Arsip Kategori: Profil Dan Tokoh

dr. Soetomo (Pendiri organisasi pergerakan pertama di Indonesia)

dr. Soetomo (Pendiri organisasi pergerakan pertama di Indonesia) – Pahlawan nasional dr. Soetomo merupakan tokoh pendiri Budi Utomo, organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia. Beliau lahir di Ngepah, Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 30 Juni 1888

Pada tahun 1903, Soetomo menempuh pendidikan kedokteran di school tot Opleding van Inlandsche Artsen (STOVIA)  atau sekolah dokter pribumi di Batavia, dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1911

Pada saat menjadi masih menjadi mahasiswa di STOVIA, akhir tahun 1907 Soetomo bertemu dengan dr. Wahidin Sudirohusodo, pada pertemuan itu Wahidin menyampaikan gagasannya untuk membentuk dana pelajar (studie fonds). Dana pelajar ini akan membantu membiayai pemuda pribumi yang cerdas namun tidak memiliki banyak dana untuk melanjutkan sekolah

Menurut dr. Wahidin rakyat Indonesia harus cerdas terlebih dahulu untuk bisa membebaskan diri dari penindasan kaum penjajah

dr. Soetomo via merdeka.com

dr. Soetomo via merdeka.com

Tidak banyak waktu bagi dr. Soetomo menanggapi gagasan yang diungkapkan oleh dr. Wahidin, dr. Soetomo merasa tertarik dan tertantang untuk segera merealisasikan gagasan tersebut

Dan kemudian dia menyampaikan gagasan itu kepada teman-temannya yang bersekolah di STOVIA. Selanjutnya bersama teman-temannya dia mendirikan organisasi Budi Utomo Tujuan dari Budi Utomo adalah memperoleh kemajuan yang harmonis bagi kemajuan nusa dan bangsa

Untuk melaksanakan tujuan tersebut akhihrnya disepakati bersama teman-temannya untuk ikut andil mencerdaskan masyarakat di bidang pertanian, peternakan dan perdagangan, memajukan teknik industri dan menghidupkan kebudayaan

Baca: Tokoh Gerakan Mahasiswa (Soe Hok Gie)

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di STOVIA dia bekerja sebagai dokter pemerintahan di Jawa dan Sumatra, antara lain di Semarang, Tuban, Lubuk Pakan, Magetan dan Baturaja hingga pada akhirnya pekerjaan ini mengatarkan dia menemukan jodohnya

Adalah perawat belanda yang memikat hati dr. Soetomo sewaktu dia bekerja di Blora tahun 1917 dan akhirnya mereka pun menikah dengan cara yang sederhana

Pada tahun 1919 dr. Soetomo pergi ke Belanda untuk memperdalam ilmu kedokterannya, pada tahun 1923 dia berhasil meraih gelar Arts. Seluruh gelar yang hampir seluruhnya dimiliki hanya oleh orang Belanda. Selama di Belanda dia juga aktif menjadi anggota dan ketua di Perhimpunan Indonesia (PI)

Sekembalinya dari Belanda dr. Soetomo mendirikan Indonesische Studieclub tahun 1924 tujuan didirikanya organisasi ini adalah untuk mendiskusikan pelbagai masalah kehidupan social ekonomi bangsa Indonesia

Pada tahun 1925 dr. Soetomo memutuskan untuk keluar dari Budi Otomo, yang dinilainya makin berorientasi ke Jawa. Perhatiannya kemudian tercurah pada kelompok studi yang didirikanya

Pada tahun 1930 Indonesische Studieclub mengadakan reorganisai dan namanya diubah menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Pada tahun 1935 Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) dan Budi Utomo melebur menjadi Partai Indonesia Raya (Perindra) dan dr. Soetomo terpilih menjadi ketuanya

Soetomo yang terkenal murah hati dan tidak pernah meminta tarif kepada pasiennya ini meninggal dunia pada tanggal 30 Mei 1938 di Surabaya, rakyat Surabaya pada khususnya dan Indonesia pada umumnya merasakan kehilangan yang mendalam karena beliau terkenal sebagai sosok dokter yang dekat dengan rakyat

Beliau merupakan bapak rakyat, pendapatan dari upah mengobati pasiennya digunakan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat bagi rakyat. Kalau tidak ada Budi Utomo mungkin tidak ada pergerakan melawan penjajah.

