Arsip Tag: Perikanan

Panduan Pembuatan Pakan Alternatif Lele: Lengkap


Panduan Pembuatan Pakan Alternatif Lele : Lengkap – 
Pada artikel ini kami ingin mencoba merangkum apa saja pakan lele alternatif yang murah dan efektif. Pada dasarnya, Pakan Alternatif adalah pakan yang disediakan sebagai pakan pengganti pakan utama. Namun kualitasnya kandungan nutrisinya tidak jauh dari pakan utama.

Pemanfaatan limbah dan sumberdaya tepat guna. Artinya, pakan lele alternatif adalah pakan yang cara dan bahan pembuatanya murah dan mudah didapat.

Ada beberapa kriteria khusus sebuah pakan dikatakan sebagai pakan alternatif :

Bahan baku mudah didapat dan berada didaerah yang masih bisa dijangkau. Misalnya limbah tahu, berarti pabrik tahunya masih bisa di jangkau. Ini akan mengurangi biaya produksi karena menghemat biaya transpotasi.

Panduan Pembuatan Pakan Alternatif Lele: Lengkap

Bahan baku yang murah dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup. Pakan alternatif biasanya harus melalui proses pengolahan, jika ingin meningkatkan kandungan nutrisi di dalamnya.

Pakan alternatif harus memenuhi standar nutrisi pakan, atau setidak-tidaknya mendekati nutrisi pakan utama. Saya contohkan begini, ikan lele yang di beri pakan bekatul setidaknya memiliki pertumbuhan yang seimbang dengan ikan lele yang diberi pakan pelet ikan. Jangan sampai, lele lahap memakan pakan alternatif, tapi tidak ada nutrisi yang diserap oleh bobot masa tubuh. Tentunya pakan dengan sifat tersebut akan sia-sia.

Pakan lele alternatif setidaknya mampu menjadi pakan sampingan ketika persediaan pakan utama melimpah, dan mampu menjadi pakan utama ketika jumlah pakan utama sedang berkurang.

Jika dianalisis dari peruntukanya yaitu sebagai pakan budidaya, maka akan ada istilah pakan alternatif untuk budidaya pembesaran dan pakan alternatif untuk budidaya pembenihan. Apa bedanya, bedanya adalah pakan lele alternatif budidaya pembesaran berarti pakan tersebut diperuntukan untuk pembesaran, sedangkan pakan lele untuk pembenihan maka diperuntukan untuk larva-larva lele yang masih kecil.

Tenang saja, pada paragraf berikutnya akan kami ulas seputar pakan alternatif lele, baik budidaya pembesaran ataupun budidaya pembenihan. Kami juga akan mencontohkan serta memandu Anda dalam pembuatan pakan tersebut.

Jenis-Jenis Pakan Alternatif lele yang umum dan mudah didapatkan serta mudah dibuat.

Berikut adalah Jenis – jenis pakan lele alternatif yang bisa Anda pertimbangkan menjadi pakan alternatif lele budidaya Anda.

Pakan lele alternatif dari limbah peternakan unggas,

Bisa berupa kotorannya atau dari unggas-unggas yang telah mati. Contohnya, didaerah Anda ada usaha penetasan telur ayam negeri, nah telur-telur tersebut tentunya tidak seluruhnya akan menetas. Anda dapat memanfaatkan telur tersebut sebagai pakan alternatif untuk budidaya lele Anda. Anda dapat membaca panduanya di Pakan Larva Lele Dari Telur Afkir/Gagal Menetas.

Pakan tersebut lebih diperuntukan untuk pakan alternatif lele di segmen pembenihan, dimana lele masih dalam ukuran yang belum siap memakan pelet atau makanan padat lain. silahkan Anda bisa membacanya.

kemudian pakan alternatif dari bangkai ayam. Bangkai ayam sebaiknya tidak langsung diberikan, ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ikan dan tidak terjangkit penyakit bawaan dari bangkai unggas. Bangkai dibersihkan dengan direbus.

Pakan alternatif lele musiman,

Misalnya dimusim penghujan kita sering menjumpai bekicot/keong emas. Nah keong dan bekicot dapat kita kumpulkan dan dijadikan sebagai pakan alternatif lele. Keong atau bekicot dapat diberikan mentah, atau dengan direbus terlebih dahulu. Jika diberikan mentah, pecah cangkang dan keluarkan daging bekicot, lalu di cacah dengan parang.

