Arsip Kategori: Sejarah

Selintas Sejarah Pemberantasan Korupsi Di Indonesia

Selintas Sejarah Pemberantasan Korupsi Di Indonesia – Dalam beberapa dokumen dan penulisan, ditemukan bahwa korupsi diindonesia sudah ada sejak zaman raja-raja jauh sebelum kemerdekaan.

Kkn Pada Masa Orde Lama

  1. Korupsi Material, yang dilakukan pemerintahan orde lama yang dimulai dengan diterbitkannya Inpres No. 018/1964 dan Kepres No. 360/1965 yang berisi ketentuan-ketentuan mengenai penghimpunan dan penggunaan dana-dana
  2. Korupsi Politik, korupsi yang paling fundamental dilakukan oleh Soekarno adalah pembubaran parlemen, hasil pemilu 1955 yang terbersih yang pernah dimiliki Indonesia sejak merdeka sampai saat ini. pembubaran parlemen tersebut dilakukan melalui dekrit 5 juli 1959.
  3. Korupsi intelektual, dilakukan pertama kali saat pemerintahan orde lama yaitu penghianatan terhadap Dekrit 5 Juli 1959 itu sendiri ini . Selanjutnya penghianatan terhadap Pancasila dan UUD 1945, keterlibatan terhadap G30S/PKI. Upaya pemberantasan korupsi sudah dilakukan pemerintah dengan mengambil beberapa langkah dengan cara pendekatan. Pendekatan yang dilakukan lebih bersifat operasi militer yang represif.

Korupsi dan Pemberantasannya pada Masa Orde Baru

  1. Korupsi material, adalah korupsi dimana hasil diperoleh koruptor adalah materi. baik berupa uang tunai, kendaraan, rumah, tanah saham atau asset.
  2. Korupsi politik, korupsi yang dilakukan mealui pelaksanaan pilpres pemilu dan undang -undangan. dan disalah gunakan, padahal kandunganya kepentingan bersama
  3. Korupsi kebijakan, korupsi ini termasuk ke korupsi politik dan juga dapat dikategorikan sebagai korupsi intelektual.
  4. Korupsi intelektual, korupsi yang fenomenal saat orde baru yaitu prioritas pembangunan nasional di sektro ekonomi, strategi growth dala pembangunan ekonomi, penggagas tunggalan Indonesia, dan pelajaran PMP.

Upaya yang dilakukan untuk memberantas korupsi pada masa orde baru yaitu dengan pembentukan tim pemberantasan korupsi, komisi empat, pembentukan UU No. 3 Th. 1971, opstib, dan kode etik PNS.

Korupsi dan Pemberantasannya pada orde Reformasi

Selama 32 tahun pemerintah orde baru, pelbagai peraturan perundang-undangan dan lembaga pemberantas korupsi  dibentuk silih berganti tetapi korupsi tidak berkurang. bahkan bertandan parah, sehingga sudah digolongkan sebagai extra ordinary crime. Walau bagaimanapun, keberadaan KPK telah melahirkan beberapa perubahan positif dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia, dibandingkan pada masa sebelumnya, antara lain IPK Indonesia meningkat secara gradual, ada perbaikan layanan publik, ada kesadaran penegakkan hukum, ada ketakutan di kalangan pejabat untuk korupsi, masyarakat.

Kamu Tahu Sejarah Hijab Pashmina, Ini Penjelasan Lengkapnya

Sejarah Hijab Pashmina – Selamat datang di galerikhasanah.com, kami sedang membangun situs muslimah Indonesia yang berisi artikel-artikel islami bermanfaat. Serta mencoba mempromosikan kerudung dan hijab kekinian.

Baik, mari kita mulai artikel berjudul Sejarah Hijab Pashmina.

Sebenarnya dari mana hijab pashmina itu? 