Semoga bermanfaat !

Baca Juga: Sastrawan dunia asli Banyumas 

Serial Animasi Si Unyil Tayang Di TV Nasional

6 Alasan Kenapa Serial Animasi Si Unyil Wajib Tayang Di TV Nasional

6 Alasan Kenapa Serial Animasi Si Unyil Wajib Tayang Di TV Nasional

Dalam kontek edukasi anak-anak, Indonesia masih-sangat-sangat buruk saya kira. Entak karena pemerintah yang bodoh, atau masyarakatnya yang sudah kadung memiliki kecenderungan dan orientasi menyimpang.

Ingat sob, Anak-anak adalah generasi penerus Bangsa, jangan cekoki mereka dengan tayangan-tayangan yang amburadul dan tidak mendidik, seperti acara manusia-manusia Srigala*, Anak-anak jalanan* dan acara joged-joged ga jelas yang bikin saya sangat muak.

Itu yang bikin acara itu mbo ya mikir sedikit, jangan cuma mikir profit, pikirkan juga edukasi yang positif untuk anak-anak penerus bangsa kelak.

Dengan carut marut pendidikan di Indonesia, saya yakin masih banyak yang perduli dengan pendidikan bagi-anak-anak, terutama pendidikan moral, bukan hanya mendidik hard skill, namun juga harus mengedepankan soft skill.

Seperti yang dilakukan oleh Perum Produksi Film Negara (PFN) yang menginginkan agar serial animasi “Petualangan Si Unyil” berformat 3D dapat ditayangkan di televisi nasional, tentu tujuanya agar bisa dinikmati secara luas oleh penonton seluruh Indonesia, terutama untuk sajian hiburan positif untuk anak-anak.

Serial Animasi Si Unyil Tayang Di TV Nasional

Rencana ini menurut saya sangat positif sekali, dan kami sebagai generasi pertengahan mendukung 1000 persen, memang salah satu episode sudah akan tayang di TV kabel. Namun akan lebih baik jika bisatayang di TV nasional.

Menurut kabar, PFN sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa stasiun televisi nasional dan menunggu tercapainya kesepakatan mengingat sudah ada beberapa TV yang tertarik menayangkan.

Baca : 5 Media Online Terpopuler Di Indonesia

Sejarah Perjalanan Si Unyil

Kisah boneka Unyil dan kawan-kawan sudah menghiasi layar kaca sejak 1980-an dengan jumlah 600 episode. Kini dihidupkan kembali dengan serial animasi berformat 3D agar lebih mudah diterima oleh generasi anak-anak di jaman ini.

Dengan sasaran anak-anak usia 3 sampai dengan 6 tahun, “Petualangan Si Unyil” menceritakan tentang persahabatan dan keriangan dunia anak-anak ini diharapkan menjadi peran panutan anak Indonesia untuk mencintai negerinya.

Sedikit cerita Si Unyil di Era 80-an

Pada tahun 80-an, saat TV dimonopoli oleh TVRI, dan belum ada yang namanya mall, setiap Minggu keluarga Indonesia akan duduk manis di depan televisi untuk menonton film boneka Si Unyil. Film boneka yang diproduksi oleh PPFN (Perum Produksi Film Negara) sangat disukai oleh berbagai kalangan pada masa itu.

Masih ingat betul, Film Si Unyil selalu dibuka dengan adegan Si Unyil dan kawan-kawannya melakukan hompimpa… lalu kemudian terdengar ada yang berteriak: Unyil.. kucing…! Kemudian theme song Si Unyil pun diperdengarkan. Nama-nama tokoh satu persatu muncul di layar TV. Hampir semua anak hafal dengan tokoh-tokoh yang ada di Si Unyil pada masa itu.

Baca : Harga TV led Samsung 43 Inch

Tokoh dalam serial Si Unyil

Ada Ucrit dan Usro = keduanya adalah sahabat kentalnya Unyil. Lalu Pak Raden yang punya sifat sangat pelit, dan paling malas kalau diajak kerja bakti dan selalu beralasan encoknya sedang kumat.