Pakan alternatif lele dari limbah pabrik pengolahan makanan,

Seperti limbah padat industri tahu, atau limbah padat industri tepung tapioka. Meskipun pakan alternatif ini dari limbah, namun kandungan gizi limbah masih berlimpah. Apalagi jika dilakukan pengolahan terlebih dahulu seperti di fermentasi. Saya ambil contoh, Pakan lele dari fermentasi ampas tahu.

Pakan lele alternatif dari limbah  ikan.

Limbah yang satu ini saya jamin sangat sulit mendapatkanya, karena meskipun limbah, namun banyak peminatnya. Ini adalah pakan alternatif lele yang sudah begitu populer, kepopuleran ini menyebabkan harga limbah kepala ikan menjadi mahal. Pemberian dapat langsung di berikan sebagi pakan dengan dicincang terlebih dahulu, atau diberikan dengan dijadikan pelet terlebih dahulu.

Pakan alternatif dari belatung,

Ini adalah pakan alternatif yang kaya nutrisi. Belatung atau maggot memiliki kandungan gizi bahkan lebih besar ari pakan pelet buatan pabrik. Anda dapat memberikan langsung belatung, atau dengan membuat pelet dari belatung.

Panduan Pembuatan Pakan Alternatif Lele: Lengkap

Untuk membiakkan belatung, sediakan ember, daun pisang, ampas tahu/ sisa makanan basi, sisa ikan asin dan bisa ditambahkan kotoran ayam. Lalu masukkan ampas tahu sebagai bahan utama kewadah ember, tambahkan air, aduk hingga rata.

Tambahkan ikan asin dan kotoran ayam dalam ember tersebut, lalu permukaannya ditutup dengan daun pisang kering agar lalat mau bertelur. Ember ditempatkan di tempat teduh dan terlindung dari panas dan hujan. Tunggu dan panen 3 minggu kemudian.

Anda bisa membaca versi lengkap bagaimana budidaya belatung ini di Cara Budidaya Maggot Atau Belatung Untuk Pakan Ikan.

Memanfaatkan Kotoran hewan ruminansia seperti sapi, kerbau atau kambing.

Pakan alternatif ikan lele yang satu ini membutuhkan proses pengolahan terlebih dahulu. Tidak langsung diberikan begitu saja, namun ada prosesnya. Untuk lebih jelasnya Anda bisa membacanya di Pembuatan pakan lele organik dari kotoran sapi.

Pakan lele alternatif dari campuran bekatul/dedak dengan ampas tahu.

Tujuan penyampuran ini adalah menambah kandungan gizi pakan. Karena dedak banyak mengandung karbohidrat dan protein, sementara ampas tahu mengandung serat dan nutrien lain seperti lemak. Perpaduan keduanya akan memperkaya kandungan gizi pakan lele alternatif ini.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Cara Budidaya Ikan Lele

Siapa yang tak suka mengkonsumsi lele? Apa lagi di Indonesia lele menjadi primadona lauk yang cukup digemari oleh masyarakat luas, tidak hanya para pejabat, lele juga digemari oleh masyarakat biasa, disamping karena dagingnya yang gurih, lele juga harganya relatif terjangkau bagi masyarakat umum, hanya sekitar 18-20 ribu (harga dipasaran per 1 kg) kita sudah bisa menikmati gurihnya daging lele. Disamping itu daging lele menurut para ahli mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi.

Ditengah lesunya perekonomian di negri ini dan melihat pasar penjualan lele yang cukup tinggi banyak masyarakat yang mulai mencoba usaha budidaya lele, baik dari mulai pembenihan sampai dengan pembesaran hingga siap di konsumsi. Di daerah-daerah kini mulai muncul para pembudidaya lele dengan konsenstrasi jenis ukuran tertentu, misal pembenihan, pembesaran, untuk harga benih lele relatif terjangkau tergantung dari jenis dan ukuran lele.