Dalam Sejarah,  Negara Kashmir berhasil membuat selendang berbahan wol diperkirakan proses ini terjadi pada abad ke-3 hingga ke-11 masehi.  Negara Kashmir meresmikan pada abad ke-15 dan diperkenalkan oleh seorang  Zaynul-Abidin seorang penenun dari Asia Tengah.  Nama Kashmir merupakan lembah yang terdapat di ujung pegunungan Himalaya bagian barat.

Bila dilihat dari artinya, Pashmina berasal dari Persia yang berarti wol (pashm) dari kambing pashmina atau changthangi. Kambing pashiman merupakan kambing khusus yang hanya bisa ditemukan di pegunungan Himalaya, Nepal, Pakistan dan India Utara karena kambing ini hanya tinggal di dataran tinggi yang dingin.

Proses produksi kain/wol pashmina berlangsung bertahun – tahun di negara Kashmir dan negara Nepal. Pashmina sangat diminati penduduk di negara – negara kawasan asia selatan karena dapat memberikan kehangatan di cuaca yang dingin pegunungan himalaya. Selain itu corak yang menawan dan dapat digunakan sebagai aksesori  wanita yang melengkapi penampilan.

Sejarah Hijab Pashmina

Seorang Jane Singer, kolumnis di The New York Times, menuliskan, istilah pashmina dikenal orang sebagai selendang dengan ukuran yang lebih besar, lebih besar dibandingkan dengan syal. Padahal, berdasarkan arti yang sebenarnya, pashmina adalah jenis dari material kainnya itu sendiri. Namun sampai sekarang, pashmina lebih dikenal dengan kain yang memanjang atau segi empat panjang.

Pashmina adalah jenis kain wol dari serat yang diolah dari janggut domba. Dombanya pun tak sembarangan, yaitu domba yang hidup di pegunungan Himalaya, tepatnya di daerah yang bernama Ladakh, dengan ketinggian sekitar 4000 – 5000 meter di atas permukaan laut.

Janggut domba ini kemudian ditenun oleh orang-orang di lembah Kashmir dan Nepal menjadi selendang dan syal. Dengan menggunakan metode kuno dan sangat tradisional, orang di Nepal menyisir janggut domba lalu memilih serat terbaik.

Di Negara Nepal, kain ini disebut pashmina, sementara di Kashmir dikenal dengan nama wol kasmir. Namun, dengan makin populernya penggunaan selendang, nama pashmina lebih dikenal banyak orang sebagai kain selendang namun lebih lebar dari selendang.

Seiring banyaknya permintaan, pemasaran tenun pashmina dilakukan ke wilayah lain di India. Di sini, pashmina berbentuk selendang, selimut, dan penutup tempat tidur. Pashmina dipakai oleh kalangan atas karena harganya yang mahal.

Setelah itu, pashmina menyebar ke negara lain, termasuk ke Eropa ketika kain ini akhirnya berada di tangan Napoleon Bonaparte dan menjadi semakin populer.

Pashmina juga mulai dibawa oleh pedagang dari timur tengah ke indonesia pada masa kejayaan kerajaan Majapahit. Namun pada saat itu, pashmina masih dikenal dengan istilah kain dari kashmir. Seiring datangnya islam ke Nusantara, mulailah muncul perkampungan-perkampungan islam di Nusantara.

Dengan berkembangnya islamisasi, produk pashmina berkembang menjadi beraneka kain multiguna, dari baju, selimut sampai kerudung.

Namun kini kata pashmina menjadi populer sebagai model kerudung.

Begitulah sejarah hijab pashmina, semoga artikel ini bermanfaat dan menambah khasanah ilmu kita semua. Baca juga artikel lain tentang hijab dan kerudung.

Kamu Tahu Perbedaan Jilbab, Hijab dan Kerudung, ini Penjelasan Lengkapnya

Perbedaan Jilbab, Hijab dan Kerudung – Penyebutan jilbab, hijab dan kerudung menjadi pertanyaan tersendiri buat saya. Sebenarnya apa sih perbedaanya, apakah berbeda atau sama saja. Mari kita coba cari pengertian dari masing-masing kata tersebut.

