Arsip Tag: Pertanian

Kelapa, Tanaman Kaya Manfaat

Kelapa, Tanaman Kaya Manfaat – Dalam taksonomi tumbuh-tumbuhan, tanaman kelapa dimasukan ke dalam klasifikasi sebagai berikut

Spesies : Cocos nucifera L

Genus : Cocos

Familia : Palmae

Ordo : Palmales

Kelas : Monocotyledonae (biji berkeping satu)

Sub-Divisi : Angiospermae (biji tertutup)

Divisi : Spermathophyta (tumbuhan berbiji)

Kingdom : (Plantae)

Kelapa adalah jenis tanaman yang mempunyai buah cukup besar dan banyak. Mempunyai batang yang berdiri tegak dan tidak bercabang dengan ketinggian mencapai 15 meter. Daun yang berpelepah dengan sirip-sirip lidi yang berada ditiap helainya. Mempunyai buah yang terbungkus serabut dan batok yang cukup kuat.

Kelapa, Tanaman Kaya Manfaat
pohon kelapa

Kelapa merupakan tanaman tropis yang sudah lama dikenal di Indonesia. Bisa dilihat dari penyebaran tanaman kelapa yang ada dihampir seluruh Indonesia.

Selain itu hasil dari pohon kelapa berupa minyak kelapa mulai diperdagangkan ke Eropa sejak abad ke-19. Tahun 1880 dari daerah Minahasa juga mengekspor kopra ke Eropa. Itu bisa menjadi contoh dan alasan bahwa kelapa sudah menjadi komoditi komersial sejak lama.

Alasan kelapa menjadi komoditi komersial adalah karena semua bagian dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan, sehingga pohon ini ada yang menyebutnya pohon kehidupan. Akar dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman atau bahan baku pembuatan zat warna.

Batang kelapa dapat digunakan sebagai bahan bangunan, bahan perabot, hingga digunakan sebagai jembatan darurat. Daun dapat digunakan sebgai pembungkus kupat, bahan baku obat tradisional, dan sebagai atap alami. Lidi dari daun tersebut dapat digunakan untuk membuat sapu.

Buah kelapa yang terdiri dari serabut, tempurung (batok), daging, dan air. Berikut penjelasan mengenai potensi dan manfaat dari bagian tanaman kelapa:

Serabut

Serabut kelapa kadang dianggap sebagai sisa dari dri kelapa yang tidak memiliki nilai apa-apa kecuali untuk bahan bakar tungku saja. Namun serabut sesungguhnya mempunyai potensi komersial yang cukup tinggi. Melaui tangan dan jiwa yang kratif sabut kelapa dapat diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan seperti kesed, tas, topi, sandal, pot, hingga kasur dari serabut kelapa. Tentu saja diera modern dan pasar bebas sekarang ini produk-produk diatas dapat dipasarkan hingga ke luar negeri yang selanjutnya akan menjadi omset bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Tempurung (Batok)

Secara tradisional dapat digunakan sebagai gayung, mangkuk, dan alat dapur lainnya. Batok kelapa yang bersifat keras dan tahan lama cocok sekali dijadikan berbagai kerajianan kratif. Bahkan hanya dengan membuat kerajinan dari batok kelapa, seorang pria di Bantul, Jogjakarta, mendapatkan penghasilan hingga miliaran rupiah.

Kelapa, Tanaman Kaya Manfaat
kerajinan batok kelapa

Selain digunakan untuk kerajinan, batok kelapa dapat dibakar untuk dimanfaatkan arangnya. Arang batok kelapa ini adalah bahan baku untuk kosmetik sehingga dicari oleh pabrik-pabrik. Kemudian dicari juga oleh para pelaku bisnis kuliner sebagai bahan bakar alternative.

Arang batok kelapa juga dapat diolah menjadi briket, yang sangat potensial menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah dan elpiji. Briket arang batok kelapa ini sekitar sepuluh ribu per kilogram.