Pak Ogah dan Pak Ableh adalah dua tokoh yang mewakili kaum tunakarya / pengangguran dan selalu dicirikan dengan duduk-duduk di pos ronda dan kalau ada orang yang lewat tak jarang dipalak dan dimintai uang. Tokoh-tokoh lain misalnya Kinoy, Melani, Bunbun (adiknya Melani), Cuplis, Pak Lurah, Bu Guru, Mbah Bejo, Mbok Bariah dan lain-lain.

Baca : MEA : Dimana Peran Dan Posisi Indonesia

6 Alasan Kenapa Serial Animasi Si Unyil Wajib Tayang Di TV Nasional

#1. Si Unyil Sangat menggambarkan anak-anak Indonesia secara tradisi

Cerita dalam Si Unyil sangat kental dan membumi, karena memang diambil dari kejadian sehari-hari masyarakat Indonesia. Dalam kisah Si Unyil selalu diajarkan bagaimana menghargai orang tua, bagaimana menyelesaikan masalah, bagaimana bertoleransi antar umat beragama dan

antar etnis. Dan pada masanya, program-program pemerintah seperti program KB, hidup sehat, program wajib belajar pun dapat tersosialisasi melalui film dan acara boneka Si Unyil ini.

“Usia 3 tahun sampai dengan 6 tahun merupakan masa keemasan perkembangan anak. Masa terbaik dimana mereka bisa ditanamkan tentang nilai-nilai kehidupan. Kisah-kisah Unyil bisa menjadi alat menanamkan rasa ke-Indonesiaan untuk anak-anak dan menumbuhkan jiwa ketimuran khas Indonesia yang kini semakin terkikis.

#2. Terlalu Banyaknya Acara TV yang Tidak Berkualitas, terlebih acara yang tidak mendidik anak-anak

Banyak acara TV yang hanya mengejar ratting, tanpa memperhatikan edukasi. Boro-boro mendidik, acara TV malah terkesan tidak perduli dan tidak ambil pusing. Acara TV kini s

Serial Animasi Si Unyil Tayang Di TV Nasional

elalu berkiblat pada budaya yang bukan Indonesia, dari mulai budaya Barat, Arab sampai budaya korea.

Harusnya negara benar-benar membatasi arus media hiburan dalam tanda kutip. Bahkan menurut hemat saya, banyaknya kelompok radikal berlatar belakang Agama, ini karena bodohnya pemerintah dan melakukan pembiaran.

Kembali kepada adak-anak, coba bayangkan anak kecil sudah hobi nonton serial sinetron, cinta-cintaan, geng-geng motor yang mengidentikan diri keren.

#3. Masih Minimnya Tayangan untuk Anak-Anak Indonesia

Banyak acara bergender dewasa menggusur hak anak-anak untuk menikmati acara sesuai umurnya. Ya iya lah, Anda sering mendengarkan, anak-anak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, anak-anak bertingkah menjadi dewasa seperti tokoh sinetron yang sering mereka saksikan.

Sungguh sangat ironis, Tayangan anak-Indonesia setara dengan tayangan orang dewasanya. Kalau kita berkaca pada negara tetangga kita Malaysia, di mana mereka sangat protect terhadap acara-acara yang disajikan untuk anak-anak. Mereka memproduksi tayangan untuk anak-anak dengan kultur mereka.

#4. Supaya SI Unyil Bisa Dinikmati Seluruh Lapisan Masyarakat Indonesia

Jika acara Si Unyil hanya di tayangkan di TV chenel, maka tidak semua lapisan masyarakat dapt menikmati acara tersebut. Jika kita melihat dari sisi nilai yang di sampaikan buat apa dong, memang seharunya Si Unyil tayang di TV nasional. Tentu yang terpenting adalah sisi edukasi dari acara Si Unyil, bukan di lihat dari sisi komersialisasi belaka.

#5. Mengenalkan dan Mempopulerkan Karya Asli Bangsa ini

Tidak semua yang berbau impor itu berkualitas lho, dan tidak semua acara TV yang di ambil dari luar itu mendidik. Merka mungkin menang dalam teknologi, namun saya jamin mereka kalah dalam kontek filisofi dan isi yang di sampaikan. Kita sebagai bangsa seharusnya bangga dengan karya sendiri, dan selalu berusaha meningkatkan kualitas yang mungkin masih di bawah negara lain.