Cara Budidaya Ikan Lele
Seorang petani sedang memberi pakan ikan lele

Berikut ini beberapa cara dalam budidaya lele:

1. Membuat kolam

Banyak jenis kolam yang bisa kita manfaatkan untuk memelihara lele, seperti: kolam terpal, kolam beton/cor, kolam tanah biasa, tergantung dari konsentrasi ukuran lele yang akan kita pelihara. Untuk kolam terpal biasanya digunakan untuk lele yang berukuran kecil sekitar 2,3-9.12 (ukuran dalam lele), nah kalau kita ingin berkonsentrasi memelihara lele dalam ukuran yang lebih besar hingga konsumsi disarankan untuk memilih kolam tanah saja. Apalagi kalau kita juga memanfaatkan makanan alternatif, makanan alternatif seperti Maggot (blatung), menyebabkan air di kolam terpal menjadi cepat bau, karena tidak ada resapan ke tanah. Untuk ukuran kolam sebaiknya memanjang terserah bisa ukuran biasa seperti 2.5×4 M.

2. Memilih air

Ingat air adalah sumber utama lele untuk hidup, disarankan memilih sumber air yang baik untuk memelihara lele, dari air pula biasanya sumber pertama dari penyakit maka dari itu memilih sumber air yang baik itu penting. Diamkan (Tando) air terlebih dahulu kurang lebih sekitar satu Minggu agar air menjadi lebih baik dan aplikasikan obat pencegahan penyakit bisa dengan cara tradisional juga dengan cara modern.

3. Memilih benih

Pastikan ketika kita membeli benih lele, harus dengan orang yang kita kenal dan dapat dipercaya, hasil pengalaman saya dan beberapa teman terkadang kita salah memilih benih. Dalam kepercayaan para pembudidaya lele ada istilah sortiran (ayakan), nah kalau bisa untuk membeli benih lele kita harus mengusahakan membeli sortiran pertama, biasanya pertumbuhan lele sortiran pertama itu lebih cepat besar.

4. Cara memberi makan

Ada beberapa pendapat di dalam cara memberi pakan yang baik pada lele, namun cobalah cara ini, cukup beri lele makanan dua kali dalam sehari yaitu pagi dan malam hari, untuk pagi berilah makanan sewajarnya saja, tetapi untuk malam hari berilah makanan hingga sampai lele benar-benar kenyang karena lele merupakan hewan yang aktif di malam hari. Logikanya lele aktif memerlukan banyak energi, ketika kekurangan energi lele menjadi lambat pertumbuhanya.

5. Rajin mensortir (Memilih sesuai dengan ukuran tubuh lele)

Ini yang sering kali para pembudidaya lele malas untuk melakukan, salah satu manfaat mensortir selain membuat lele menjadi seragam ukurannya juga mencegah kanibalisme, ingat lele merupakan hewan kanibal, mereka saling memakan apalagi ketika melihat lele yang lebih kecil, itu merupakan buruan empuk bagi lele yang lebih besar. Perhatikan juga cara mensortir yang baik. Satu hari ketika akan disortir lele jangan diberi makan terlebih dahulu ini menghindari lele menjadi muntah saat di sortir dan terjadi lecet di perut karena masih menyimpan banyak makanan di dalamnya.

6. Beri lele sentuhan kasih sayang

Yang perlu kita ingat bahwa kita memelihara nyawa, tidak cukup hanya dengan teori dan ilmu yang tinggi untuk memeliahara makluk bernyawa, perlu ada perhatian kusus, kepekaan kusus dan pengamatan kusus. Hal ini perlu waktu, sudah jalani saja nanti kita akan peka dengan sendirinya.

7. Perhatikan kondisi air

Kalau di atas tadi ada cara memilih air, sekarang tinggal fokus memerhatikan kondisi air, ingat air merupakan sumber dari segala penyakit, kalau kondisi air tidak baik lele mudah sekali terserang penyakit, jangan sampai air menimbulkan bau yang tidak sedap. Kalau sampai mengalami masalah yang seperti itu, segeralah ganti dengan air yang baru.

8. Jangan mudah menyerah

Tidak ada keberhasilan dilakukan dengan waktu yang singkat, di dalamnya ada proses yang dinamakan belajar, sebagai pemula jangan karena hasil tidak maksimal, kematian tinggi hingga menyebabkan putus asa, terus belajarlah pelajari dari mulai hal terkecil hingga bisa menemukan solusi dalam setiap permasalahan yang sedang dialami dalam budidaya lele. Kurang lebih selama satu tahun gan, saya dan teman saya (Saeful Aziz) jatuh bangun dalam budidaya lele dan selama satu tahun tadi kami belum mendapatkan hasil bahkan tak jarang kami menelan rugi. Di dunia ini tak ada ilmu yang gratis, perlu mahar untuk bisa menguasai ilmu tertentu seperti halnya dalam budidaya lele ini. Jangan berhenti belajar terus semangat dan nyatanya kami sudah mulai bisa menikmati hasilnya dari sekarang.