Daging

Jelas! Ini adalah bagian paling utama yang dimanfaatkan dari pohon kelapa. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari daging kelapa ini, khususnya adalah untuk konsumsi, baik konsumsi secara langsung ataupun diolah kembali.

Secara umum memang pemanfaatan daging kelapa ini menjadi daua produk yang sangat familiar bagi kita, yaitu minyak kelapa dan kopra.

Air kelapa

Air kelapa dijadikan konsumsi yang banyak mengandung manfaat bagi tubuh.

Kandungan nutrisi dari air kelapa antara lain:

  1. Vitamin C
  2. Asam nikotonat
  3. Asam pantotenat
  4. Bioton
  5. Riboflavin
  6. Asam folat
  7. Protein
  8. Mineral
  9. Karbohidrat

Sedangkan manfaat adari air kelapa diantaranya dalah:

  1. Mencegah dehidrasi
  2. Memperbaiki sistem imunitas
  3. Menetralisir racun
  4. Menurunkan demam
  5. Mengobati pentakit usus, kolera, cacar, dan campak
  6. Kemudian untuk kebutuhan indutri, air kelapa digunakan sebagai bahan nata de coco dan minuman elektrolit.

Cairan nira

Cairan kelapa atau nira pada umumnya diproses menjadi gula kelapa. Nira adalah cairan bening yang didapat dari mayang kelapa yang secara alami masih tertutup (dibuka oleh manusia untuk diiris mayang tersebut).

Untuk memperoleh nira dilakukan dengan cara yang disebut dengan penyadapan atau penderesan nira, yang dilakukan oleh petani dengan cara yang masih tradisional. Satu mayang dapat menghasilkan sekitar setengah liter setiap harinya.

Kemudaian nira itu dikumpulkan dalam wajan besar dan dimasak terus sampai menjadi gula lalu dijual. Gula hasil pengolahan nira biasanya digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan kecap.

Baca Juga : Penderes Gula Kelapa, Pekerjaan Penuh Resiko

Kandungan gizi yang terdapat dalam nira antara lain adalah karbohidrat, kalium, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B kompleks, sodium, riboflavin dan nutrisi lainnya.

Cangkul Dan Tudung, Senjata Petani Indonesia

Cangkul Dan Tudung, Senjata Petani Indonesia – Petani adalah sebuah pekerjaan yang mulia, bahkan lebih mulia dari seorang presiden sekalipun. Mari kita ulas sekelumit tentang petani, bukan sawah, bukan padi tapi kami akan mengulas senjata utama petani Indonesia yaitu Cangkul Dan Tudung.

Kenapa saya sebut pekerjaan petani adalah pekerjaan yang mulia, karena petani menjadi pondasi ekonomi di negeri ini. Mungkin belum seberapa jika dibandingkan dengan penghasilan sektor industri teknologi. Sektor pertanian adalah sektor yang banyak di abaikan namun kenyataanya di sektor inilah umat manusia dipertaruhkan.

Cangkul Dan Tudung, Senjata Petani Indonesia
sawah

Makanan modern di planet ini didapat dari sektor pertanian, dan sebagian besar didapat dari wilayah tropis dan subtropis, seperti Indonesia.

Meskipun pertanian adalah sektor dasar kehidupan manusia, masih sedikit negara yang menjadikan sektor pertanian sebagai sektor utama mereka. Hanya negara-negara maju yang sudah melek dan sadar pentingnya sektor pertanian ini.

Negara-negara berkembang masih belum bisa maksimal dalam sektor pertanian, mungkin ini di karenakan masih terbatasnya sentuhan teknologi dalam penerapannya.

Jika negara-negara maju sudah menggunakan mesin canggih untuk bertani, Negara berkembang salah satunya Indonesia masih menggunakan cara-cara tradisional. Sudah begitu, pemerintah belum mampu memfasilitasi dan menghargai petani kita dengan sepadan.

