersama dilakukan setelah shalat berjamaah. Materi belajar adalah materi yang akan diujikan dalam ujian tulis. Jadi sayang sekali kalau calon santri tidak tinggal di asarama.

Setelah membereskan urusan adik  dan sudah sampai di asrama sementara, saya pun kembali ke kamar tamu di Gedung Al Azhar. Awalnya saya yang dari Purwokerto mengira bahwa saya cukup jauh menempuh perjalanan, namun ternyata saya tak ada apa-apanya, karena masih teman-teman baruku para calon wali santri berasal dari seluruh wilayah Indonesia, Bogor, Sampit, Medan, Lampung, Tangerang, Banjarmasin, Kendari, Papua dll.

menara gontor

menara gontor

Saya sendiri awal tahu Pondok Gontor dari novel dan film Negeri 5 Menara yang aku tonton di layar televise, namun kini saya bersyukur dapat melihat langsung menara yang dimaksud itu, menara yang kokoh tinggi menjulang. Semoga pas pengumuman nanti adiku diterima di Pondok Gontor ini. Amin…

Yang hilang dari murid sekarang

Yang Hilang Dari Murid Sekarang

Yang Hilang Dari Murid Sekarang – Pendidikan di Indonesia bisa dibilang masih jauh dari kata “berhasil”. Sekarang banyak kasus yang muncul justru dari kalangan anak yang masih berusia belasan tahun, anak seusia itu sudah tidak takut lagi dengan hukum, mereka dengan bangga menunjukan perilaku yang menyimpang dari koridor anak terdidik.

Banyak kekerasan yang muncul justru dari kalangan terdidik seperti penjambretan, tawuran dan pemerkosaan, lagi, lagi kita dihadapkan dengan realita yang ada dengan semakin hari semakin melihat kemrosotan moral para generasi bangsa ini.

Sekolah sering dikambing hitamkan dalam persoalan ini dimana sekolah dianggap tidak becus mendidik anak sehingga melakukan hal-hal yang tidak terpuji, apa yang diajarkan guru disekolahnya.

Padahal berbicara pendidikan anak tidak serta merta anak bisa baik jika dia sekolahkan di sekolah yang baik, hal ini perlu kerja sama juga dengan orang tua, tidak bisa dipungkiri peran orang tua untuk mendidik anak untuk bisa bersikap baik juga sangat besar.

Sekolah hanya melanjutkan proses pendidikan anak dari keluarga, bila anak dididik dilingkungan keluarga yang baik, maka akan membentuk anak menjadi baik, jadi tidaklah mungkin sekolah bisa menyulap anak untuk menjadi baik dengan cara yang singkat.

Waktu di rumah juga lebih banyak dari pada waktu anak di sekolah, guru atau pihak sekolah tidak mungkin bisa mengkontrol waktu bila anak sudah kembali ke rumah, lingkungan tempat dia bermain juga sangat mempengaruhi proses berkembangan anak, maka sudah sewajarnya keberhasilan anak jangan lagi hanya dibertakan kepada pihak guru dan sekolah.

Kita memperlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan sekolah guna membentuk siswa menjadi lebih baik. Diawali dari sikap siswa di rumah dan sekolah.

Secara umum memang kenyataan pada zaman modern seperti sekarang etika siswa untuk menghormati guru semakin memudar saja, ada yang sudah hilang dari kebiasaan murid pada zaman dulu.

Dulu ketika murid sudah memasuki sekolah, mereka sudah ditunggu oleh gurunya untuk berjabat tangan, mereka semua berjalan menunduk sebagai bentuk hormat dan “ngajeni” kepada orang yang lebih tua.

Bukan guru ingin dihormati atau diistimewakan namun menunduk bukan hanya soal cara penghormatan saja, ada simbol yang mulai dilupakan bagi murid-murid sekarang, yaitu mau merendahkan diri kepada manusia lain yang dinilai lebih tua dan lebih berilmu.

Namun sekarang hal itu sudah mulai hilang dan mungkin hanya tinggal cerita saja, guru sekarang dianjurkan untuk dekat dengan muridnya, guru harus paham keadaan sikologis muridnya satu persatu.

Tak jarang karena tuntutan seperti itu malah kebablasan, tak ada lagi sikap sungkan, tak ada lagi sikap “ewuh pekewuh” kepada sang guru. Karena sudah dianggap teman biasa. Teman belajar mereka di sekolah sudah hanya sebatas itu saja.

Tidak lagi dijumpai pemandangan seperti dulu, saya masih ingat bagaimana dulu, saya dan kawan-kawan sebaya berlomba-lomba setiap pagi bila guru datang, kita berebut untuk membawakan tas, barang bawaanya ke kantor Atau berebut hanya ingin bersalaman saja.

Bila seorang guru memperintahkan kepada seorang murid untuk mengambil kapur atau menghapus papan tulis adalah sebuah kebanggan prestisius, murid akan dengan cepat melaksanakan perintah guru. Apa yang terjadi sekarang kebalikanya murid diperintah guru untuk mengambil kapur saja malas-malasan bahkan ada yang jelas menolak, dengan beralasan “hari ini saya tidak piket pak”.

Kalau ada teman yang sakit tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Maka, teman-teman sekelas akan iuran dan merencanakan menengok kerumahnya, sikap peduli mereka sangat luar biasa, tidak seperti sekarang teman mau masuk atau tidak masuk tak ada murid yang peduli.

Itu lah realita pendidikan yang ada di Indonesia pada masa sekarang. Semoga kita kembali menjadi bangsa yang tahu tata krama pada yang lebih tua, dan lebih peduli terhadap sesama. Sekian