Salah satu apresiasi yaitu dengan mengenalkan karya Si Unyil ini kepada dunia. Pertama yang harus dilakukan adalah menjadikan Si Unyil populer di negeri sendiri. Manfaatkan setiap sumberdaya yang dimiliki negeri ini untuk mencipta karya-karya baru bangsa selain Si Unyil tentunya.

#6. Mengembalikan Lagi Budaya Ketimuran yang Semakin Terkikis

Jangan sampai kita menjadi negara yang abu-abu lupa pada budaya sendiri. Buang jauh-jauh mendewakan budaya lain. Karena ketika negara ini besar dan kehilangan identitasnya, maka kita menjadi negara yang tidak berbudaya. Banggalah dengan budaya ketimuran Indonesia yang kita miliki.

Ayo, ajarkan pada anak-anak kita keIndonesiaan yang sebenarnya, hati-hati dengan budaya-budaya luar baik dari barat atau dari arab sana yang kini mulai meracuni anak-anak Indonesia dengan kebiasaan dan cara pikir mereka. Banggalah dengan kita sebagai Indonesia dan Budayanya.

Baca : Konsep Bela Negara Di Indonesia

Semoga bermanfaat

Simpan

Tjokroaminoto (Guru Ideologi Indonesia)

Tjokroaminoto (Guru Ideologi Indonesia) – Oemar said tjokrominoto lahir di Tegalsari, Ponorogo Jawa Timur pada pada 18 Agustus 1882 merupakan anak ke 2 dari 12 bersaudara, ayahnya merupakan pegawai pemerintahan belanda, bernama R.M Cokroamiseno. Lahir dari keluarga bangsawan tidak membuat Cokro nyaman, dia sejak kecil tidak suka dengan cara pemerintah Belanda memperlakukan orang Indonesia, beranjak dewasa Cokro bersekolah di OSVIA (Opleiding School voor Inlanse Ambtenaren) sebuah sekolah Belanda yang disediakan untuk para bangsawan Indonesia.

Tamat dari OSVIA pada tahun 1902 Cokro bekerja sebagai juru tulis di Ngawi, Jawa Timur, tiga tahun kemudia dia bekerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya. Sambil bekerja cokro juga sambil melanjutkan sekolahnya di Burgerliike Avond School sekolah teknik dengan mengambil jurusan teknik mesin. Sesudah tamat dari sekolah itu Cokro bekerja di sebuah pabrik gula di Surabaya sebagai ahli kimia.

Tjokroaminoto (Guru Ideologi Indonesia)

Tjokroaminoto (Guru Ideologi Indonesia)

Pada tahaun 1912 Cokro berhenti bekerja untuk mengisi aktfivitasnya dia menjadi guru ngaji, dari satu daerah kedaerah lain, berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia melihat penderitaan rakyat semakin membuat Cokro rindu akan kemerdekaan, bahkan disela-sela mengajarkan ilmu agama kepada muridnya dia mengarahkan kepada muridnya untuk melawan segala bentuk penjajahan

Di tahun yang sama Cokro berkenalan dengan Haji Samanhudi pendiri dan pemimpin organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI). Pertemuan denga Hajia Samanhudi membuat nalar politiknya semakin terasah pandangannya mengenai bangsa semakin matang, Haji semanhudi mengajak Cokro untuk bergabung dengan SDI dan mengembangkannya, tak butuh waktu lama untuk berpikir akhirnya Cokro pun bergabung dengan SDI, namun menurut Cokro agar organisasi ini mencakup banyak kepentingan tidak hanya dagang maka dia mengusulkan agar nama SDI diganti menjadi Sarekat Islam (SI). Haji Samanhudi pun tidak keberatan mengenai pergantian nama itu bahkan beliau menyuruh Cokro untuk membuat anggaran dasar organisasi SI, pada tanggal 10 September 1912 anggaran dasar SI selesai tanggal itu menjadi tanggal berdirinya Sarekat Islam (SI).

Selepas keluar dari pekerjaannya Cokro tidak memiliki pekerjaan tetap, oleh karena itu untuk membantu perekonomian keluarganya Cokro memutuskan untuk menyewakan beberapa kamar di rumahnya untuk dijadikan tempat kos. Nah dari tempat kos ini kelak akan lahir para tokoh-tokoh pergerakan Indonesia yang pemikirannya berpengaruh hingga sekarang.