Kita bisa mengambil perbandingan, petani di Indonesia dengan petani di Jepang, petani di Jepang sangat di perhatikan kesejahteraanya oleh pemerintah. Seperti menghargai hasil taninya dengan harga yang baik.

Indonesia memang belum mampu, tapi setidaknya para petani yang bersenjata cangkul dan tudung mendapatkan perhatian lebih. Perlahan, setidaknya petani butuh wadah untuk mengembangkan pertanian Indonesia menuju pertanian modern, setidaknya mengembangkan dari pola pikirnya.

Tapi nyatanya, petani indonesia masih identik dengan cangkul dan tudung. Bukan sebagai simbol, namun mereka masih benar-benar menggunakan cangkul dan tudung untuk memenuhi kebutuhan pakan masyarakat Indonesia.

Mau sampai kapan cangkul dan tudung menghidupi 100 juta lebih penduduk Indonesia? Ironi memang, dengan segala keterbatasan yang entah sampai kapan terselesaikan, para petani negeri ini masih berjuang mendulang rizki dari pertanian, kita masih beruntung karena tanah kita tanah gemah ripah loh jinawi.

Tapi bukan berarti petani cukup dengan tanah yang gemah ripah log jinawi saja, butuh lebih dari sekedar cangkul dan tudung. Kita para petani dan birokrasinya, wajib bercita-cita, jika cangkul dan tudung saja mampu menumbuhkan padi, bagaimana jika ada sentuhan ilmu dan teknologi di dalamnya?.

Sejarah warisan cangkul dan tudung dari nenek moyang, sampai kinipun masih eksis sebagai senjata terbaik pertanian di Indonesia.

Cangkul

Cangkul adalah alat untuk menggemburkan tanah yang berbentuk khas. Jika dilihat dari sejarahnya, cangkul berasal dari teknologi awal manusia Homo Sapien  mulai menetap dan meninggalkan kebiasaan berburu dan meramu.

Cangkul diwariskan dari generasi kegenerasi, mengalami berbagai modifikasi, namun masih mempertahankan gaya ketradisionalanya.

Cangkul masuk dalam cerita dan perjalanan sejarah umat manusia, bertahan dan menjadi saksi bisu pertanian dunia. Sampai akhirnya cangkul menjadi simbol pertanian.

Tudung

Tudung adalah istilah topi yang terbuat dari anyaman bambu, berbentuk setengah bola melingkar dan lancip di bagian tenghnya. Seperti gunung yang di potong dari lantai buminya.

Cangkul Dan Tudung, Senjata Petani Indonesia

Tudung berfungsi sebagai peneduh yang dipakai di kepala, menjadi pelindung petani dari sengatan panas matahari dan guyuran hujan.

Bunga Bugenvil Putih (Bougainvillea spectabilis)

Bugenvil putih memiliki nama ilmiah Bougainvillea spectabilis, merupakan tanaman hias popular, berupa pohon kecil yang sukar tumbuh tegak. Keindahannya berasal dari seludang bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian karena tumbuh dengan rimbun. Seludang bunga ini sering dianggap sebagai bagian bunga, walaupun bunga yang sesungguhnya adalah bunga kecil yang terlindung oleh seludang. Seludang bunga (spatha) merupakan daun pelindung, yang seringkali berukuran besar, yang menyelubungi seluruh bunga majemuk sebelum mekar. Seludang bunga dapat dijumpai pada struktur generatif bunga atau tumbuhan suku aren-arenan (Arecaceae) dan talas-talasan (Araceae). Seludang bunga sebenarnya merupakan suatu bentuk khusus dari daun pelindung (Bractea). Tanaman Bougainville disebut bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai cirri-ciri seperti kertas.