Sekian tips yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat dan salam budidaya.

Maggot Dari Kotoran Ayam Sebagai Pakan Ikan

Maggot Dari Kotoran Ayam Sebagai Pakan Ikan – Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur lalat black soldier yang mengalami metamorfosis pada fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang kemudian berubah menjadi lalat dewasa. Klasifikasi lalat black soldier yang menghasilkan larva berupa maggot adalah sebagai berikut :

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta

Order : Diptera

Family : Stratiomyidae

Subfamily : Hermetiinae

Genus : Hermetia

Species : Hermetia illucens

Maggot mengalami beberapa tahapan selama siklus hidupnya, yang diawali dengan telur yang dihasilkan oleh black soldier, kemudian telur menetas menjadi larva, larva berkembang menjadi pupa, dan akhirnya pupa menjadi black soldier dewasa.

Maggot Dari Kotoran Ayam Sebagai Pakan Ikan

Maggot umumnya dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya mengkonsumsi bahan-bahan organik. Maggot mengunyah makanannya dengan mulutnya yang berbentuk seperti pengait (hook). Maggot dapat tumbuh pada bahan organik yang membusuk di daerah tropis. Maggot dewasa tidak makan, tetapi hanya membutuhkan air karena nutrisi hanya diperlukan untuk reproduksi selama fase larva (Tomberlin, 2009). Hermetia illucens dalam siklus hidupnya tidak hinggap dalam makanan yang langsung dikonsumsi manusia. Pada usia dewasa pakan utamanya adalah sari bunga, sedangkan pada usia muda pakannya berasal dari cadangan makanan yang ada dalam tubuhnya.

Perkembangbiakan dilakukan secara seksual, yang betina mengandung telur, kemudian telur diletakan pada permukaan yang bersih, namun berdekatan dengan sumber makanan yang cocok untuk larva. Larva kecil sangat memerlukan banyak makanan untuk tumbuh sehingga menjadi pupa.

Bahan Dan Alat

– Ember plastik

– Jaring/kantong plastik

– Bor dan mata bor

– Timbangan.

– Tali rafia

– daun pisang kering

– Kotoran ayam

– Tepung ikan

– Ampas tahu

– Bungkil kedelai

– Air

Cara Budidaya

  1. Siap semua bahan dan alat
  2. Ambil ember, lubangi bagian tepi atas (2 – 3 Cm) dari mulut ember menggunakan mata bor ukuran diameter 1 Cm secara melingkar.
  3. Campurlah semua bahan (ampas tahu, tepung ikan, bungkil kedelai, kotoran ayam dan air secukupnya), aduk hingga homogen/merata
  4. Masukkan semua bahan ke dalam ember
  5. Tutuplah ember dengan kantong plastik, ikat menggunakan tali rafia.
  6. Letakkan ember di tempat yang terlindung dari hujan, tetapi dekat dengan semak-semak.
  7. Biarkan selama  10 hari
  8. Amati jenis maggot yang tumbuh dan kondisi medianya

Budidaya Infusoria Sebagai Pakan Ikan Alami

Budidaya Infusoria Sebagai Pakan Ikan Alami – Ciliata atau Infusoria merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Ciliata memiliki silia yang berfungsi untuk bergerak, menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Ciliata memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, disamping berfungsi juga untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual.

Pada Ciliata terdapat vakuola kontraktil yang berfungsi menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Di samping itu juga terdapat vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa makanan. Infusoria banyak ditemukan di laut maupun di air tawar. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap, dan oval. Cilliata ada yang bersifat parasit dan non parasit, yang non parasit diantaranya adalah  Paramecium caudatum sedangkan yang parasit adalah Nyctoterus ovalis yang hidup di dalam usus kecoa, serta Balantidium coli  yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium).

Paramecium caudataum  memperbanyak diri atau bereproduksi dengan cara aseksual dan seksual. Secara aseksual dengan pembelahan biner yaitu membelah menjadi dua secara mitosis, kemudian dilanjutkan oleh makronukleis secara amitosis. Tampak satu sel membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, 8, dan seterusnya. Pembelahan ini diawali dengan mikronukleus yang membelah dan diikuti oleh pembelahan makronukleus. Kemudian akan terbentuk 2 sel anak setelah terjadi penggentingan membran plasma.