MELAHIRKAN 3 TOKOH IDEOLOGI DI INDONESIA

Tokoh sekaliber Soekarno, Semaoen, Kartjosuwiro, H. Agus Salim, Tan Malaka. Pernah berguru kepada Cokroaminoto, rumah yang dijadikan dia kos disulapnya menjadi semacam rumah berpikir dan bergerak, banyak diskusi yang sering diulas di kos tersebut, padangan mengenai paham (Isme) yang pas untuk Indonesia sudah mulai muncul lewat diskusi-diskusi yang dilakukan oleh pemilik dan penghuni kos itu. Untuk menyederhanakan tulisan ini saya akan membagi tiga tokoh murid Cokroaminoto yang sangat perpengaruh dan mempunyai masa yang banyak:

  1. Soekarno (Tokoh Nasionalis)

Dalam beberapa pidatonya Soekarno mengakui pemikirannya tidak bisa lepas dari pemikiran Cokroaminoto, presiden pertama NKRI ini juga merupakan menantu dari Cokroaminoto, Soekarno menikahi anaknya yang bernama Siti Oetari. Sokarno pada saat berguru duduk dekat kaki sang guru mendengarkan intonasi perkataannya dan gerak tangannya dan itu dicontoh Soekarno dalam gaya berpidatonya. Dalam kelahiran PNI sendiri tidak bisa lepas dari Cokroaminoto kalau SI berasaskan Islam maka perlu ada partai yang berasaskan kebangsaan. Keduanya Islam nasionalis dan nasionalis Islam bisa bergandeng tangan sama-sama menentang penjajahan Belanda. Dari situlah inspirasi Soekarno tumbuh untuk mendirikan PNI dan melahirkan ide Marhaenisme.

Baca : 7 Sisi Unik Soekarno

  1. Semaoen (Tokoh Sosialis/Komunis)

Sejak umur 14 tahun Semaoen sudah aktif di Sarekat Islam, pandanganya mengenai paham kenegaraan memaksa dia untuk bertarung idiologi dengan Cakroaminoto, yang pada akhirnya Semaun membelah Sarekat Islam dengan SI Merah dan Putih. SI merah merefleksikan pemahaman komunis sedangkan SI putih Islam.  Pada tahun 1948 di Madiun Semuan beserta Muso dan Amir Syarifudin, mendeklarasikan berdirinya Republik sosialis Indonesia, padahal pada saat itu pemerintah Belanda tengah gencar hendak meleyapakan negara muda Indonesia, perang saudara pertama ini akhirnya tidak bisa dihindari, tentara indonesia menyerang di Madiun, Nganjuk dan Ngawi, perang ini akhirnya dimenangkan oleh Soekarno dan Semaun terbunuh. Namun demikian diam-diam Soekarno menahan pedih, hatinya seakan teriris melihat jenazah sahabatnya dimasa muda dulu. Dia menyalahkan Muso dan Amir Syarifudin yang dianggapnya tak sabaran.

  1. Kartosuwiryo (Agamis)

Pendiri Darul Islam (DI/TII) atau ada yang lebih mengenalnya dengan NII (Negara Islam Indonesia). Pengikutnya banyak dari daerah Jawa Barat tujuannya adalah mendirikan negara Islam di nusantara, yang menerapkan dasar agama Islam sebagai dasar negara dan hukum tertinggi adalah Al Quran dan Hadist, tidak mengakui ideologi lain diluar ideologinya mereka sering menyebut orang diluar mereka sebagai kaum kafir, pada tanggal 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya Jawa Barat Kartosuwiryo telah mengumumkan bahwa negara Islam Indonesia telah berdiri, akhirnya gerakan itu pun harus ditumpas oleh Soekarno dengan kekuatan militernya (TNI) dan Kartosuwiryo akhirnya di hukum mati pada tahun 1962 oleh angkatan darat ketika itu meski Soekarno tidak pernah menyetujui.

Kongres SI di Banjarmasin merupakan kongres terakhir Cokroaminoto, selepas itu dia jatuh sakit teman-temannya menganjurkan untuk istirahat saja namun kegigihan untuk memerdekaan negerinya memaksa dia untuk menyampingkan kesehatannya, akhirnya Cokro meninggal di Yogyakarta karena kesehatannya yang semakin menurun pada 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun, ia dimakamkan di TMP Pekuncen Yogyakarta.