Nama Inggris bunga ini adalah Bougainvillea yang diambil dari nama Sir Louis Antoine de Bougainville, seorang prajurit AL atau navigator Perancis  dan komandan militer Eropa. Jenis bunga kertas yang terkenal ialah Bougainvillea ‘Easter Parade’ dan Bougenvillea ‘Lady Mary Baring’.

Bunga Bugenvil Putih (Bougainvillea spectabilis)

Bunga kertas atau bougainville ini mempunyai bagian tanaman yang berwarna-warni. Oleh karena itu, tanaman bougainville menjadi tanaman hias yang sangat popular karena kecantikan warnanya dan cara merawatnya yang mudah. Bunga bougeainville berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya. Bunga ini sangat mempesona dan menjadi perbincangan penduduk di negara kita karena terkesan dengan bentuk dan warnanya yang menarik. Warna bunga ini terdiri dari berbagai macam warna, seperti jingga, merah menyala, merah jambu, merah muda, merah pucat, kuning, ungu, putih dan berbagai campuran warna.

Menurut Gilman (1999), klasifikasi dari tanaman Bougainville putih (Bougainvillea spectabilis) adalah sebagai berikut :

Bunga Bugenvil Putih (Bougainvillea spectabilis)

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Hamamelidae

Ordo : Caryophyllales

Famili : Nyctaginaceae

Genus : Bougainvillea

Spesies : Bougainvillea spectabilis

Perawatan tanaman Bougainville sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama, karena spesies tumbuhan ini sangat sesuai ditanam di kawasan beriklim tropis dan di daerah khatulistiwa seperti di negara kita dan bias tumbuh hingga 10 meter tingginya. Walaupun tanaman ini berukuran kecil dan berbentuk corong, namun memiliki banyak manfaat. Daun, bunga, akar, dan kulit batang Bougainville mengandung saponin, polifenol, betanidin, isobetarudin, 6-C beta-sophoroside dan 6-rhamnosyl sophoroside. Bunga Bougainville dapat digunakan untuk keputihan (lekore), haid tidak teratur, penyegar badan, adstringensia dan melancarkan sirkulasi darah. Sedangkan batangnya digunakan untuk mengobati hepatitis.

DESKRIPSI

Tanaman Bougenville termasuk tanaman perdu tegak, tinggi tanaman kira-kira 2-4 meter. Sistem perakarannya adalah tunggang. Dengan akar-akar cabang yang melebar ke semua arah dengan kedalaman 40 cm – 80 cm. Akar yang terletak dekat permukaan tanah terkadang tumbuh terus atau akar bakal tanaman baru. Bougenville  merupakan perdu yang memanjat dan menggantung, batang memiliki cabang berkayu bulat, beruas dan memiliki diameter 5 mm – 8 mm, berwarna coklat dan majemuk. Bunga bugenville termasuk bunga majemuk, payung 3  – 15 bunga.

Warna bunga beranekaragam, ada yang kuning, merah, merah jambu, ungu, putih dan sebagainya. Kelopak bunga berbentuk tabung 2 – 4 mm. tajuk bunga 5-8, berbentuk paku, berambut halus. Pasangan daun yang sama dihubungkan dengan memanjang, bertepi rata, bertulang menyirip atau bertulang tiga sampai lima. Bougenville tonjolan yang melintang.

Daun menyirip berdaun satu, helaian daun memanjang sampai memiliki buah buni yang masak hitam mengkilat, panjang 1 cm, bebiji dua atau karena kegagalan berbiji satu dan tidak memiliki lekukan. Bunga yang berwarna putih sebenarnya merupakan helaian daun yang telah mengalami modifikasi. Bunga yang asli atau bunga sejatinya berbentuk tabung memanjang hingga 5 cm, berwarna putih, dan muncul di sela-sela atau berada di tengah-tengah helaian daun yang telah mengalami modifikasi. Jika terkena sinar matahari langsung, akan berbunga lebat. Perbanyakannya dengan stek atau cangkok.