Bahan Dan Alat

– Ember/baskom volume 10 L

– Planktonet

– Tali plastik/rafia

– Rebusan daun kol/sawi/daun selada

– Rebusan jerami, kulit pisang

– Mikroskop

– Cover dan Object glass

– Tissue

– Air sungai, kolam, sawah yang mengandung bibit infusoria

Cara Budidaya

  1. Siapkan ember volume 10 L
  2. Isikan air kolam/sungai sebanyak 5 – 7 L
  3. Endapkan selama 2 hari
  4. Siapkan media pemeliharaan Infusoria berupa air rebusan jerami, kulit pisang atau air rebusan sayur seperti kacang selada dan daun kol/sawi.
  5. Dinginkan rebusan sayuran (media pemeliharaan Infusoria) tersebut diatas
  6. Masukkan media pemeliharaan Infusoria tersebut ke dalam wadah (ember/baskom)
  7. Tutup wadah/ember dengan menggunakan kain, agar tidak didatangi nyamuk
  8. Letakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari, dan dari air hujan.
  9. Inkubasi media tersebut sekitar 5 – 6 hari.
  10. Masukkan bibit Infusoria ke dalam wadah pemeliharaan (bibit Infusoria dapat diperoleh di areal sawah yang banyak jerami busuk, sungai/kolam yang mengandung banyak bahan organik, gunakan pipet atau seser plankton untuk menangkap bibit Infusoria).
  11. Panen Infusoria dapat dilakukan setelah 4 – 6 hari kemudian
  12. Ambil air sebanyak 1 ml dari media tersebut, dan amati di bawah mikroskop
  13. Gambar dan hitunglah organisme akuatik yang terlihat dalam 1 tetes air yang berasal dari media

Baca juga : Maggot Dari Kotoran Ayam Sebagai Pakan Ikan

Jenis-Jenis Ikan Koi Unggulan

Jenis-Jenis Ikan Koi Unggulan

Secara umum, klasifikasi ikan koi  adalah sebagai berikut:

Kelas : Osteichthyes

Anak kelas : Actinopterygii

Bangsa : Cypriniformes

Suku : Cyprinidae

Marga : Cyprinus

Jenis : Cyprinus carpio

Jenis-Jenis Ikan Koi Unggulan

Koi dapat dikelompokkan dalam beberapa varietas diantaranya:

1. Kohaku

Dasar putih dengan belang/ bercak (pola) merah yang terdapat dibagian kepala, punggung, dan pangkal ekor. Kohaku dikatakan baik atau berkualitas apabila:

  1. Warna dasarnya putihnya bersih seperti salju, tidak boleh putih kekuningan atau putih kecoklatan, dengan belang berwarna merah pekat teapi cerah, sehingga perbedaan warnanya tanpak mencolok (kontras).
  2. Semua sirip, mata, hidung, pipi/ tutup insang dan mulut tidak terkena bercak/ belang merah.
  3. Diatas kepala harus ada belang merah (bosu/pendeta).
  4. Belang pada kepala punggung dan pangkal ekorterletak seimbang dan proporsional antara kanan dan kiri (tidak harus simetris) terkadang pola unik juga disukai.
  5. Belang merah mulai punggung sampai pangkal eko mencapai gurat sisi (linea lateralis).
  6. Jarak ideal antara belang pada pangkal dengan sirip minimal 1 cm (untuk  ikan berukuran 20-30 cm).
  7. Tidak ada degradasi warna (pudar) atau batas tepi warna (kiwa) merah dan tegaas.

Berdasarkan tipe bercak merah tersebut, jenis-jenis kohaku antara lain: Ponge kohaku, Nindan kohaku, Sandan kohaku, Kunchibeni kohaku, Maruten kohaku, Inazuma kohaku.

2. Taisho Sanke

Koi yang tubuhnya berwarna dasar putih dengan kombinasi merah (lebih dominan) dan warna hitam (lebih sedikit). Taisho sanke dikatakan berkualitas apabila:

  1. Tidak terdapat warna hitam dikepala.
  2. Warna merah dikepala tidak meluas kedaerah mata, rahang, pipi atau hidungnya.
  3. Warna sirip dada putih bersih seperti kohaku dengan warna hitam, dimana semakin sedikit garis-garis hitamnya semakin baik. Sedangkan pada sirip-sirip lainnya berwarna putih bersih.