Penjelasan yang akan Anda baca merujuk pada arti Jilbab, Hijab Dan Kerudung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tentu harus dimaknai dengan penuh kebijaksanaan, karena kata jilbab, hijab dan kerudung adalah kata yang telah melebur dalam bahasa Indonesia.

Kamu Tahu Perbedaan Jilbab, Hijab Dan Kerudung, ini Penjelasan Lengkapnya
Untuk menjawab pertanyaan Apa Beda Jilbab, Hijab Dan Kerudung?. Kita bisa membuka kamus besar bahasa Indonesia. Kita artikan setiap katanya, setelah itu baru kita cari pengertian sebenarnya dari dasar pemahaman.

Pengertian Jilbab, Hijab dan Kerudung menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah;

Jilbab : Adalah kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.

Hijab : Dalam KBBI Hijab memiliki 3 pengertian (1) Batasan yang membatasi sesuatu dengan sesuatu yang lain, (2) Batasan makna/isi/terdalam yang membatasi hati manusia dan Allah,(3) dinding yang menghalangi seseorang.

Kerudung :  Memiliki arti kain penutup kepala perempuan.

Nah, dari 3 pengertian tersebut jelas sekali perbedaanya. Mari kita bahas satu persatu dengan pemahaman yang lebih dalam.

Jilbab dalam KBBI memiliki pengertian kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai kedada. Dari pengertian ini dijelaskan bahwa jilbab memiki pengertian yang lebih difokuskan untuk wanita muslim. Artinya istilah jilbab dimaknakan pada penutup kepala wanita muslim. Pengertian ini hanya sampai pada kain penutup kepala wanita muslim, namun tidak menjelaskan hakekat atau pemaknaan yang lebih dalam dan tidak memaknai dari sisi filosofi.

Sejarah Kata Jilbab

Kata jalâbîb merupakan bentuk jamak dari kata jilbâb. Terdapat beberapa pengertian yang diberikan para ulama mengenai kata jilbab. Ibnu Abbas menafsirkannya sebagai ar-ridâ’ (mantel) yang menutup tubuh dari atas hingga bawah.

Al-Qasimi menggambarkan, ar-ridâ’ itu seperti as-sirdâb (terowongan). Adapun menurut al-Qurthubi, Ibnu al-’Arabi, dan an-Nasafi jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Ada juga yang mengartikannya sebagai milhafah (baju kurung yang longgar dan tidak tipis) dan semua yang menutupi, baik berupa pakaian maupun lainnya. Sebagian lainnya memahaminya sebagai mulâ’ah (baju kurung) yang menutupi wanita atau al-qamîsh (baju gamis).

Sebagian lainnya yakni Qatadah dan riwayat lain dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa jilbabitu diikatkan di atas dahi kemudian ditutupkan pada hidung. Sekalipun kedua matanya terlihat, jilbab itu menutupi dada dan sebagian besar wajahnya..Adapun menurut al-Hasan, jilbab itu menutupi separuh wajahnya. Ada pula yang berpendapat, wajah tidak termasuk bagian yang ditutup dengan jilbab. Menurut Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan.

Meskipun berbeda-beda, menurut Al-Baqai, semua makna yang dimaksud itu tidak salah. Bahwa jilbab adalah setiap pakaian longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan dalam keseharian dapat dipahami dari hadis Ummu ‘Athiyah ra ;

Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk keluar pada Hari Fitri dan Adha, baik gadis yang menginjak akil balig, wanita-wanita yang sedang haid, maupun wanita-wanita pingitan. Wanita yang sedang haid tetap meninggalkan shalat, namun mereka dapat menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslim. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab?” Rasulullah saw. menjawab, “Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya.” (HR Muslim).

Lalu bagaimana dengan arti Hijab?