Baca Juga : Tokoh Gerakan Mahasiswa Soe Hok Gie

Mahatma Gandhi (Sebuah Perjalanan)

Mahatma Gandhi (Sebuah Perjalanan) – Mahatma Gandhi merupakan sosok penganut ajaran Ahimsa (Tanpa kekerasan) Dia juga sebagai motor gerakan kemerdekaan di India, lahir di negara bagian Gujarat India pada tanggal 2 oktober 1869 bapak perdamaian ini pindah ke Inggris untuk menempuh pendidikan dengan mengambil jurusan hukum, setelah lulus dan menjadi pengacara dia pergi ke Afrika Selatan sebuah koloni Inggris pada saat itu, dari sanalah perjalanan perjuangan Gandhi dimulai, di Afrika Selatan dia mengalami diskriminasi ras, dan benturan latar belakang agama, karena itu dia memutuskan untuk menjadi aktivis politik, tujuannya adalah agar dia dapat mengubah hukum-hukum yang bersifat diskriminatif tersebut. Gandhi pun memutuskan untuk membuat gerakan non-kekerasan. Dengan semangat membawa perubahan Gandhi membentuk sebuah organisasi yang bernama Kongres orang India di Natal ( Natal Indian Corngress) yang tujuannya adalah menentang sikap-sikap praktik diskriminatif.

Ada sebuah cerita ketika Gandhi di Afrika Selatan, pada perjalanan kesuatu tempat Gandhi mendapatkan perilaku diskriminatif di kereta yang membawa dirinya, kondektur kereta tersebut menyuruh Gandhi untuk turun dari kereta meski dia sudah membayar. Alasanya di kereta tersebut tidak boleh ada orang berkulit hitam, setelah terjadi perdebatan panjang maka Gandhi pun diturunkan di stasiun kecil. Setelah kejadian itulah semakin membulatkan tekadnya untuk selalu berjuang terhadap ketidakadilan. Dia selalu mencontohkan untuk melawan diskriminasi tanpa diskriminasi atau kekerasan.

Mahatma Gandhi (Sebuah Perjalanan)

Mahatma Gandhi (Sebuah Perjalanan)

Di Afrika Selatan Gandhi beberapa kali ditahan oleh pihak keamanan disana, Gandhi dituduh memobilisasi masa untuk melawan pemerintahan Natal, pengaruh pemikiran Gandhi disana semakin besar, sudah puluhan ribu orang mulai mengikuti gerakannya, gerakan spiritual non-kekerasan, gerakan yang memandang semua orang itu sama tanpa mempermasalahkan warna kulit, jenis kelamin, ras dan latar belakang agama

Setelah kurang lebih 20 tahun berada di Afrika Selatan akhirnya Gandhi memutuskan untuk kembali ke India, ada panggilan jiwa dari tanah kelahirannya Gandhi mendapatkan berita bahwa di India banyak terjadi konflik suku, ras, agama. Konflik yang sangat di benci Gandhi. Apa lagi sekarang menimpa tanah kelahirannya. Perang adalah salah satu hal yang sangat ditentang Gandhi, kembalinya Ghandi disambut dengan riuh warga India bagaikan seorang pahlawan, karena apa yang sudah dilakukan di Afrika Selatan sudah menyebar ke dunia Internasional dan menjadi awal kesohoran ajaran Gandhi.

Ketika kembali ke India dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris, hal ini menjadi sebuah inspirasi bagi rakyat India lainnya agar berjuang bahu membahu mendapatkan kemerdekaan lepas dari jajahan Inggris dan memecah kemaharajaan Britania, untuk kemudian membentuk persemakmuran seperti yang sudah dia lakukan di Afrika Selatan.

Perjalanan panjang harus Gandhi lalui untuk memerdekakan negerinya, untuk lebih memahami penderitaan rakyat dan menampung aspirasi rakyat akhirnya Gandhi memutuskan untuk berkelana menjelajahi seluruh India, Gandhi menyatu dengan rakyat kecil dengan menjadi petani atau buruh mendengarkan keluh kesahnya dan memberikan solusi kontruktif pagi para kalangan rakyat biasa.