Bunga Bougainville memiliki cirri-ciri sebagai berikut, antara lain: batang : kecil, bercabang banyak, berduri bengkok. Daun : tersebar sampai berhadapan, bertangkai, bulat telur, elliptis atau memanjang, meruncing kerapkali tepi rata, 4-10 kali 2-6 cm. Bunga : tersusun dalam anak payung yang bertangkai, diketiak, berjumlah 1-7 anak payung, masing-masing anak payung terdiri dari tiga bunga; anak payung terkumpul menjadi malai ujung yang berdaun.

Daun pelindung : duduk, bulat telur, bertulang daun, tidak rontok, merah batu, ungu atau karmin, 3-6 kali 1,5-4 cm. Tenda bunga : bentuk tabung, berambut; tabung berusuk 5, bersegi 5, 1,5-2,5 cm panjangya, hijau bagian bawah agak melambung dan bagian ini tetap menyelubungi buah, bagian atas rontok; tepi melebar, terbentang kuning, dengan 10 taju, dimana 5 melekuk ke dalam. Benang sari : kebanyakan 8, tidak sama, lk sama panjangnya dengan tabung. Tangkai putik : lebih pendek, kepala putik miring, kerapkali tidak dengan taju-bertaju tidak beraturan.

Batang tanaman bunga ini agak keras, mempunyai duri yang tajam dan bercabang-cabang. Perkembangbiakannya pun hanya memerlukan keratan batang yang disemai di dalam polybag atau pot dengan cara mudah. Selain itu, tanaman ini juga mempunyai sulur yang rapat, daun yang lebar dan memanjang yang mampu membentuk rimbunan pokok di halaman rumah atau juga sebagai tumbuhan pagar di kawasan yang menarik.

Sumber

Gilman, E.F. 1999. Bougainvillea spp. Cooperative Extension Service, University of Florida.

Hardiansyah, Budi. 1997. Membuat dan Mempercantik Bonsai. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Kobayashi, K.D, James McConell and John Griffis. 2007. Bougainvillea. Department of Tropical Plant and Soil Sciences, University of Hawai at Manoa.

Pertuit, A. 1999. Bougainvilleas. Cooperative Extension Service, Clemson University, Home & Garden Information Center HGIC 1553.

Ratnasari, Juwita. 2007. Galeri Tanaman Hias. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rismunandar. 1991. Tanaman Hias. Penebar Swadaya, Jakarta.

Apa Itu Tanaman Transgenik ?

Apa Itu Tanaman Transgenik ? – Tekonologi berkembang semakin pesat pada saat sekarang ini. Segala macam kasus yang ada, baik yang berhubungan dengan obat-obatan, kesehatan, bahkan penyakit pun mungkin bisa diatasi dengan teknologi ilmu pengetahuan. Penyakit kronis seperti kanker, penyakit hormonal, sistem reproduksi, sistem syaraf dan kekebalan imunitas berkembang di berbagai penjuru dunia. Penyakit bisa dijangkit siapa saja, bahkan pada usia muda.

Berbagai penyebabnya sangat variatif, misalnya dikarenakan kontaminasi atau polusi yang berasal dari pestisida atau residu bahan kimia lain yang berpotensi mengganggu kesehatan makhluk hidup dan biodiversitasnya. Hal ini penting untuk dikaji sebagai suatu potensi pembelajaran untuk menghindari adanya dampak jangka pendek yaitu terlihatnya efek sub kronis dan dampak jangka menengah sekaligus jangka panjangnya adalah menyebabkan efek toksik yang berkepanjangan.

Berbagai pertanyaan mengenai hal tersebut, dapat dilakukan dengan rekayasa genetika atau dikenal dengan istilah GMO (Genetic Modification Organism) yang dikhususkan pada kandungan pestisida yang toleran dan produk yang dihasilkan. Pengujian dilakukan pada mamalia sehat, dengan melihat bahan kimia yang mungkin tanpa disadari masuk ke dalam tubuh, dapat juga melihat dari obat maupun bahan pestisidanya itu sendiri. Secara analisis statistik, berbagai penemuan meyimpulkan bahwa hubungan antara keduanya sangat berpengaruh nyata.