Dari 3 Arti hijab dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang sudah dijelaskan diatas, saya lebih cenderung sepaham dengan poin kedua, yaitu hijab berarti Batasan makna/ isi/ terdalam yang membatasi hati seorang manusia dengan Allah sebagai tuhannya.

Artinya apa, makna Hijab lebih kepada makna filosofi wanita dengan Tuhannya dalam hal ini wanita muslim dengan Allah.

Lho kok, dengan Allah? Bukannya dengan laki-laki non muhrim?

Makna hijab menjelaskan tentang filosofi hubungan seorang wanita dengan Tuhan, yang diejawantahkan dalam batasan berhijab, menutup aurat wanita, mencegah dosa dengan hijab, sehingga menjaga hubungan muslimah dengan Tuhanya Allah SWT.

Mari Kita Lihat Sejarah dan Perkembangan Kata Hijab Hingga sampai ke Indonesia

Ternyata, ‘Hijab’ termasuk kata dalam bahasa Inggris. Terbukti, Kamus Oxford University Press 2010 merekam kata Hijab bermakna a head covering worn in public by some Muslim women; the religious system which controls the wearing of such clothing atau kurang lebih berarti penutup kepala yang dipakai oleh beberapa perempuan muslim; sistem dalam agama yang mengatur penggunaan kain. Tetapi, seperti yang sering dipakai oleh orang Indonesia, istilah ‘hijaber’ (ditujukkan untuk pemakai atau pengguna) tidak dikenal dalam bahasa Inggris semisal ‘writer’, ‘driver’, ‘drummer’ dan lainnya.

Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang, dari akar kata h-j-b; bentuk verbanya adalah hajaba, yang diterjemahkan dengan “menutup, menyendirikan, memasang tirai, menyembunyikan, membentuk pemisahan, hingga memakai topeng.

Derivatif lain dari kata Hijab adalah hajib, berarti alis mata atau pelindung mata dan juga merupakan kata yang dipakai selama periode kekhalifahan untuk para pejabat yang menyeleksi para pendatang yang ingin bertemu dengan khalifah. Dalam Kamus A Modern Arabic English Dictionary, 1992, ‘Hijab’ dijelaskan dengan veil, screen, cover(ing) atau curtain.

Arti Kata Kerudung

Kata Kerudung berasal dari bahasa Indonesia Asli. Bila dalam bahasa arabnya adalah khimaar , jamaknya khumur yaitu tutup atau tudung yang menutup kepala, leher, sampai dada wanita.

Sekilas kerudung memiliki definisi yang hampir sama dengan jilbab. Tapi tidak sama. Jika dilihat dari pengertian dalam bahasa arab, Jilbab memiliki arti yang lebih luas, Karena Jilbab dapat diartikan sebagai busana muslimat yang menjadi satu corak, yaitu busana yang menutup seluruh tubuhnya, mulai dari atas kepala sampai kedua telapak kakinya yang jadi satu (menyatu) tanpa menggunakan kerudung lagi.

Kerudung dalam pengertian bahasa Indonesia melebar bukan hanya untuk wanita. Namun kerudung lebih general dan sering juga disebutkan untuk laki-laki. Kerudung tidak terlalu identik dengan kaum wanita muslim. Mungkin ini karena kata kerudung adalah kata lokal yang asal muasalnya asli dari Indonesia.

Bagaimana ? setelah membaca uraian tentang perbedaan jilbab, hijab dan kerudung di atas tentu Anda menjadi tahu. Atau paling tidak mengerti asal-usulnya. Kita yang biasanya mengganggap 3 kata diatas memiliki arti yang sama, eh ternyata ada sedikit perbedaan. Meskipun perbedaanya hanya pada sejarah perkembanganya.

Demikian artkel Kamu Tahu Perbedaan Jilbab, Hijab Dan Kerudung, ini Penjelasan Lengkapnya, Semoga dapat bermanfaat.