Setelah beberapa tahun berkelana sisi spiritualitas Gandhi pun semakin matang, di India sendiri sudah puluhan ribu pengikutnya yang mengagumi pemikiran dan spriritualitas Gandhi,  dibeberapa kesempatan itu Gandhi mulai mengenalakan “Ahimsa” Gandhi semakin termasyur karena pola hidup miskin yang dijalaninya secara sukarela, kesederhanaanya, kerendah hatinya yang semakin membuat rakyat India mencintainya.

Hingga pada awal 1922 sudah lebih dari 50 ribu pengikut Gandhi ditahan oleh pemerintah Inggris sebagai konsekuensi dari gerakan yang diambil Gandhi, dia sebagai sosok welas asih akhirnya menghentikan gerakannya guna meminimalisir jumlah tahanan berikutnya. Efek dari keputusan itu memang benar bahkan para tahanan dilepaskan, namun justru pemerintah Inggris menahan Gandhi dengan tuduhan memobilisasi masa dan gerakan perlawanan terhadap pemerintah Inggris. Akhirnya Gandhi diputuskan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman selama 4 tahun, di dalam penjara Gandhi selalu bermeditasi dan terus membaca buku, sementara itu di luar penjara masyarakat semakin bersimpati kemudian Gandhi mendapat julukan “Mahatma” yang artinya Jiwa yang Agung.  Hingga akhirnya pada tanggal 5 Februari 1924 Gandhi dibebaskan oleh pemerintah Inggris karena alasan kesehatannya menurun.

Pasca bebas dari penjara Gandhi masih menjadi sosok sama yaitu memperjuangkan keadilan dengan slogan pantang kekerasan, lika liku perjuangan Mahatma Gandhi akhirnya usai setelah perang dunia kedua meletus pada tahun 1945, di India sudah berdiri kekuatan sipil yang menentang segala bentuk penjajahan. Ajaran Gandhi sudah mengakar ke masyarakat India hingga pada tahun 1947 India resmi menjadi negara merdeka lepas dari jajahan Inggris. Meski Gandhi begitu kecewa karena Pakistan yang dulu masuk kedalam wilayah India, memutuskan diri untuk menjadi suatu negara baru di luar India. Pada tanggal 30 Januari 1948 Mahatma Gandhi dibunuh oleh penganut ajaran Hindu Fanatik, karena dianggap terlalu membela umat Islam di India dan juga Pakistan.

Organisasi Mahasiswa : PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)

Organisasi Mahasiswa : PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) – PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang berideologi Ahlusunnah Wal Jamaah.

Sejarah singkat PMII
Namun sebelum PMII berdiri, sudah terbentuk organisasi kemahasiswaan dengan ideologi Ahlusunnah Wal Jamaah namun masih bersifat local kedaerahan. Misalnya tahun 1955 berdiri IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdhatul Ulama) di Jakarta, KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdhatul   Ulama) di Surakarta, PMNU (Persatuan Mahasiswa Nahdhatul Ulama) di Bandung.

Selanjutnya meski sudah dibentuk Departemen Perguruan Tinggi IPNU (Muktamar IPNU III Cirebon 27-31 Desember 1958), namun tetap saja gagasan untuk mendirikan  organisasi mahasiswa NU secara khusus di perguruan tinggi senantiasa muncul dan bahkan mencapai puncaknya pada KONBES IPNU I Kaliurang (14-17 Maret 1960). Dalam KONBES itu menghasilkan tim perumus pendirian organisasi yang terdiri 13 mahasiswa NU, yaitu:

  1. A Khalid Mawardi (Jakarta)
  2. M. Said Budairy (Jakarta)
  3. M. Sobich Ubaid (Jakarta)
  4. Makmun Syukri (Bandung)
  5. Hilman Badrudinsyah (Bandung)
  6. Ismail Makki (Yogyakarta)
  7. Munsif Nakhrowi (Yogyakarta)
  8. Nuril Huda Suaidi (Surakarta)
  9. Laily Mansyur (Surakarta)
  10. Abdul Wahhab Jaelani (Semarang)
  11. Hizbullah Huda (Surabaya)
  12. M. Kholid Narbuko (Malang)
  13. Ahmad Hussein (Makassar)

Selanjutnya diadakan Musyawarah Mahasiswa NU di Gedung Madrasah Muallimin Nahdhatu Ulama Wonokromo Surabaya pada 14-16 April 1960. Setelah melalui diskusi dan berbagai pertimbangan dalam musyawarah tersebut, akhirnya di Balai Pemuda pada tanggal 17 April 1960 M / 21 Syawal 1379 H dideklarasikan organisasi kemahasiswaan dengan nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Mulai saat itulah PMII resmi berdiri dan diperingati dengan sebutan Harlah PMII setiap tanggal 17 April.