Baca Juga : Teknologi Kesehatan Embrionik Stem Cell

Poin

Jumlah penduduk dunia yang semakin banyak mengakibatkan permintaan pangan semakin meningkat, sehingga produsen harus mampu mencukupi kebutuhan konsumen. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan dibuatnya tanaman transgenik. Tanaman transgenik ini mampu meningkatkan hasil panen yang berkali lipat tanpa harus menambah lahan penanaman. Pengembangan tanaman transgenik bisa menjadi alternatif strategis guna memacu produksi. Hal ini sungguh relevan karena dapat menekan impor dan dapat mengekspor produk.

Apa Itu Tanaman Transgenik ?

 

Pengembangan tanaman transgenik ini juga menimbulkan pro dan kontra. Bagi pihak yang bersikap pro, transgenik merupakan suatu terobosan meyakinkan yang memungkinkan berbudidaya tanaman lebih efisien, murah, produktif, serta menghasilkan produk yang kualitasnya jauh lebih baik. Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani juga dapat ditekan. Hanya memerlukan lahan yang tidak luas. Produk tanaman transgenik telah didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ataupun organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO), misalnya organisasi tersebut mendukung penerapan dan pengembangan tanaman transgenik.

Menyadari kelebihan-kelebihan terebut, sejumlah negara sejak dahulu telah menerapkan transgenik dalam kegiatan produksi pertanian mereka. Dengan demikian, berbagai tanaman transgenik sudah dinyatakan aman bagi lingkungna dan kesehatan.

Sedangkan bagi pihak yang bersikap kontra, tanaman transgenik ini berpotensi menyebabkan masalah yang serius menyangkut keseimbangan lingkungan maupun bagi kesehatan manusia. Kalangan ilmuan dan peneliti yang bersikap pro sekalipun tidak akan berani menjamin bahwa produk tanaman transgenik benar-benar aman atau tanpa resiko sama sekali. Sebagai produk ilmu pengetahuan, keamanan transgenik tidak bersifat mutlak. Jadi, sikap yang harus kita tunjukan ditengah kontroversi produk transgenik ini adalah hati-hati, kritis, memberi ruang kondusif bagi pengembangan dan pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan.

Keuntungan untuk jagung yang telah diberi perlakuan transgenik adalah lebih tahan terhadap hama khususnya serangga jenis Coleopterans, pertumbuhannya lebih cepat. Jagung transgenik memiliki morfologi lebih bagus, rasa lebih enak. Jumlah produksi lebih banyak. Kualitas dan kuantitas lebih baik.

Mengkonsumsi jagung transgenik akan menyebab beberapa penyakit kronis seperti kanker, kelainan hormonal, kelainan fungsi reproduksi, gangguan syaraf atau penyakit imun, yang disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung pada pestisida. Karena pertimbangan tersebut manusia memiliki kebebasan untuk memilih produk yang aman untuk dikonsumsi yang tidak mengakibatkan kerugian jangka panjang.

Baca Juga : Teknologi Kloning / Cloning

Penggunan pestisida secara berlebihan di alam dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang fatal karena pestisida dapat merusak unsur-unsur hara yang terkandung dalam tanah. Pestisida yang terkandung tidak hanya membunuh serangga pengganggu melainkan serangga lain yang bukan target, sehingga dalam jumlah besar dan jangka waktu yang panjang dapat mengganggu rantai maknan. Lahan yang digunakan terus menerus untuk tanaman transgenik akan berubah kandungan haranya, karena lahan tersebut belum melalui tahapan penggemburan kembali tetapi sudah digunakan untuk penanaman kembali.