Baca Juga : Panduan Pemijahan Ikan Koi / Maskoki

Jenis-jenis taisho sanke antara lain, adalah: Aka sanke dan taisho sanke. Taisho sanke yang disukai adalah koi yang belang hitamnya ditas warna dasar putih dan bukan warna belangnya diatas warna merah.

3. Showa Sanshoku

Koi  yang tubuhnya berwarna dasar hitam dengan pola putih dan belang merah. Menurut sejarah koi ini merupakan hasil perkawinan silang antara Ki Utsuri dan Kohaku. Showa sanke dapat dikatakan berkualitas apabila:

  1. Pada kepala terdapat belang hitam dan belang merah. Warna merah dikepala harus cukup besar, merata dan pekat. Sedangkan warna hitam menyerupai bentuk petir atau huruf  V atau gunung.
  2. Warna putih menyebar secara merata (sekitar 30%) dibagian kepala, punggung dan pangkal ekor.
  3. Pada pangkal sirip dada terdapat warna hitam (motoguro) dan tidak terdapat warna merah.
  4. Batas tepi belang (kiwa) warna merah maupun hitam harus tegas, sehingga batas antara kedua belang dapat dibedakan dengan jelaas.
  5. Warna hitam merata diseluruh tubuh sampai perut.

Jenis-jenis showa sanshoku berdasarkan pola warnanya antara lain: Bekko showa, Hi showa dan Kindai showa.

4. Bekko

Koi yang warna dasar tubuhnya merupakan perpaduan antara warna putih, merah, dan kuning, dimana warna hitam menjadi bagian ari warna-warna tersebut. Perbedaan pola warna hitam pada bekko dibandingkan shiro utsuri adalah warna hitamnya berukuran lebih kecil dan lebih banyak yang tersebar merata diseluruh tubuhnya.

Beberapa jenis koi yang termasuk dalam kelompok bekko adalah:

a. Shiro bekko

  1. Warna dasar tubuhnya putih dengan belang hitam mulai pungggung sampai pangkal ekor.
  2. Warna bagian kepala tidak terdapat belang hitam serta warna putih pada kepalanya harus putih bersih.
  3. Belang hitam pada bagian punggung berukuran besar dan lebar.
  4. Pada sirip dada terdapat garis-garis hitam atau polos sama sekali.
  5. Disebut juga taisho sanke yang tidak memiliki warna merah.

b. Aka bekko

Koi dengan warna dasar tubuh merah dengan belang hitam mulai punggung sampai pangkal ekor.

  1. Tidak ada warna putih sedikitpun pada semua bagian tubuhnya.
  2. Pada bagian kepala tidak ada bintik hitam.

c. Ki bekko

  1. Koi dengan warna dasar tubuh kuning dengan belang hitam mulai punggung sampai pangkal ekor.
  2. Ciri-ciri lainnya hampir sama dengan aka bekko.

5. Utsurimono

Kelompok koi yang warna dasar hitam dengan belang putih, kuning, atau merah. Anggota kelompok ini adalah:

a. Shiro Utsri

Koi yang tubuhnya berwarna dasar hitam dengan belang putih berbentuk kerucut, tanda-tanda shiro utsuri yang berkualitas antara lain:

  1. Pada bagian kepala terdapat belang hitam berbentuk bulat atau garis. Belang hitam tersebut mulus dari bagian punggung sampai perut.
  2. Semua sirip dada berwarna hitam atau belang hitamnya hanya pada pangkal sirip dadanya (motoguro).
  3. Warna putihnya seperti salju dengan warna hitam sebagai pendukung utama.

b. Ki utsuri

Koi yang tubuhnya berwarna dasar hitam dengan belang kuning berbentuk kerucut, tanda-tanda ki utsuri yang berkualitas antara lain:

  1. Pada seluruh bagian tubuhnya (kepala, perut, punggung dan pangkal ekor) terdapat belang hitam dan kuning yang terbagi menjadi dua bagian secara simetris dan proporsional.
  2. Warna hitam pekat/ menggumpal dan tidak ada bintik-bintik hitam di belang kuning.
  3. Semua sirip dadanya berwarna hitam.

c. Hi utsurikoi

Koi yang tubuhnya berdasar hitam dengan belang merah atau merah jingga. Ciri hi utsuri yang berkualitas hampir sama dengan ki utsuri antara lain:

  1. Pada bagian tubuhnya tidak terdapat bintik-bintik warna hitam atau merah
  2. Semua sirip dadanya berwarna hitam

6. Asagi

Koi yang tubuhnya berwarna dasar biru dengan sisik-sisik yang tersususn teratur menyerupai hamparan mata jaring. Asagi dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri:

  1. Bagian kepalanya berwarna putih atau biru bersih tidak bbernoda, terkadang tampak transparan sehingga terlihat tulang dan jaringan didalamnya.
  2. Pada bagian tutup insang, tubuh bagian samping bawah pada pangkal sirip-siripnya berwarna merah.
  3. Terdapat lingkaran puith pada bagian tepi sisiknya yang berwarna biru.

Salah satu jenis kelompok asagi yang banyak dicari adalah asagi sanke, yaitu koi yang punggungnya berwarna biru pucat, dimana pada bagian kepala da samping tubuhnya terdapat warna merah, namun pada bagian bawah perutnya berwarna putih susu.

7. Shusui

Koi yang tubuhnya berwarna dasar biru muda dengan sisik-sisik besar berwarna biru tua yang tersusun teratur di sepanjang daerah punggung dan kulitnya lembut. Ikan ini merupakan hasil perkawinan silang  antara asagi sanke dengan karper kaca dari jerman. Shusui dikatakan berkualitas apabila:

  1. Pada bagian ujung hidung, pipi, perut dan lipatan siripnya berwarna bercak merah cerah.
  2. Bagian kepalanya berwarna putih bersih atau biru muda bersih.
  3. Sisiknya berwarna biru tua dengan lingkaran ptih dibagian tepinya.

Kelompok shusui terdapat beberapajenis antara lain: Hana shusui, Hi shususi, Ki shusui, Pearl shusui.

8. Tancho

Koi yang berwarna dasar tubuhnya putih dengan belang merah bulat dikepalanya, beberapa jenis koi kelompok tancho antara lain:

  1. Tancho kohaku: koi denga tubuh putih mulus dan hanya ada bulatan belang merah dibagian kepala yang tidak mengenai mata, hidung dan operkulum.
  2. Tancho sanke: koi denga tubuh berbelang hitam seperti tancho sanke dan ada bulatan merah dikepalanya.
  3. Tancho showa: koi dengan tubuh hitam berbelang putih seperti showa sanshaku dan ada bulatan merah dibagian kepala

Pada semua jenis tancho yang ada dikatakan baik apabila: bulatan merah dikepala berbentuk bulat hampir bundar terletak tepat diantara dua mata namun jangan sampai mengenai mata, bibir, dan bagian punggung;  warna merahnya hanya terdapat pada kepala; warna merahnya pekat dengan batas tepi belang harus tegas.

9. Koromo

Anggota kelompok koromo ini antara lain:

  1. Aigoromo: koromo yang pada tepi sisik belang merahnya terdapat lingkaran biru seperti kulit salak, warna merahnya pada bagian kepala bersih tanpa bintik, merupakan hasil ;perkawinan silang antara kohaku dengan asagi.
  2. Koromo sanke: koromo yang belang warnanya seperti taisho sanke namun pada belang merahnya muncul tanda biru, pada bagian sirip-siripnya terdapat warna hitam dan warna putih; merupakan hasil perkawinan silang antara aigoromo dengan taisho sanke.
  3. Koromo showa: showa yang warna merahnya seperti kuliit salak, merupakan hasil perkawinan silang antara aigoromo dengan showa sanshoku.
  4. Budo sanke: koromo yang bersisik ungu polanya tersusun seperti untaian buah anggur, merupakan hasil perkawinan silang antara asagi dengan aka sanke atau aigomoro dengan taisho sanke.

10. Ogon

Kelompok koi yang tubuhnya berwarna tunggal atau kuning keemasan. Beberapa jenis koi yang termasuk ogon antara lain:

  1. Platimun ogon: koi yang seluruh tubuhnya berkilauan seperti perak/silver
  2. Nezu ogon : koi perak yang tidak mengkilap
  3. Yamabuki ogon: koi yang seluruh tubuhnya berwarna kuning keemasan dan berkilauan
  4. Orange ogon : koi yang seluruh tubuhnya berwarna orange
  5. Hi ogon: koi yang seluruh tubuhnya bewarna merah. Kepalanya bersih dan sisiknya berkilauan.