Makna Filosofis PMII

Nama PMII terdiri dari empat kata yaitu “Pergerakan”, “Mahasiswa”, “Islam”, “Indonesia” yang kesemuanya mengandung arti.

  1. Pegerakan : maksudnya adalah dinamika dari makhluk yang senantiasa bergerak (move) menuju tujuan idealnya yaitu member kontribusi positif pada alam sekitarnya
  2. Mahasiswa : golongan generasi mda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunya identitas diri yang religius, dinamis, sosia dan mandiri
  3. Islam : agama yang dipahami dengan haluan/paradigm Ahlusunnah Wal Jamaah, yaitu konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, islam, dan ikhsan yang didalam pola piker, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap selektif, akomodatif, dan integrative
  4. Indonesia : adalah masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang mempunyai falsafah dan ideologi Pancasila serta UUD 45

Logo dan Artinya


Bentuk
Perisai : menggambarkan ketahanan dan keampuhan terhadap tantangan dan pengaruh dari luar
Bintang : menggambarkan ketinggian dan semangat cita-cita yang selalu memancar
Bintang 5 dengan 1 bintang besar : menggambarkan Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin)
Bintang 4 : menggambarkan 4 mazhab yang berhaluan Ahlusunnah Wal-Jamaah
Bintang 9 (4+5) : menggambarkan sembilan  penyebar Agama Islam di Indonesia yaitu Walisongo

Warna
Biru muda pada “PMII” menggambarkan kedalaman ilmu pengetahuan yang harus digali oleh warga pergerakan. Juga menggambarkan lautan Indonesia dan merupakan Kesatuan Wawasan Nusantara
Biru muda berarti ketinggian ilmu pengetahuan, budi pekerti dan taqwa
Kuning menggambarkan identitas kemahasiwaan yang menjadi sifat dasar pergerakan, lambing kebesaran dan semangat untuk menyongsong masa depan.

Mars PMII

Inilah kami wahai Indonesia
Satu barisan dan satu cita
Pembela bangsa penegak agama
Tangan terkepal dan maju ke muka

Habislah sudah masa yang suram
Selesai sudah derita yang lama
Bangsa yang jaya Islam yang benar
Bangun tersentak dari bumiku subur

Denganmu PMII pergerakanku
Ilmu dan bakti kuberikan
Adil dan makmur kuperjuangkan
Untukmu satu tanah airku
Untukmu satu keyakinanku

Inilah kami wahai Indonesia
Satu angkatan dan satu jiwa
Putera bangsa bebas merdeka
Tangan terkepal dan maju ke muka

Sebutan Kader :

Laki-laki : Sahabat (contoh : Sahabat Amin)
Perempuan : Sahabati (contoh : Sahabati Ani)

Kepengurusan

PB PMII (Pengurus Besar) : berada ditingkat pusat yaitu di Jakarta
PKC PMII (Pengurus Koordinator Cabang) : berada ditingkat Provinsi
PC PMII (Pengurus Cabang) : berada di tingkat Kabupaten/Kota
PK PMII (Pengurus Komisariat) : berada di tingkat Perguruan Tinggi
PR PMII (Pengurus Rayon) : berada di tingkat Fakultas/Jurusan

Ketua Umum
Mahbub Junaidi (1960-1967)
Muhammad Zamroni (1967-1973)
Abduh Paddare (1973-1977)
Ahmad Bagja (1977-1981)
Muhyiddin Arusbusman (1981-1985)
Suryadharma Ali (1985-1988)
Muhammad Iqbal Assegaf (1988-1991)
Ali Masykur Musa (1991-1994)
Muhaimin Iskandar (1994-1997)
Syaiful Bahri Anshori (1997-2000)
Nusron Wahid (2000-2003)
A Malik Haramain (2003-2005)
Hery Hariyanto Azumi (2005-2008)
M. Rodli Kaelani (2008-2011)
Addin Jauharudin (2011-2014)
Aminudin Ma’ruf (2014 – sekarang)