Tanaman jagung hasil transgenik dapat mendatangkan keuntungan terutama bagi petani yang memproduksinya, karena dengan teknologi ini petani dapat memanfaatkan lahan yang terbatas untuk meghasilkan produksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi permintaan konsumen, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. Dengan apikasi kemajuan teknologi ini, petani akan memperoleh jagung dengan kualitas yang unggul dan tahan terhadap hama, khususnya serangga.

Budidaya Singkong (Umbi Kayu)

Singkong atau umbi kayu atau ada yang menyebutnya ketela pohon adalah tumbuhan yang masuk kedalam kelas Dicotyle,sub divisi dari Angiospermae. Termasuk dari Genus Manihot dan memiliki nama ilmiah Manihot Utilisima. Singkong adalah tanaman tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae, termasuk Ordo Euphorbiales.

Tanaman singkong banyak sekali dijumpai disekitar kita karena memiliki banyak manfaat dan cenderung mudah dalam penanaman dan perawatannya dibanding tumbuhan pertanian yang lain. Awal masuk singkong ke wilayah Indonesia adalah pada sekitar abad ke-16 yang diperkenalkan oleh orang Portugis yang dibawa dari Brasil, dan mulai dikomersialkan sekitar tahun 1810 (saat itu masih Hindia Belanda).

Pada umumnya para petani menanam singkong sebagai kegiatan sampingan usaha pertanian, maksudnya adalah penanaman singkong dilakukan dipinggiran (pematang) ketika sawah ditanami padi, atau ditanam diseluruh sawah ketika sedang musim kemarau. Namun sekarang ketika pergantian musim sulit diprediksi, banyak petani yang menanam singkong sebagai tanaman utama dibandingkan tumbuhan yang lain semisal jagung atau kacang. Itu karena singkong memiliki beberapa keunggulan dibanding tanaman yang lain, diantaranya:

  • Benih yang sangat murah, atau bahkan bisa didapatkan secara gratis
  • Biaya perawatan yang cukup murah
  • Daya tahan terhadap penyakit yang kuat(rendahnya resiko gagal panen)
  • Tidak terlalu banyak memerlukan air
  • Semua bagian singkong dapat dimanfaatkan
  • Masa panen yang relatife lama sehingga bisa diambil(dicabut) sewaktu-waktu sesuai kebutuhan
  • Daging singkong bisa dijadikan banyak sekali bahan makanan, sehingga peluang pemasaran sangat luas

Kandungan Nutrisi

  1. Karbohidrat. Dari 100 gram singkong dapat menhasilkan 160 kalori(2 kali lipat dibanding kalori pada kentang), kalori terutama berasal dari sukrosa, membentuk sebagian besar lebih dari 69% dari total gula. Karena tingginya kandungan karbohidrat bisa dijadikan makanan pokok alternatif selain dari beras.
  2. Protein. Singkong memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubu, kentang dan pisang.
  3. Vitamin K. Vitamin K berperan dalam membangun masa tulang sehingga akan menurunkan resiko osteoporosis
  4. Vitamin B Kompleks
  5. Serat. Singkong adalah salah satu tanaman yang mengandung serat yang bagus sehingga akan menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, kanker usus besar dan membantu mengendalikan diabetes
  6. Mineral. Mineral yang terkandung dalam singkong yaitu seperti seng, magnesium, tembaga, dan besi yang sangat bermanfaat bagi tubuh

Cara Menanam Singkong

Sebelum proses penanaman, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya  singkong nantinya bertumbuh dengan baik.

  • Curah hujan ideal adalah 1.000-2.500 mm/tahun
  • Ditanam diderah yang bersuhu paling rendah 10̊ celcius
  • Ditanam diderah yang memiliki kelembaban udara 60%-65%
  • Mendapat sinar matahari sepanjang hari(10 jam/hari)
  • Ditanam pada tanah dengan pH(keasaman) 5-6 Ph
  • Jenis tanah ideal adalah :grumosol, andosol, latosol, lempung berpasir, dan tanah liat andosol

Berikut ini adalah tahapan dalam penanaman singkong :

Persiapan Lahan
Untuk menghasilkan buah(daging) singkong yang baik diperlukan ruang-ruang sebagai tumbuhnya akar. Oleh karena itu diperlukan tanah yang gembur. Penggemburan tanah bisa dilakukan dengan cara manual(cangkul) ataupun dengan menggunakan teknologi traktor. Sebelum dilakukan proses penggemburan menggunakan cangkul ataupun traktor sebaiknya lahan harus bersih terbebas dari gulma yang ada karena akan dapat menghambat pertumbuhan singkong tersebut. Setelah proses penggemburan tanah diamkan selama sekitar satu minggu sebelum proses tanam, akan lebih baik jika tanah diberi pupuk kandang. Proses pengolahan tanah ini sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.

Budidaya Singkong (Umbi Kayu)

 

Persiapan Benih
Untuk menanam singkong bukanlah singkongnya yang ditanam ya..cara perkembang biakan singkong adalah stek batang, jadi yang ditanam adalah batang pohon singkong itu. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Batang singkong yang akan ditanam sudah berumur 9-12 bulan
  2. Batang memiliki diameter kira-kira 2-3 cm
  3. Batang dalam kondisi sehat dan tidak adanya cacat
  4. Diusahakan yang belum tumbuh tunas
  5. Dipotong dengan panjang kira-kira 15-20 cm dengan menggunakan pisau atau sabit, bukan gergaji
  6. Pemotongan batang sebaiknya miring (lancip) untuk memperluas daerah pengakaran dan memudahkan saat menanam

Penanaman
Menanam singkong sangat mudah, tinggal menacapkannya pada tanah sudah digemburkan (akan lebih baik jika dibuat lubang tanam terlebih dahulu) dengan jarak antar benih yaitu 40-60 cm. Yang paling penting dalam menanam singkong adalah jangan sampai arah tunasnya terbalik, ia harus menghadap keatas. Untuk mengetahuinya kita dapat melihatnya di dekat buku-buku atau tonjilan daun yang lepas.

Perawatan

Singkong adalah tanaman yang membutuhkan perawatan yang sangat mudah. Yang harus dilakukan hanya dua macam, yaitu membersihkan rumput yang tumbuh disekitar pohon dan melakukan pemupukan. Proses pemupukan memang tidak diharuskan pada penanaman singkong, karena besar kecilnya terletak pada kegemburan tanah. Namun untuk hasil yang lebih baik tidak ada salahnya juga melakukan pemupukan minimal 2 kali dalam masa tanam. Yaitu 4-7 hari setelah tanam dan setelah 3 bulanan.

Pemanenan

Kegiatan panen biasanya dilakukan ketika umur singkong sudah 6-8 bulan untuk varietas genjah dan 9-12 bulan untuk varietas dalam tergantung kebutuhannya. Bahkan untuk varietas tertentu hanya diperlukan waktu 5 bulan. Untuk konsumsi pribadi (dibuat makanan) dapat dipanen/dicabut antara 8-9 bulan, namun jika untuk industri yang akan diambil patinya sebaiknya singkong itu berusia diatas 10 bulan. Perlu diingat bahwa daya simpan singkong sangat singkat, jika masih utuh hanya dapat bertahan selama 3 hari, tapi jika ada bagian singkong yang sudah terkelupas atau terpotong hanya bisa bertahan dalam waktu satu hari.

Paska Panen

Setelah panen dilakukan, kumpulkan batang singkong sebagai bibit yang akan ditanam kembali. Lalu bersihkan lahan dari rumput dan kotoran-kotoran yang ada untuk mempermudah pengolahan tanah tersebut.

Selamat bertani!